Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 6 : Bertemu Kembali


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu...


Sejak pertemuan pertamanya dengan Kenza membuat Arshen harus memikirkannya. Terlebih saat dia mengetahui jika gadis yang ditabraknya di Bandara satu Minggu yang adalah anak Keanu Wijaya. Siang dan malam bayangan Kenza menghantui pikirannya. Bahkan saat melakukan syuting, Arshen malah menganggap lawan mainnya adalah Kenza.


"Stop!" teriak sutradara untuk kesekian kalinya. "Gimana sih, dari tadi salah terus!"


Arshen memilih diam karena hari ini dirinya tidak bisa fokus karena bayangan Kenza terus melihat dalam pikirannya.


Seno yang berada dibelakang sutradara langsung berjalan mendekat ke arah Arshen. "Kamu ada apa sih, Shen. Sepertinya pikiranmu sedang kacau. Apakah sedang ada masalah?" tanyanya.


"Iya. Aku sedang ada masalah dengan pikiranku karena sejak tadi bayangan garis itu terus melintas di kepalaku aku tak bisa berkonsentrasi," ucap Arshen.


Kening Seno mengernyit. Dia heran saat mendengar pengakuan Arshen, karena ini adalah pengakuan pertamanya tentang seorang wanita.


"Maksud kamu gadis oon itu?"


Arshen langsung mendelik saat Seno mengatakan Kenza gadis oon. "Sekali lagi aku mendengar kamu mengatakan dia gadis oon, aku pecat kamu!" ancam Arshen dengan tegas.


Seno sangat terkejut dengan ancaman yang diberikan oleh Arshen. Hanya karena mengatakan Kenza gadis oon, Arshen sampai memberikan ancaman pemecatan padanya.


"Shen, kamu sehat 'kan?"


"Sudahlah, Sen. Aku capek mau pulang saja!"


"Mana bisa seperti itu, Shen! Syuting belum kelar!"


"Itu urusanmu. Cari alasan agar syuting ditunda. Katakan aku sedang tidak enak badan."


Seno hanya menganga saat Arshen benar-benar meninggalkan lokasi syuting. "Shen, Arshen!" teriak Seno. "Dasar Arshen sialan. Dia yang terkenal, aku yang tersiksa!"


Karena pikiran Arshen terus tertuju kepada Kenza akhirnya dia memutuskan untuk mencari tahu tentang Kenza melalui internet. Namun, sayangnya tak ada satupun berita yang membasah tentang Kenza.


"Apakah dia tidak mengingatku? Padahal aku selalu mengingatnya," gumam Arshen.


Larut dalam pemikirannya, tiba-tiba lamunan Arshen buyar ketika mendengar suara ponsel berdering. Saat dilihat ternyata nama sang Mommy mengambang di layar ponselnya.


"Tumben nyonya besar menelpon. Apakah ada sesuatu yang penting?"


🌼🌼

__ADS_1


Disisi lain...


"Pokonya Eza belum mau nikah, Dadd!" ucapnya pada Keanu yang baru saja mengatakan ingin menjodohkan Kenza dengan anak rekan bisnisnya.


"Ayolah, Za. Kamu menolak karena kamu belum tahu bagaimana rasanya menikah, Za. Menikah itu enak, lho!"


"Tapi Eza belum tertarik, Dadd!"


Keanu hanya mendessah dengan kasar ketika tidak bisa menyakinkan Kenza untuk segera menikah dengan pilihannya.


"Apakah kamu masih berharap pada pria itu?" Kini giliran Mommy-nya yang bersuara.


"Pria? Pria yang mana itu?" tanya Keanu yang semakin penasaran dengan ucapan istrinya.


Seketika Mouza langsung menutup mulutnya saat menyadari ucapannya. Dia lupa jika Kenza di larang keras untuk menjalin hubungan dengan pria lain karena telah dijodohkan sejak kecil dengan seseorang.


"Eza, apakah kamu tidak mendengarkan larangan Daddy?" Mata Keanu menatap tajam kearah Kenza, tetapi gadis itu hanya menundukkan kepalanya. Bisa-bisanya sang Mommy kelepasan berbicara dihadapan Daddy-nya.


"Sayang, tolong jelaskan siapa pria itu?" Kini Keanu menatap kearah Mouza. "Baiklah, jika tidak ada yang mau mengatakan, Daddy akan cari tahu sendiri."


"Dadd!" Mouza menahan Keanu saat ingin menghubungi seseorang melalui teleponnya.


Dengan berat hati Mouza mengatakan yang sebenarnya kepada suaminya. "Apa? Kenapa kamu tidak memberitahuku? Kamu benar-benar keterlaluan!"


