
Kedatangan Kenza telah disambut oleh dua orang ibu serta dua orang saudaranya yang telah sampai di rumah. Kenzo adalah kakak yang hanya berbeda hitungan menit saja. Sementara Kenzi adik perempuan yang beda tujuh tahun. Namun meskipun begitu wajah Kenza dan Kenzi hampir mirip. Keduanya membawa gen dari Alan meskipun bukan Alan yang mencetak mereka. Kemungkinan besar kedua anak itu bisa mirip dengan Alan karena sewaktu mereka dalam kandungan, Mommy-nya sangat membenci Alan. Sekalipun Alan tidak andil dalam pembuatan, tetapi bisa mewariskan ketampanan wajahnya pada dua orang keponakannya itu. Bahkan Elena yang berstatus sebagai anak kandungnya saja sama sekali tidak mempunyai kemiripan dengan Alan. Dan itu menjadi salah satu pemicu mengapa Elena sangat membenci Kenza.
"Eza ... " teriak Mommy-nya saat melihat Kenza turun dari mobil. Dengan berlari pelan, Mouza langsung memeluk tubuh Kenza.
"Kamu gak papa kan Sayang? Gak ada yang luka kan? Mouza sibuk memeriksa tubuh Kenza, apakah ada yang luka atau tidak.
"Eza, gak papa Momm. Eza baik-baik saja," ucap Kenza.
"Syukurlah kamu gak papa, Za. Mommy kamu sudah sangat khawatir dengan keadaanmu," sambung Azra dari belakang Mouza.
Begitu juga dengan Kenzo dan Kenzi yang juga menghampiri Kenza. "Kamu gak papa, Za. Siapa yang sudah berani menculikmu? Apakah mereka meminta tebusan?" tanya Kenzo yang juga sempat mengkhawatirkan keadaan Kenza.
"Sudahlah, kita bahas nanti aja. Aku capek mau istirahat dulu." Tanpa permisi kepada semua orang yang ada di sekelilingnya, Kenza langsung masuk kedalam rumah. Saat ini bukan fisiknya saja yang lelah, melainkan hati dan pikirannya. Dengan kecerobohan Kala, dia sudah bisa memastikan jika kedua Daddy-nya tidak akan membiarkan Kala lolos begitu saja. Pasti akan ada pelajaran yang akan diberikan kepada Kala.
"Eza!" teriak Kenzo.
"Sudahlah, biarkan saja di beristirahat terlebih dahulu. Mungkin dia lelah," kata Alan.
Arshen yang turut mengantar Kenza sampai ke rumahnya merasa sedikit kecewa dengan Kenza karena sempat memberikan perlindungan pada seseorang yang telah menculiknya. Namun, Arshen tetap harus bisa menjaga perasaan. Meskipun kecewa tetapi dia tidak boleh menunjukkan didepan calon mertuanya.
"Oh iya, Om. Karena Eza sudah sampai di rumah dan keadaannya juga baik-baik aja, aku pamit pulang ya. Karena ada jadwal syuting juga."
"Iya. Makasih sudah membatu untuk mencari Eza," kata Keanu.
__ADS_1
"Iya, Om."
🌼🌼🌼
Janji seorang ayah kepada anaknya yang selalu ditepati. Siapa pun dia, pasti tidak terima jika putrinya menjadi korban penculikan, meskipun anaknya mengaku tidak diculik dan mengatakan jika keduanya sedang liburan. Dengan cara tidak izin dan sama sekali tidak memberikan kabar itu sama saja dengan penculikan.
"Apakah kamu tahu sedang bermain dengan siapa? Seharusnya kamu memikirkan konsekuensi apa yang akan kamu terima. Tapi ku akui jika nyalimu sangat besar karena berani mengusik ketenangan keluar Wijaya. Apakah kamu sudah lelah hidup?" tanya Alan yang saat ini menemui Kala didalam ruangan tertutup.
Kala sudah tahu sedang berhadapan dengan siapa, karena sebelumnya Greya memberikan peringatan padanya. Kala tidak menyangka jika dia akan ditemukan dalam waktu yang sangat cepat.
"Karena kamu sudah berani bermain-main dengan keluarga Wijaya, maka jangan salahkan aku jika kehancuran akan menghampirimu!"
Kala hanya terdiam. Ternyata apa yang didengarnya selama ini benar apa adanya. Seorang Alan yang terlihat santai akan menjadi seorang serigala ketika sedang diusik.
