
Perasaan Kenza tiba-tiba merasa tidak enak saat Daddy-nya mengumpulkan semua anggota keluarga. Entah apa yang akan dibahas oleh Daddy-nya malam ini, tetapi firasat Kenza sudah yakin jika Daddy-nya ingin membahas masalah perjodohannya dengan anak dari sahabat Daddy-nya.
Saat Kenza baru saja turun dari tangga, semua mata tertuju padanya. Bahkan Kenza sendiri sampai bingung apakah ada yabg salah dengan penampilan saat ini, tetapi saat dilihatnya, tidak ada yang salah.
"Ada apa? Apakah ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Kenza penuh heran.
"Tidak ada. Kami hanya terkesima dengan auramu. Malam ini kamu terlihat sangat cantik," ujar Daddy-nya.
Kenza hanya mengendikkan bahunya. "Aku kan memang sudah cantik sejak lahir, Dadd."
Keanu mengakui jika tingkat kepercayaan diri yang dimiliki olehnya menurun kepada anaknya, meskipun dalam segi wajah, Keanu tidak kebagian karena sudah di borong oleh Alan. Padahal Alan sama sekali tidak ikut mencetak, tetapi hasilnya menyerupai Alan.
"Duduklah sini! Ada yang ingin Daddy bicarakan kepadamu," kata Keanu.
Kenza sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakan oleh Daddy-nya. "Dadd, sudah Eza katakan berulang kali kepada Daddy kalau Eza enggak mau dijodohkan dengan siapapun. Esa punya pilihan sendiri Dadd."
"Eza, kamu tidak bisa menolaknya, karena perjodohan ini sudah dilakukan sejak kalian masih kecil. Jikapun kamu belum siap untuk menikah saat ini, pihak laki-laki siap untuk menunggumu sampai benar-benar siap. Za, jangan buat Daddy malu."
Kenza tidak tahu bagaimana caranya untuk membuat Daddy-nya membatalkan perjodohannya. Sungguh Kenza ingin memilih pasangan hidupnya dengan pilihannya sendiri.
"Daddy, anak Daddy yang perempuan itu ada dua. Eza sama Ezi. Kenapa gak Ezi aja yang Daddy jodohkan dengan anak temennya Daddy. Ezi kan anaknya Daddy juga."
"Apaan, aku enggak mau. Aku masih ingin menimba ilmu lebih tinggi dulu!" tolak Kenzi dengan cepat.
__ADS_1
"Udahlah Dadd, kalau Eza gak mau gak usah dipaksakan. Biarkan Eza memilih pilihannya sendiri. Nanti kalau dia sampai salah pilih, biarkan saja dia menikmati pilihannya sendiri," saran Kenzo.
"Ezo ... kamu benar-benar ya!" sentak Kenza. "Lagian pilihanku lebih bagus dari pilihan Daddy. Mana mungkin aku salah pilih!"
Keanu sudah tahu jawaban apa yang akan diberikan Kenza padanya. Pasti Kenza akan menolak dan mengatakan jika dia sudah mempunyai pilihannya sendiri. Karena Keanu sudah mengetahui pilihan Kenza, maka Keanu memberi kesempatan untuk membawanya ke rumah.
"Baiklah kalau begitu bawa dia untuk bertemu dengan Daddy. Daddy ingin menilai apakah pria itu benar-benar baik atau hanya topengnya saja. Jika pilihanmu lebih baik Daddy menyerah, asalkan kamu menikah dengan pilihanmu dalam waktu dekat, bagaiman?" tantang Keanu.
Kenza langsung membulatkan matanya dengan lebar. Bahkan kerongkongannya terasa sulit untuk menelan ludahnya. Apa yang akan dia lakukan selanjutnya, sementara saat ini Arshen dalam mode cuek pada dirinya. Entah salah apa yang telah diperbuat sehingga Arshen mengabaikan dirinya.
