Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 45 : Berita Sampah


__ADS_3

Sebenarnya keluarga besar Arshen tidak mengizinkan pasangan pengantin itu pindah ke apartemen. Namun, mereka tidak bisa mencegahnya karena mereka juga pernah menjadi pengantin baru pada zamannya. Tidak heran jika pengantin baru tidak ingin di ganggu dan ingin cepat-cepat untuk pindah.


"Biarkan saja, toh mereka hanya pulang ke apartemen. Mungkin disini mereka tidak leluasa untuk membuat adonan martabaknya, karena kalian terlalu kepo." Excel tidak keberatan jika Arshen pulang ke apartemen.


"Baiklah, kalian boleh pulang ke apartemen tapi awas saja jika dalam waktu dua bulan tangan sama kuping belum berhasil dicetak ya! Siap-siap Daddy akan kandangkan kalian!" ucap Arga yang merasa keberatan dengan keinginan Arshen untuk pulang ke apartemen.


"Sadis sekali Dadd! Daddy tenang aja, Arshen akan terus lembur setiap malam agar pesanan Daddy cepat jadi. Lagian disini Daddy terlalu kepo sehingga membuat Eza merasa malu."


Bukan Kenza tidak menyukai keluarga Arshen. Hanya saja Kenza merasa canggung jika terus menerus ditanya sudah jadi belum, sementara pernikahan mereka saja masih hitungan hari. Jika pun setiap malam membuat adonan martabak, belum tentu juga akan jadi. Butuh waktu satu bulan, bahkan bisa lebih untuk meneteskan bahan yang telah diadon. Mungkin mereka pikir seperti menggoreng tahu bulat yang bisa langsung jadi. Terkadang Kenza mau heran, tetapi mereka semua adalah para senior, tidak mungkin tidak tahu berapa lama prosesnya.


"Za, kita kan udah suami istri, jadi kita boboknya satu kamar, tapi jangan pakai acara tendang menendang lagi ya. Nanti kalau aku cidera gimana? Kita gak bisa buat adonan martabak, lho," kata Arshen setelah sampai di kamar apartemen miliknya.


"Iya aku tahu. Tapi kayaknya kamu harus mempekerjakan seorang asisten rumah tangga untuk beresin rumah, karena aku enggak bisa beberes." Kenza mengungkapkan kekurangan.


"Kamu tenang aja, karena aku sudah memiliki orang untuk membersihkan apartemen ini. Dia akan datang setiap hari untuk membersihkan apartemen ini," ujar Arshen.


"Baiklah, tidak masalah. Yang penting bukan aku yang mengerjakan."


Jauh dari bayangan Arshen sebelumnya, karena Arshen sudah terlanjur berjanji kepada Kenza bahwa dia tidak akan memaksa Kenza untuk membuat adonan martabak jika Kenza memang merasa belum siap. Mungkin Arshen harus tetap bersabar untuk menunggu Kenza menyerahkan dirinya yang terpenting saat ini adalah Kenza sudah menjadi miliknya.


Hari-hari Arshen pun berlalu begitu saja. Pagi hingga sore Arshen sibuk syuting, dan malam adalah waktunya untuk beristirahat. Tidak ada yang berbeda dari sebelumnya, hanya saja saat ini Arshen memiliki guling baru yang bisa membuatnya merasa nyaman.


Pagi ini Kenza sangat terkejut dengan berita tentang pernikahan berseliweran di televisi. Hampir semua media masa meliput tentang pernikahan yang telah terjadi antara Arshen dengan Kenza. Sampai-sampai Kenza tidak diizinkan untuk keluar sendirian. Ganasnya para wartawan untuk mencari kesempatan tidaklah main-main. Bahkan ada beberapa oknum yabg sengaja menulis berita tidak benar demi memenuhi konsumsi publik.

__ADS_1


Tak tak pernah terbayangkan dalam hidup Kenza yang harus berurusan dengan para wartawan. Jujur Kenza meras tidak nyaman dengan artikel-artikel yang berseliweran di sosial media, karena hampir semua berita yang tertulis tidaklah benar. Bagaimana bisa para oknum membuat judul jika per pernikahan dengan Arshen karena sebuah kecelakaan. Sementara semenjak menikah kedua belum pernah membuat adonan martabat.


"Za, kamu tidak usah pikirkan terlalu dalam tentang berita yang sedang beredar. Satu lagi, mulai saat ini jangan keluyuran. Mengerti?"