Kala yang tangannya telah diikat dengan kuat hanya tersenyum sinis sambil menatap kearah Alan. "Aku ingin memilikinya dan aku tidak terima saat dia mengakhiri hubungan denganku yang sudah terjalin lama," ucap Kala dengan santai.
Alan langsung mencibir ucapan Kala yang terlalu naif. Hanya karena cinta dia rela mengabaikan dampak dan akibatnya, terlebih dia telah salah sasaran karena menargetkan Kenza untuk menjadi tawanannya.
"Kamu masih muda dan masih panjang perjalananmu. Wanita di dunia ini bukan hanya satu orang saja. Jika hubunganmu dengan Eza harus berakhir, itu tandanya kamu dengan Eza tidak berjodoh. Lagipula Eza juga sudah dijodohkan sejak kecil. Seberapa keras kamu berusaha untuk mendapatkan Eza, kami sebagai orang tua tidak akan pernah menyetujuinya, karena Eza sudah ada yang memiliki," ujar Alan.
"Aku tidak peduli! Jika aku tidak bisa mendapatkan Kenza, maka tidak akan ada satupun orang yang bisa memilikinya. Termasuk pria itu!"
Lagi-lagi Alan hanya tersenyum kecut kearah Kala yang memiliki nyali setinggi langit. Bahkan dihadapannya dia berani berkata seperti itu. Sebenarnya Kala adalah tipe pria yang setia. Namun, karena cintanya yang teramat besar berubah menjadi sebuah obsesi. Alan menyukainya, tetapi sayangnya wanita yang sedang dipertemukan adalah Eza, monster kecil kesayangan. Kala salah sasaran jika terobsesi pada Kenza.
__ADS_1
"Aku peringatkan untukmu, lupakan Eza! Jangan datang dan sentuh dia jika kamu masih menginginkan keluargamu baik-baik saja. Bukankah kamu juga memiliki seorang kakak perempuan? Kamu tahu kan apa maksudku?"
Sejenak Kala teringat pada Deena, kakaknya. Kala tidak tahu rencana apa yang akan dilakukan Alan kepada Deena. Namun yang pasti Kala tidak terima jika Alan sampai menyakitinya.
"Anda jangan macam-macam kepadanya! Jika kalian berani untuk menyentuh Deena, aku tidak akan tinggal diam dan akan memberikan perhitungan kepada kalian!" teriak Kala.
"Semua itu tergantung kepadamu. Jika kamu tidak mengusik kehidupan Eza, maka aku tidak akan pernah mengusik kehidupan kakakmu. Namun jika kamu sampai berani untuk mengusik Eza lagi, maka taruhannya adalah kakakmu. Semua keputusan ada di tanganmu. Pikirkan baik-baik sebelum kamu menyesal!"
🌼🌼
Dua hari telah berlalu. Kenza sudah kembali seperti biasa. Bahkan saat ini dia terlihat sangat bahagia ketika sedang bercengkerama dengan Kenzi, adik perempuan yang memiliki hobi yang sama. Meskipun keduanya jarang berkumpul tetapi mereka tetap bisa kompak dalam berbagai hal.
"Kak, aku dengar dari Daddy katanya Kak Eza mau menikah akhir tahun ini ya? Wah ... aku jadi iri dengan kak Eza. Padahal dulu Kak Eza bilang kalau kita mau nikah barengan," ucap Kenzi dengan wajah sedihnya.
"Enggak usah kamu dengarkan omongan Daddy. Aku tidak mau menikah dengan pilihan Daddy. Aku hanya ingin menikah dengan pilihanku sendiri," balas Kenza.
Kenzi yang selalu ingin tahu lebih dalam terus mencoba untuk menggali dibalik alasan sang kakak tidak mau menerima perjodohan yang telah ditentukan oleh Daddy-nya.
"Kalau seandainya pilihan Daddy itu ganteng dan tajir, apakah kak Eza tetap akan menolaknya. Kan sayang kak kalau di tolak."
"Ya udah kalau merasa sayang untuk ditolak, mending kamu aja yang gantiin aku menikah dengan orang itu. Bereskan? Kita kan sama-sama satu produksi, jadi gak ada maslahah kan?"
Kenzi langsung menautkan kedua alisnya. "Hei ... mana bisa seperti itu, Kak!"
__ADS_1