Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 13 : Ke Apartemen Arshen


__ADS_3

Dengan terpaksa Kenza mengikuti langkah Arshen untuk menuju ke apartemen miliknya. Sebenarnya ini bukan kali pertama Kenza datang ke apartemen milik Arshen, tetapi karena daya ingat yang dimiliki Kenza lemah, dia tidak bisa mengingat dengan jelas letak apartemen Arshen berada.


"Za, kamu mau pesan apa biar aku pesankan, karena jika nanti aku sudah beristirahat, aku tidak ingin di ganggu," tanya Arshen sebelum keduanya menuju kesebuah lift.


"Aku enggak mau pesan apa-apa. Aku udah kenyang," datar Kenza.


"Baiklah, tapi jangan rempong nanti, ya."


"Iya, iya. Dasar bawel!" Lagi-lagi Kenza berucap dengan ketus.


Tidak butuh waktu lama keduanya pun sampai di kamar apartemen milik Arshen. Mata Kenza terbelalak dengan lebar saat dirinya baru masuk satu langkah kedalam.


"Ini gudang atau apartemen, Shen?" protes Kenza yang bergidik geli melihat ruangan yang begitu berantakan.


Arshen hanya nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Nah, karena sekarang kita berteman dan saling membutuhkan, maka dari itu aku minta bantuan kamu untuk membereskan ruangan ini. Kamu gak keberatan kan?"


"Jelas keberatan! Ogah aku beresin ruangan ini. Kamu pikir aku babu! Pokonya ogah!" tolak Kenza dengan tegas.


"Ya udah kalau gak mau gak apa-apa. Aku juga gak mau jadi pacar bohonganmu. Cari saja pria lain!"

__ADS_1


Sejenak Kenza terdiam dan berpikir kembali. Meskipun Kenza bisa mencari pria untuk dijadikan pacar bohongan, belum tentu bisa menjaga rahasia. Terlebih saat mengetahui jika Kenza berasal dari keluarga ternama. Bisa-bisa Kenza hanya dimanfaatkan saja. Kenza tidak mau itu terjadi padanya.


"Ini gimana ceritanya, kamu yang aku suruh untuk tanggung jawab karena telah menghancurkan ponselku, tapi kok kamu malah yang ngancam aku sih, Shen! Aku tetap gak mau!" Kenza tetap pada pendiriannya menolak untuk membereskan apartemen yang hampir menyerupai sebuah gudang.


"Terserah kamu aja. Aku juga akan tetap pada pendirianku! Sudahlah, aku ingin beristirahat dulu, jangan ganggu aku. Oh, ita nanti kalau pesananku datang, tolong simpankan lebih dulu, ya." Arshen pun langsung masuk kedalam kamarnya, tanpa ingin mendengar jawaban Kenza, karena Arshen sudah bisa menebak jawaban Kenza. Tentu saja wanita itu akan mendumel karena tidak terima.


"Arshen!" teriak Kenza sambil menghentakkan kakinya.


Mata Kenza merasa geli saat melihat baju dan celana Arshen berserakan dimana-mana. Bahkan bungkus minuman dan Snack pun juga berserak di lantai. "Ada ya, artis jorok seperti dia!"


Meskipun mendumel, pada akhirnya Kenza membereskan ruangan yang menyerupai kapal pecah. Namun, siapa yang menyangka jika diam-diam Arshen mengintip dari celah pintu. Bibirnya terangkat tipis. Meskipun Kenza terlihat garang, tetapi dia tetap akan mengerjakannya.


"Tuh kan bener. Dia pasti akan membereskan. Eza, maaf kali ini aku harus mengerjaimu." ucap Arshen dengan lirih.


Keanu yang berada di kantor sangat terkejut saat melihat sebuah video yang tak asing baginya. Keanu yakin jika orang yang ada di video itu adalah Kenza. Lalu mengapa bisa bersama dengan Arshen? Apakah Kenza telah berubah pikiran untuk menerima perjodohan itu?Jika tidak, lalu mengapa Kenza bisa bersama dengan Arshen menuju kesebuah apartemen? Apa yang akan mereka lakukan?


Pikiran Keanu semakin tidak tenang saat Kenza mengikuti langkah Arshen untuk masuk kedalam sebuah apartemen, terlebih hanya mereka berdua. Keanu tidak ingin ada bisikan setan yang akan menjerumuskan mereka sebelum pada waktunya.


"Ini tidak bisa dibiarkan!" Keanu pun langsung menghubungi Kenza.

__ADS_1


Karena saat ini Kenza sedang sibuk membereskan ruangan, dia tidak mendengar jika ada panggilan telepon masuk, terlebih dalam keadaan getar saja.


"Kenza, apa yang kamu lakukan disana? Jangan sampai kamu mengikuti jejak Daddy si Alan-mu itu!" Keanu benar-benar mengkhawatirkan Kenza.


Hampir lima belas menit Kenza menyingkirkan sampah dan juga pakaian kotor, akhirnya tugasnya selesai. Meskipun tidak di sapu, tapi setidaknya tidak berantakan lagi. Baru saja ingin duduk, sebuah bel terdengar Dengan helaan napas panjang, Kenza mendengus dengan kasar.


Siapa sih!" gerutu Kenza dengan rasa kesalnya.


Namun, seketika Kenza teringat dengan pesanan Arshen. "Jangan-jangan itu pesan Arshen." Kenza pun langsung bergegas untuk membukakan pintu.


Benar saja, seorang delivery berjaket hijau sudah asa di hadapannya.


"Permisi Mbak, apakah benar ini adalah kamar Arshen?" tanyanya si emas-emasnya.


"Iya bentul sekali. Apakah ini pesanan dia?" Kenza pura-pura bertanya.


"Ah, iya. Tolong tanda tangan disini!" Kenza pun langsung menyoretkan tanda tangannya di ponsel milik emas-emasnya delivery


Sepeninggal emas-emas delivery, Kenza langsung membawa masuk pesanan Arshen. Dari aromanya saja sudah membuat perut ikutan berdemo. "Arshen pesan makanan apa, sih? Apakah tiap hari dia pesan makanan seperti ini? Inikan makanan gak sehat, gak ada vitaminnya!" Kenza mendumel lagi.

__ADS_1


Kenza yang tergoda dengan aroma makanan yang ada dihadapannya tidak tahan untuk tidak mencicipinya. Namun, karena khilaf Kenza menghabiskannya. Bunyi sendawa pun keluar dari mulut Kenza yang menandakan dia telah kenyang.


"Sorry, Shen Pesananmu aku makan." ucap Kenza sambil menyandarkan tubuhnya di sebuah sofa.


__ADS_2