Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 15 : Meyakinkan Kala


__ADS_3

Cinta bisa datang kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Sejak pertama kali melihat sosok Kenza, Arshen sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Terlebih saat Arshen baru mengetahui jika Kenza adalah wanita yang telah dijodohkan dengannya.


Cinta Arshen tidak pernah salah. Bahkan saat pertama kali dirinya melihat Kenza dua puluh tahun yang lalu, Arshen sudah jatuh hati pada sosok Kenza yang begitu perhatian dengannya. Arshen tidak menyangka jika Kenza akan kehilangan sebagian ingatannya. Sampai-sampai tidak mengenali dirinya lagi.


"Darimana?" tanya Kenza dengan ketus saat melihat Arshen masuk kedalam apartemen.


"Dari buang bawah. Kenapa, kamu kangen udah kangen?"


"Hidih ... amit-amit kangen sama kamu!" Kenza bergidik dengan geli.


Arah hanya tersenyum tipis saat melewati Kenza yang duduk di sofa "Abis makan, bereskan sampahnya!"


Mata Kanza langsung mendelik kearah Arshen saat menyadari jika dia telah menghabiskan makanan yang dipesan BB oleh Arshen.


"Udah gak usah melotot gitu. Mending kamu mandi sana biar gak kucel. Abis ini aku antar kamu pulang!"


Kenza hanya menautkan kedua alisnya. "Ih ... dasar! Bilang aja kamu messum! Ogah, aku gak mau mandi. Enggak mandi aja tetap cantik kok!" tolak Kenza.


"Terserah kamu aja. Kali aja kamu berubah pikiran. Di kamar sebelah ada beberapa pakaian milik Mommy-ku. Kamu bisa pakai untuk ganti," ujar Arshen.


"Ogah!" Lagi-lagi Kenza bernada ketus.

__ADS_1


🌼🌼🌼


Setelah pertemuan dengan Kenza beberapa jam yang lalu, wajah Kala terlihat sangat murung. Bahkan rasanya tidak semangat untuk berangkat ke kantor. Namun, karena dia tidak ingin mengecewakan papanya dia tetap harus bekerja.


Kala adalah satu-satunya anak lelaki dari pasangan Zahra dan Arkana. Dari kecil dia sudah menyukai Kenza. Bahkan Kala berusaha masuk satu sekolah dengan Kanza. Lambat laun kedua semakin dekat dan saat memasuki kelas 11, Kala memberikan diri untuk mengungkapkan perasaan pada Kenza. Nasib baik pun memihak padanya karena perasaan dibalas juga oleh Kenza. Namun, berselang satu tahun Kenza memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya diluar Negeri. Hati Kala langsung hancur saat itu Tapi Kenza usaha untuk meyakinkan Kala jika akan tetap menjaga cintanya sampai Kenza kembali lagi.


Selama 6 tahun keduanya menjalin hubungan jarak jauh. Terkadang saat Kala libur dia memutuskan untuk mengunjungi Kenza untuk melepaskan rasa rindunya. Namun, setelah penantian yang panjang Kala harus menelan rasa kecewa dengan keputusan Kenza yang memiliki untuk mengakhiri hubungan mereka. Bahkan Kenza tidak tidak memberikan alasan yang masuk akal. Kala pun semakin yakin jika Kenza telah membagi hatinya untuk pria lain.


"Kala, kamu kenapa?" tanya Elena yang mengejutkan Kala.


"Astaga Elena." Kala merasa sangat terkejut. "Kamu ngapain disini?"


Elena tersenyum lebar. "Oh iya, aku lupa memberitahumu kalau hari ini aku menggantikan Om Re untuk meeting karena Om Re sedang sibuk. Kata Om Re, hari ini kamu sudah pulang dari luar kota," ucap Elena .


"Iya gak apa-apa. Aku tahu kok. Tapi kalau kamu masih capek, ditunda pun gak apa-apa. Kan masih ada hari besok."


"Aku gak apa-apa, Kok. Ya udah di ayo ke ruangan meeting."


Elena tersenyum lebar sambil mengikuti langkah Kala menuju kesebuah ruangan. Karena Elena tidak membawa asisten pribadinya, kini mereka hanya berdua saja dengan Kala untuk membahas kerja sama antara perusahaan milik Daddy-nya dengan milik Kala.


"Kamu beneran gak papa, Kal!" tanya Elena yang masih penasaran dengan keadaan Kala.

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak apa-apa. Oh iya El, apakah aku bisa meminta bantuanmu?" tanya Kala dengan tatapan penuh harap.


"Bantuan apa itu? Selagi aku bisa membatu, aku pasti akan membatu, Kal."


Karena Kala sangat mempercayai Elena dan menganggapnya sebagai seorang adik, dia tidak ragu-ragu menanyakan apakah saat ini Kenza sedang dekat dengan pria lain atau tidak. Namun, karena Elena sangat membenci Kenza dia mengatakan jika Kenza memang sedang dekat dengan seorang pria dan sering jalan bersama. Bahkan Elena menunjukkan beberapa foto Kenza yang sedang berjalan dengan Arshen beberapa jam yang lalu.


"Sebenarnya aku tidak ingin memberitahumu, Kal, tapi aku merasa kasihan denganmu. Kamu lihat sendiri kan kalau Kenza diam-diam kesebuah apartemen bersama dengan pria lain. Padahal aku sudah menasehatinya untuk tidak bermain api, tetapi sepertinya Kenza tidak peduli," jelas Elena dengan bibir yang terangkat luas.


Kala merasa sangat terkejut dengan sebuah video yang ditunjukkan oleh Elena, dimana tubuh Kenza sengaja ditutupi dengan rapat agar tidak ada yang mengenalinya.


"Ini tidak mungkin!" Kala masih tidak percaya.


"Tapi inilah yang sebenarnya. Kamu jangan tertipu dengan wajahnya yang sok imut. Aku hanya merasa kasihan denganmu karena telah diduakan oleh Kenza. Bukankah Kenza sudah pulang satu minggu yang lalu, tetapi dia sama sekali tidak berniat untuk bertemu denganmu kan?"


Kala terdiam untuk beberapa saat. Jika benar dan setelah memiliki pria lain dalam hidupnya, lalu apa hubungannya kisah cinta yang sudah terjalin semenjak 6 tahun lalu. Apakah Kenza benar-benar tega mengkhianatinya.


"Sudahlah, Kal. Lupakan saja Kenza. Dia itu bukan wanita yang baik. Apakah selama kedatangannya Kenza pernah menghubungimu? Tidak kan? dia sudah tidak peduli lagi denganmu karena dia sudah memiliki yang baru, terlebih seorang artis yang terkenal." Elena berusaha untuk tetap meyakinkan Kala jika Kenza bukanlah wanita baik.


"Baiklah. Maafkan aku telah membahas di luar topik meeting kita hari ini."


"Udah gak papa. Santai aja yang penting saat ini kamu tahu seperti apa Kenza yang sebenarnya."

__ADS_1


Akhirnya Kala memilih untuk berhenti membahas Kenza, karena dadanya sudah terasa panas. Entah harus percaya atau tidak dengan sebuah video yang telah menampilkan sosok Kenza yang sedang berjalan dengan seorang pria menuju ke sebuah apartemen. Hatinya menepis rasa kecewa, tetapi saat melihat bukti yang nyata membuat Kala merasa bimbang.


__ADS_2