Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 52 : Calon Mommy Baru


__ADS_3

Tidak mudah bagi seorang laki-laki untuk menahan hasratnya, terlebih dia sudah menikah. Berbagi ranjang setiap malam tetapi tidak bisa melakukan sebuah ritual yang seharusnya terjadi kepada pasangan suami isteri, membuat Arshen merasa hampir gila karena harus memastikan jika pusaka miliknya tidak bangun. Namun, sebagai laki-laki normal pusaka milik Arshen akan bangun setiap malamnya. Kerena Kenza tidak ingin menidurkan pusaka miliknya, terpaksa Arshen membiarkannya begitu saja. terkadang kepala Arshen hampir pecah karena hasratnya tak tersalurkan.


Katakanlah saat ini jika Kenza sangatlah egois karena tidak mau melayani suaminya Seperti yang semestinya. Bahkan selama menikah tidak ada sesuatu yang berbeda. Meskipun hanya tinggal berdua tetapi tak membuat hubungan keduanya terlihat sangat romantis seperti pasangan muda lainnya.


Arshen tak menuntut Kenza untuk menjadi istri yang sesungguhnya karena dia tau jika saat ini Kenza belumlah siap untuk menerima Arshen sepenuhnya karena masih ada hati yang belum bisa pergi dari hatinya meskipun Kenza sudah berusaha untuk mengusirnya.


Malam ini, Keanu menyuruh Arshen dan Kenza untuk makan malam bersama, karena besok pagi Kenzi harus kembali ke luar negeri, karena izinnya sudah habis. Memang terasa sangat berat tapi semua itu adalah impian Kenzi Sebagai orang tua tugasnya hanyalah mendukung sang anak untuk tetap menggapai cita-citanya.


"Za, ayo cepat! Kamu ngapain sih?" tanya Arshen sambil menggedor pintu kamar karena Kenza menguncinya.


Didalam kamar Kenza sedang kesusahan untuk manarik resleting gaunnya yang berada di belakang.


"Iya, bentar lagi Shen!" teriak Kenza dari dalam.


Arshen hanya mendengkus kasar. Hampir satu jam dia menunggu Kenza untuk bersiap, tetapi sampai detik ini Kenza belum juga siap. Entah apa yang dilakukan oleh Kenza di dalam kamar sehingga sampai memakan waktu hampir satu jam lamanya. Rasanya Arshen hampir lumutan hanya untuk Kenza bersiap.


Ponselnya Arshen pun sejak tadi terus. Jika tidak Kenzo ya Daddy mertuanya yang mengirimkan pesan kepada Arshen untuk segera sampai di rumah karena acara makan malam sudah hampir dimulai. Arshen hanya menjawab jika saat ini dia sedang berada di jalan hendak menuju ke rumah.


"Eza, ayo cepatlah! Kita sudah ditunggu lho. Kamu gak lagi tidur kan didalam?" Arshen mencoba untuk menggedor pintu lagi, berharap kali ini Kenza sudah siap.


Kenza yang sejak tadi terus berusaha untuk menarik resletingnya, tetap saja tangannya tidak sampai. Dan pada akhirnya Kenza menyerah. Kini dia memberanikan diri meminta bantuan Arshen untuk menarik resleting ke atas.


Ceklek!


Suara pintu dibuka. Tepat di depan pintu telah berdiri Arshen yang hendak mengetuk pintu. Bahkan tangannya sudah diangkat, tapi beruntung saja Arshen menyadari jika pintunya telah dibuka.


"Eza," ucap Arshen dengan lirih.


Bibir Kenza telah mengerucut saat melihat wajah Arshen. Melihat bibir yang sudah bisa dikucir, Arshen langsung menautkan kedua alisnya. "Kenapa?" tanyanya dengan heran.


"Bantuin naikan resleting gaun ini!" Tanpa rasa malu, Kenza langsung membelakangi Arshen.


Arshen yang disuguhi sebagai punggung yang terbuka hanya menelan kasar salivanya. Meskipun keduanya adalah pasangan suami istri tetapi hingga sampai saat ini Arshen melihat tubuh bagian dalam Kenza. Dan kini dia harus melihat sebagai punggung mulus istrinya.


"Malah diam aja! Cepatan napa, Shen!"

__ADS_1


Suara Kenza membuyarkan khayalan Arshen. Dengan tangan yang bergemetar, dia pun langsung membantu menaikkan resleting gaun yang dipakai oleh Kenza. Susah payah Arshen untuk menelan salivanya, karena matanya yang mulai ternodai oleh sebagian punggung Kenza.


"Udah belum, sih?" tanya Kenza saat tak merasakan pergerakan dari Arshen.


"Ah, iya. Udah siap."


"Kamu kenapa sih, Shen! Aneh banget!" gerutu Kenza saat melihat Arshen seperti BBM sedang gugup.


.........


Perjalanan yang harus memakan waktu hampir 30 menit untuk menuju ke rumah Kenza. Sepanjang perjalanan tak ada kata yang terucap dari bibir dua insan yang memilih untuk membisu.