"Gini amat sih, Shen! Tinggal bilang kalau kita nikah karena dijodohkan apa susahnya, sih! Kalau kita terus sembunyi mereka malah akan menganggap jika kita nikah karena kebobolan, Shen. Buat konferensi pers untuk mengatakan jika kita tuh nikah bukan karena kecelakaan. Kalau ada yang masih memuat berita sampah seperti ini langsung pidanakan aja! Gitu aja kok repot sih, Shen!"


Sebenarnya bukan ingin sembunyi dari para pemburu berita. Hanya saja Arshen tidak mau jika setelah melakukan konferensi pers, para pemburu berita akan gencar untuk mencaritahu siapa itu Kenza. Bukan hanya para wartawan yang akan terus mengejar Kenza, bisa jadi para fansnya juga akan mencaritahu tentang Kenza. Arshen tidak mau Kenza menjadi bulan-bulanan orang banyak.


"Iya aku tahu, tapi tidak sekarang, Za! Memangnya kamu sudah mempersiapkan mental kamu dari para wartawan dan juga para fans yang akan mengejarmu setiap harinya. Jika kamu sudah siap, aku akan melakukan konferensi pers," ujar Arshen dengan santai.


Sejenak Kenza terdiam untuk merenung. Memikirkan lebih dalam apa yang akan dialami jika semua orang mengejar dirinya untuk dimintai keterangan. Bahkan bisa jadi para wartawan akan terus meliputnya setiap hari untuk menaikkan rating televisi mereka.


"Sudahlah, aku capek Shen! Kenapa setelah menikah denganmu hidupku jadi suram seperti ini sih? Udah dikejar-kejar kapan kupingnya jadi, ditambah lagi sedang diincar para pemburu berita. Terus aku harus apa?"


Arshen harus berusaha menenangkan keluarganya saat mereka terus menanyakan apakah telinga yang di adon sudah jadi atau belum. Arshen juga harus menepati janjinya pada Kenza jika tidak akan memaksa Kenza untuk hamil terlalu cepat karena dia masih ingin menikmati masa mudanya. Sungguh dua pilihan yang sangat berat.


Kabar yang kian memanas tentang pernikahan sang anak pun juga telah sampai di telinga Keanu. Bahkan dia merasa muak dengan pemberitaan yang berseliweran di televisi maupun di media sosial. Dengan cepat Keanu pun langsung menghubungi Alan untuk menyelesaikan masalah yang ada.


"Bisa-bisanya mereka membuat berita sampah!" Keanu terlihat sangat marah dan langsung melempar televisinya menggunakan remote.


PRAANGG


Mouza yang sedang menyiapkan sarapan merasa terkejut dengan suara yang baru saja didengarnya.

__ADS_1


"Astaga apa itu?" Mouza langsung berlari keluar untuk melihat apa yang telah terjadi.


Saat dilihat ke ruang tengah ternyata televisinya sudah tidak berbentuk lagi. Cepat-cepat Mouza langsung menghampiri suaminya yang masih duduk di sebuah sofa.


"Dadd, ini kenapa, ada apa?" tanya Mouza dengan penuh kekhawatiran.


Keanu langsung menatap ke arah istrinya. "Aku gak papa. Hanya lepas kendali saja karena berita sampah. Biasa-biasa semua televisi memberitakan tentang pernikahan Arshen dan Kenza karena sebuah kecelakaan. Bahkan tak sedikit yang menghujat Eza. Ini tidak bisa dibiarkan! Aku akan usut siapa yang sudah membuat berita tidak benar seperti ini!"


Sebagai orang tua, Keanu tidak akan terima jika ada yang memberitakan tentang anaknya yang tidak valid. Dia akan menjadi garda terdepan untuk anaknya jika memang anaknya sama sekali tidak melakukan kesalahan.


"Tapi Daddy harus tenang. Kan sayang televisinya jadi rusak, Dadd!"


"Nanti aku belikan seratus biji. Jika perlu satu toko aku beli semua!"


"Gak sekalian aja sama yang jualan?" Kenza menautkan kedua alisnya.


"Untuk apa?" Keanu terheran.


"Untuk ganti Daddy, mana tahu Daddy juga ikut rusaknya," balas Mouza dengan menahan senyum di bibirnya.


Mata Keanu langsung menatap tajam kearah Mouza. "Kamu ngomong apa tadi, Sayang? Coba ulangi sekali lagi. Tadi aku tadi gak dengar."


...🌼🌼...

__ADS_1


__ADS_2