"Eza, bagaimana? Apakah kamu tidak keberatan? Daddy akan menganggap kamu membohongi Daddy jika kamu tidak mau membawa pilihanmu untuk menemui Daddy."
Untuk kesekian kalinya Kenza dibungkam lagi dengan ucapan Daddy-nya sendiri.
"Baiklah, Eza akan bawa pilihan Eza untuk menemui Daddy, tapi setelah ini Daddy harus batalkan perjodohanku. Bagaimana?" tawar Kenza.
"Asalkan kamu mau langsung menikah dengan pilihanmu, Daddy akan menuruti permintaanmu untuk membatalkan perjurian kalian. Bagaimana?" Lagi-lagi Keanu menantang Kenza.
Untuk kesekian kalinya Kenza harus dibongkar rapat oleh Daddy-nya Bagaimana bisa dirinya harus langsung menikah, sementara Kenza hanya menjadikan Arshen sebagai pacar bohongannya saja agar Kenza terhindar dari perjodohan.
Aku harus membujuk Arshen untuk membantuku lagi. Jikapun ada pernikahan di antara kita, itu hanya pernikahan sandiwara. Aku yakin jika Arshen mau membantuku. Baiklah Daddy, aku terima tantangan Deddy. Daddy pikir aku tidak pintar? Maaf, Daddy salah. batin Kenza.
"Baiklah, Eza akan membawa pilihan Eza kepada Daddy. Kalian semua yang ada di sini harus menjadi saksi jika Daddy akan membatalkan perjodohan ini asalkan pilihan Eza adalah pilihan yang paling baik. Janji adalah sebuah hutang. Dan hutang itu harus di bayar. Dosa kalau gak dibayar!"
__ADS_1
"Oke, siapa takut!" ujar Keanu.
Mouza yang sejak tadi hanya menyimak perbincangan langsung memprotes keputusan suaminya. Bagaimana bisa perjodohan yang telah dilakukan 20 tahun yang lalu akan dibatalkan begitu saja. Apakah suaminya sudah tidak waras lagi?
"Dadd, apakah kamu serius dengan keputusan ini? Bagaimana dengan keluarga Shereen dan Arga? Mereka pasti akan sangat kecewa dengan keputusanmu ini, Dadd. Perjodohan ini sudah terjadi 20 tahun yang lalu. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kecewanya mereka kepada kita." Mouza angkat suara.
"Mommy, terima saja keputusan Daddy. Iya kan Dadd?" Kenza meminta persetujuan kepada Daddy-nya.
Dengan anggukan kecil serta bibir yang terangkat tipis Keanu berkata, "Iya."
Kali ini giliran Mouza yang harus mengerucutkan bibirnya. Meksipun usianya hampir memasuki kepala empat, tetapi auranya hampir seimbang dengan Kenza.
Melihat bibir Mouza telah manyun, ingin rasanya Keanu menggigitnya. Namun, dia sadar akan keberadaan anak-anaknya. Tidak mungkin Keanu menangkap bibir istrinya dihadapan anaknya.
"Bukan kamu yang mengatakan untuk membiarkan Eza pada pilihannya sendiri? Lalu mengapa setelah aku mengabulkan permintaanmu kamu malah keberatan?" tanya Keanu pada Mouza.
"Tapi aku rasa ini tidak adil untuk keluarga Arga, Dadd," balas Mouza.
"Sudahlah, karena keputusan Daddy sudah bulat, Daddy ke kamar duluan ya soalnya Daddy mau lembur. Ayo, Sayang!" Tangan Keanu sudah menarik tangan Mouza untuk diajak ke kamar.
"Tapi aku belum ngantuk, Dadd!" tolak Mouza.
"Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk tidur? Aku tadi bilang aku ingin lembur," ucap Keanu.
__ADS_1
"Lembur?" Mouza mencerna satu kata yang mempunyai banyak makna. Yang dimaksud Keanu adalah lembur tugas negara atau tugas kantornya?