
Sesuai janjinya hari ini Arshen mendatangi rumah Kenza. Di sana keluarga Kenza sudah menunggu kedatangan Arshen. Mommy-nya sudah tidak sabar untuk melihat seperti apa pilihan Kenza sehingga menolak jodoh yang telah disiapkan untuknya.
Melihat kedatangan Arshen, Kenza langsung menyambutnya dengan ramah dan langsung membawanya kehadiran Daddy-nya.
"Daddy ... mungkin Daddy sudah pernah melihatnya. Beberapa hari yang lalu di juga ikut mencari Eza. Bahkan dia juga ikut mengantarkan Eza sampai rumah. Tapi karena sat itu Eza masih shock, Eza belum sempat memperkenalkan dia pada Daddy. Jadi hari ini Eza mau memperkenalkan pria yang ada dihadapan Daddy. " Senyum Kenza mengembang dengan luas. Bahkan dia sangat percaya diri jika bisa memenangkan tantangan dari Daddy-nya.
"Kenalin ini adalah Arshen, pilihan Eza." lanjutnya lagi.
Semua mata masih tertuju pada Arshen yang terlihat sangat canggung. Bahkan Mommy-nya Kenza tak berkedip saat melihat Arshen.
"Za, serius ini pilihan kamu sendiri?" tanya Mommy-nya yang merasa shock.
"Iya Momm. Bagaimana sempurna bukan? Mommy pasti udah tahu kan tentang siapa Arshen?"
"Gak usah kamu kenalin, kita udah kenal, Za!" timpal Kenzo.
"Zo!" Keanu memberi isyarat kepada Kenzo agar tidak berbicara lebih lanjut.
"Ya, aku tahu itu. Secara dia artis ternama. Tentu saja kalian sudah mengenalnya. Sudahlah, sekarang bagaimana penilaian Daddy? Aku menang kan?"
Mouza tidak menyangka jika pilihan Kenza adalah Arshen, pria yang memang telah dijodohkan dengannya. Mungkinkah ini yang disebut dengan jodoh? Seberapa kuat Kenza menghindari perjodohan yang telah ditentukan pada akhirnya dia memilih sendiri orang yang dijodohkan dengannya. Rencana Tuhan tidak ada yang tahu. Jika sudah jodoh, berlari ke seberang laut pun pasti akan bertemu kembali.
Kenzo dan Kenzi hanya saling bersitatap ketika Kenza terus memuji Arshen. Keduanya juga tidak habis pikir mengapa Kenza tidak menyadari jika pilihan adalah orang yang sama yang akan dijodohkan dengannya. Dalam hati keduanya hanya tertawa. Tidak tahu apa yang akan terjadi ketika Kenza mengetahui jika ternyata Arshen adalah orang yang memegang dijodohkan dengannya.
"Aku tidak keberatan dengan pilihanmu, Za. Kamu memang sangat pandai untuk memilih pasangan," kata memberikan pendapatnya.
__ADS_1
"Ezi juga tidak keberatan. Kalau bisa kak Eza langsung kawal sampai pelaminan. Sayang modelan kayak gini dilepaskan. Dia kan spesies langka di muka bumi," sambung Kenzi.
"Ezi .. bagus sedikit kalau ngomong!" tegur Kenza.
Kenzi hanya menahan tawanya saja. Memang benar apa yang dikatakan, Arshen adalah spesies langka di muka bumi. Dimana bisa mendapatkan duplikat Arshen yang multitalenta. Selain jago akting di depan kamera, dia juga sangat pandai akting di dunia real life-nya. Mungkin karena Arshen sangat menjiwai perannya sebagai seorang pemain.
"Kalau kalian sudah setuju dengan pilihan Kenza, Daddy pun juga tidak keberatan. Lalu bagaimana denganmu, Sayang?" Keanu bertanya kepada Mouza.
"Aku akan selalu mendukung apa yang dilakukan oleh Eza, lagi itu adalah pilihan terbaiknya, lalu mengapa aku tidak setuju. Pasti aku sangat setuju dengan pilihannya," jawab Mouza dengan santai.
Senyum lebar mengembang luas. Kenza merasa sangat bahagia karena sudah bisa menyakinkan semua anggota keluarganya jika pilihannya adalah pilihan yang terbaik.
"Berati perjodohan Eza dengan anak temennya Daddy batal kan?"
"Daddy akan anggap batal jika kamu menikah dengan pilihan kamu, bagaimana?" tawar Daddy-nya.
"Oke. Eza mau menikah dengan Arshen, tapi tidak untuk waktu dekat karena Eza masih ingin menikmati masa-masa lajang dan ingin menghabiskan masa muda Eza lebih dahulu. Nanti jika Eza sudah bosan, Eza akan menikah. Bagaimana, Daddy setuju kan?" Kenza mengutarakan isi hatinya.