Kejadian beberapa menit yang lalu membuat Arshen masih terngiang-ngiang dengan punggung mulus milik istrinya. Bahkan hingga sampai saat ini Arshen masih bisa merasakan sesak dibawah sana karena kejadian tadi. Sementara Kenza menyibukkan diri dengan gawai ditangannya


"Shen, cepatan kita udah telat!" ujar Kenza dengan mata yang masih fokus pada ponselnya.


"Ini juga udah cepat, Za. Mau bagaimana lagi?"


Kenza hanya mendengkus pelan. Bahkan dia menggelengkan kepalanya dengan heran saat Arshen mengatakan jika sudah melaju dengan cepat. Padahal bagi Kenza itu masih standar dan belum termasuk cepat.


"Tambah sedikit lagi. Ini belum cepat!" ujarnya.


Arshen langsung mendelik. Padahal menurutnya mobil yang yang disetirnya sudah pada kece tinggi. "Ini udah tinggi, Za!"


"Jangan bilang kamu belum pernah melaju dengan kecepatan tinggi? Jangan-jangan kamu juga takut dengan kecepatan tinggi?" Kenza asal menebak.


Seketika Arshen langsung membuang napas kasarnya. Bukan tidak berani, hanya saja Arshen merasa trauma jika harus melaju dengan ugal-ugalan.


"Sudahlah, diam aja kamu, Za! Ganggu konsentrasi!"


Kenza langsung mengerutkan dahinya, merasa heran dengan ucapan Arshen. Yang benar saja hanya mengucapkan beberapa kata saja sudah dikatakan mengganggu konsentrasi.


Tunggu aja, suatu saat akan aku bawa kamu merasa kecepatan seperti sedang naik jet. Aku yakin kamu pasti akan terkencing di celana lagi. Dasar wajah ganteng, tapi tapi penakut! cibir Kenza dalam hati, sambil tersenyum kecil pada Arshen.


Tak Berapa lama mobil yang dikemudikan oleh Arshen telah sampai di halaman sebuah rumah milik keluarga Kenza. Saat turun dari mobil, mata Kenza teralihkan pada sebuah mobil yang baru tiba. Mobil yang terasa asing baginya karena mobil terlihat masih baru.

__ADS_1


"Siapa itu? Apakah Daddy juga mengundang rekan kerjanya?" Kenza bertanya pada diri sendiri.


"Za, ayo!" Arshen memanggil Kenza ketika melihat istrinya masih berdiri di samping pintu mobil. Menyadari akan kebodohannya, Kenza pun langsung berlari kecil untuk mengejar Arshen. Namun, matanya masih fokus pada mobil berwarna putih yang baru saja mematikan mesin mobilnya. Sungguh Kenza merasa sangat penasaran dengan pemilik mobil tersebut. Dan saat pemilik mobil itu turun Kenza langsung menautkan kedua alisnya karena sama sekali tidak mengenali siapa wanita cantik yang turun dari mobil.


"Shen, siapa dia?" tanya Kenza pada Arshen.


Arshen yang telah melihat sosok wanita itu berjalan mendekat hanya menggelengkan kepalanya. "Mana aku tahu. Inikah acara Daddy-mu. Mungkin temennya."


"Masa Daddy temen Daddy cewek. Mana masih bening lagi."


"Bisa jadi itu calon Mommy baru kamu, Za. Udahlah, ayo masuk!"


Kenza langsung mengerucutkan bibirnya saat Arshen mengatakan jika itu adalah calon Mommy barunya. Tidak mungkin sang Daddy akan menduakan Mommy.


Arshen dan Kenza merasa sangat terkejut saat keduanya telah masuk ke dalam rumah. Beberapa orang sudah menatap tajam dua insan yang baru saja datang. Seakan dua insan ini adalah seorang penjahat. Kenza yang mendapatkan tatapan tajam langsung berjalan untuk mendekati Mommy.


"Kok pada tegang sih?" tanyakan Kenza dengan heran.


"Za, ini jam berapa?" tanya Kenzo dengan wajah kesalnya.


"Jam 9. Memangnya kenapa?" Kenza bertanya dengan heran. Padahal di dinding sudah menggantung jam yang sangat besar.


"Maaf semua yang sudah menunggu lama. Tadi ada sedikit kendala sehingga kami terlambat datang," kata Arshen yang menyadari akan kesalahannya.


"Gak papa, Shen. Daddy juga lagi nunggu seseorang juga," timpal Keanu.


"Apakah Daddy sedang menunggu seorang perempuan cantik?" Kenza langsung melemparkan pertanyaannya kepada sang Daddy.


"Iya. Dia baru saja pulang dari luar negeri. Bentar lagii dia juga sampai."


"Apakah perempuan itu adalah calon Mommy baru?"


Semua orang yang mendengar pertanyaan Kenza langsung membulatkan mata dengan lebar. Begitu juga dengan Mommy-nya yang melotot sampai-sampai bola matanya hampir keluar. "Apa kamu bilang, Za?" tanyanya dengan jantung yang rasanya ingin lepas.


...💜💜...

__ADS_1


__ADS_2