"Benarkah? Berarti itu adalah salah satu tanda jika Eza harus menikah dengan Arshen," ucap Keanu dengan bibir yang menyungging tipis.


"Dadd, tolong mengertilah. Eza belum siap untuk menikah. Eza masih ingin memuaskan diri. Masa abis lulus kuliah terus nikah yang ujung-ujungnya langsung gendong bayi. Terus apa gunanya Eza sekolah di luar negri, Dadd. Kalau tahu endingnya cuma disuruh nikah, mending dulu Eza gak usah ngelanjutin S2. Nikah aja udah kelar, Dadd!"


"Pendidikan itu penting, Za. Lagian kamu itu anaknya Keanu Wijaya yang kaya raya. Titel itu lebih penting. Gak peduli meskipun setelah lulus langsung nikah. Yang penting kamu sudah punya titel yang tinggi."


Berdebat dengan Daddy-nya hanya membuat kepala Kenza kian berdenyut. Alhasil Kenza memutuskan untuk meningkatkan Daddy-nya begitu saja.


"Eza, Daddy belum selesai berbicara! Kamu mau kemana?" teriak Keanu. Namun, percuma karena Kenza sama sekali tidak peduli dengan teriakan Daddy-nya.


"Astaga Eza ... baru satu Minggu di rumah hampir merontokkan rambutku!" lanjutnya lagi.


"Sudahlah, Bang! Jangan paksa Eza. Beri dia waktu. Kalau Abang terus mendesaknya untuk segera menikah takutnya dia malah kawin lari dengan pria itu!"


"Baiklah, tapi malam ini aku sudah membuat janji untuk makan malam bersama dengan keluarganya Arshen. Kamu bujuk Eza agar dia hadir dalam acara nanti malam," ucap Keanu sebelum meninggal istrinya.

__ADS_1


Saat ini Kenza tidak punya tujuan karena dia memang tidak memiliki teman ataupun sahabat. Satu-satunya yang dia miliki hanya Elena, tatapi setelah menyaksikan dia berkhianat, Kenza semakin muak dengannya.


"Ternyata orang yang berbahaya dalam hidup kita adalah orang-orang terdekat. Cih, menjinakkan!" umpat Kenza.


Kerena tidak memiliki tujuan, Kenza pun memutuskan untuk ke Mall. Sudah enam tahun lamanya dia tidak mencuci mata di mall.


"Pak, pulang saja. Nanti aku telepon bapak jika sudah ingin pulang!" titahnya pada sopir yang mengantarkan Kenza ke Mall.


"Tapi, Non. Nanti bapak dipecat jika meninggalkan Non Eza."


"Ya sudah jika terserah Bapak aja. Mau disini atau pulang. Tapi yang pasti aku lama karena aku ingin menonton," ucap Eza.


"Saya disini nunggu disini saja, Non. Nunggu setahun pun tidak apa-apa."


🌼🌼


Kenza berjalan santai dengan mata yang menyapu setiap toko yang dilewatinya. Niat awal ingin menonton, tetapi sebuah kerumunan membuatnya penasaran. Dan pada akhirnya Kenza memutuskan untuk melihat kerumunan yang ada.


"Heboh banget sih, kayak lagi antri sembako aja," ucap Kenza dengan pelan.


Karena penasaran, Kenza pun memutuskan untuk bertanya kepada seseorang tentang kerumunan yang ada.


"Itu lagi antri apa ya, Mbak?" tanya Kenza.


"Oh itu?" Embak-embak menunjuk kearah kerumunan yang ada. "Mereka sedang meminta tanda tangan dan foto bersama dengan seorang artis."


Kenza pun mengangguk. Karena rasa penasaran yang tinggi, Kenza memutuskan untuk melihat sosok artis yang sedang dikerumuni banyak wanita.


"Lama tinggal di negara orang jadi enggak tahu artis yang sedang naik tangga. Eh, naik daun maksudnya." Kenza menertawakan dirinya sendiri.


Meskipun Kenza tidak ingin meminta tanda tangan ataupun foto bersama, tetapi dia bergabung dalam kerumunan dan mencoba untuk membelahnya. Kenza benar-benar penasaran dengan sosok artis tersebut.


Saat kerumunan telah berhasil dibelah oleh Kenza, matanya terbelalak dengan lebar saat melihat orang yang tidak asing untuknya. Siapa lagi jika bukan pria yang menabraknya di bandara seminggu yang lalu. "Dia," ucapnya dengan lirih


Disaat yang bersamaan mata Arshen tak menangkap sosok Kenza di depannya. Mendadak jantungnya bergerumuh dengan kuat, bahkan keringat dingin keluar dari keningnya.


"Kenza," ucapnya dengan pelan.


.

__ADS_1


.


...🌼 Bersambung 🌼...


__ADS_2