Sekilas Keanu melirik ke arah Arshen. "untuk masalah itu Daddy tidak setuju, tapi jika kamu melakukan pertengahan lebih dahulu dengan Arshen, Daddy akan mempertimbangkannya. Karena Daddy takut ini hanya akal-akalan mu saja untuk membatalkan persetujuan yang telah ditentukan. Bahkan Daddy takut jika kamu hanya mengelabui Daddy saja dan tidak akan menikah dengan Arshen," ungkap Keanu.
Kenza mendengkus kasar. Ternyata tidak mudah untuk meyakinkan sang Daddy. Semua isi dalam pikirannya mampu dibaca begitu saja Daddy. Namun, Kenza sudah menyiapkan rencananya sendiri. Jikapun dia menikah dengan Arshen tentu saja pernikahannya hanyalah sebatas pernikahan kontrak. Bahkan Kenza sudah memikirkan matang-matang sebuah keputusan demi untuk membatalkan perjodohan yang tidak jelas itu.
"Baiklah, Eza akan buktikan keseriusan Eza. Eza mau menikah dengan Arshen secepatnya tetapi dengan satu syarat, Eza tidak ingin mempunyai momongan terlalu cepat, karena Eza masih ingin menikmati masa muda Eza. Jika tujuan kalian hanyalah untuk mendapatkan momongan, mending Ezi saja yang menikah. Daddy bisa meminta cucu yang lucu dari Ezi!"
Mendengar ucapan Kenza, tentu saja sangat dibusung merasa sangat tidak terima. "Enak aja! Aku masih kecil. Alat reproduksi perempuan juga belum matang."
__ADS_1
"Siapa bilang? Ada kok temen aku umurnya 18 tahun udah punya anak," timpal Kenza.
Mendengar perdebatan di antara dua anak perempuannya, Keanu langsung melerai dan mengajak mereka untuk makan bersama sebelum Arshen pulang. Kali ini Keanu yakin jika rencana perjodohan itu tetap akan berjalan meskipun Kenza tidak menyadari jika sebenarnya Arshen adalah orang yang sedang dijodohkan dengan dirinya.
Setelah merasa puas dengan sebuah kesepakatan bersama, Kenza pun langsung meminta izin untuk keluar bersama dengan Arshen. Karena Keanu sudah yakin dan percaya kepada Arshen, dia tidak merasa keberatan jika Kenza keluar bersama dengan dirinya.
"Ya sudah, kalian hati-hati." pesan Keanu.
🌼🌼🌼
Sepanjang perjalanan tak hentinya Kenza terus menabur senyum di bibirnya. Dia benar-benar sangat bahagia karena sudah berhasil meyakinkan keluarganya bahkan Daddy-nya pun juga telah setuju untuk membatalkan perjuangannya dengan orang yang tidak dikenalnya.
Sekilas matanya melirik ke arah Arshen yang fokus pada setir kemudinya. Namun, sesekali juga berbincang dengan Kenza.
"Shen, tidak keberatan kan jika membantuku lebih dalam lagi? Tenang ini hanya sebuah pernikahan sementara saja. Dan aku juga akan membayar semua kerugiannya. Anggap aja saat ini kamu sedang aku sewa."
Bibir Arshen tersenyum tipis. Meskipun hanya pernikahan sementara, tetapi Arshen tidak akan melepaskan sebuah kesempatan emas yang belum tentu akan terjadi dua kali dalam hidupnya. Bahkan masih banyak kesempatan yang bisa diambil dalam pernikahan sementara itu.
"Kamu tenang saja aku tidak keberatan kok. Dengan senang hati aku akan membantumu. Asalkan kamu bahagia," ucap Arshen.
Karena Kenza telah mengajak menikah, Arshen pun langsung membawa Kenza kesebuah toko perhiasan untuk mencari cincin.
"Shen, apakah ini tidak terlalu berlebihan? Pernikahan kita kan hanya sebatas kontrak. Jadi kamu nggak perlu cari perhiasan mahal."
"Gak apa. Buat kenang-kenangan aja jika di antara kita berdua pernah menikah. Meskipun hanya kontrak."
__ADS_1
"Tapi ini berlebihan, Shen!"
Arshen tidak peduli saat Kenza terus menolak untuk memilih cincin pernikahan. Karena bagi Arshen pernikahan yang akan mereka lakukan itu adalah pernikahan yang sakral dan sah jadi dia tidak ingin bermain-main dengan sebuah pernikahan. Mungkin Kenza akan menganggap sebatas kontrak, tapi tidak dengan Arshen. Dia juga sudah menyusun rencana untuk tidak melepaskan Kenza setelah mereka benar-benar menikah.