Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 46 : Mencurigai Elena


__ADS_3

"Apakah semua ini adalah ulahmu?" Alan bertanya pada Elena saat berada berada di meja makan.


Elena merasa sangat terkejut dengan sebuah tuduhan yang diberikan kepada dirinya, sementara dia tidak tahu apa-apa.


Maksud Daddy apa?" Elena bertanya dengan heran.


"Lan, ada apa?" Azra yang tidak tahu apa-apa ingin Alan menjelaskan apa yang sedang terjadi sehingga wajahnya terlihat sudah tidak bersahabat.


"Kamu tanyakan saja pada Elen apa yang telah dia lakukan." Alan berbicara dengan nada ketus.


"Sebenarnya ini ada apa sih? Baiklah tidak apa-apa jika kalian tidak mau memberitahu ada masalah apa. Mommy akan cari tahu sendiri. Anggap aja Mommy ini bukan siapa-siapa kalian lagi!" Azra langsung meninggalkan meja makan karena merasa geram dengan sikap anak dan suaminya yang beberapa hari ini terlihat semakin menjauh.


"Tapi Elen benar-benar tidak tahu apa yang sedang terjadi, Momm. El enggak bohong. Dadd, sebenarnya ada apa?" Kini Elena memberanikan diri untuk bertanya kepada Daddy.


Seketika Alan mengambil ponselnya dan langsung menunjukkan sebuah berita kepada Elena.


Seketika Elena menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Dia benar-benar sangat terkejut dengan berita yang baru saja dibacanya. Sungguh untuk masalah ini Elena tidak tahu apa-apa.


Kepala Elena menggeleng dengan pelan. "Tapi bukan El yang melakukan ini Dadd. El berani bersumpah jika ini bukan El pelakunya."


Azra merasa sangat penasaran dengan berita yang sedang dipermasalahkan oleh suaminya. Dengan cepat tangan Azra langsung menyambar ponsel yang sedang berada ditangan Elena.

__ADS_1


"Berita apa sih?"


Bola mata Azra langsung membulat dengan lebar saat melihat berita tentang Kenza yang kini tengah menjadi tranding topik sosial media.


"Berita apa ini? Bagaimana bisa mereka menyebarkan berita yang tidak benar. Ini sama saja sudah mencemarkan baik nama seseorang. Tapi siapa yang membuat berita sampah seperti ini. El, jujur dengan mommy, ini bukan ulah kamu kan, nak?"


Elena merasa terintimidasi oleh dua orang yang sudah dianggapnya sebagai orang tuanya. Dengan senyum getir, Elena menatap Mommy-nya. "Kenapa sih kalian tidak bisa percaya kepada El? Apakah begitu buruk El di mata kalian. El akui El memang tidak menyukai Kenza tetapi untuk kali ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan El. Bukankah Daddy tahu sendiri akhir-akhir ini El sibuk di kantor?" Elena berkata dengan mata yang telah berkaca-kaca.


"Terserah kalian saja akan percaya kepada El atau tidak. Yang pasti semua ini bukan perbuatan El!" Seketika Elena langsung berdiri dan meninggalkan meja makan.


Satu perbuatan buruk mampu menghapuskan sejuta rasa kepercayaan. Begitulah yang sedang dirasakan oleh Elena saat. Satu kali dia mencelakai Kenza, selamanya orang-orang akan tetap menyalahkan dirinya, sekalipun dia tidak bersalah.


"Jadi kalau bukan dia siapa, Zra? Acara pernikahan Eza hanya dihadiri oleh tetangga dan keluarga besar saja. Jikapun ada yang membocorkan pasti itu salah satu dari keluarga kita. Dan satu-satunya adalah Elen. Bisa jadi dia sengaja membuat berita sampah ini agar respirasi Arshen dan Eza rusak. Lalu jika jika bh untuk dia siapa?" Alan pun sudah tidak selera untuk melakukan serapannya. Dia pun memilih untuk langsung pergi ke kantor karena pikirannya sudah buram. Bagi Alan, Eza adalah segalanya.


Dalam perjalanan ke kantor Alan sengaja melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah karena dia sedang bertanya-tanya dalam hati siapakah orang yang telah menyebarkan berita sampah itu.


Seperti biasa kondisi jalanan setiap pagi pasti akan mengalami kemacetan. Dan kini Alan terjebak dalam kemacetan yang lumayan panjang. Entah apa yang membuat jalan macet panjang.


"Kapan jalanan ini bebas macet," gerutu Alan dengan rasa kesal, karena tiada hari tanpa macet.


Mata Alan pun berkeliaran menyapu kanan kiri untuk melihat keadaan sekitar. Namun saat mata Alan menoleh ke samping kanan, matanya menangkap dengan jelas Elena sedang berada dalam satu mobil dengan seorang wanita. Karena wanita yang sedang menyetir menggunakan topi dan juga kacamata, Alan tidak bisa melihat dengan jelas siapa wanita tersebut.

__ADS_1


"Elen berangkat sama siapa ya?" Alan bertanya kepada dirinya sendiri karena tidak ada orang yang berada di sampingnya. Tanya sendiri, jawab sendiri. Begitulah keadaan Alan sampai saat ini.


Karena Alan masih mencurigai Elena sebagai orang yang telah membuat berita sampah itu, akhirnya Alan memilih untuk mengikuti mobil yang ditumpangi oleh Elena.


Tidak berapa lama mobil yang diikuti oleh Alan ternyata tidak menuju ke kantornya, melainkan ke sebuah apartemen yang tidak asing baginya. Karena sangat merasa penasaran, Alan tak ingin kehilangan jejak Elena yang saat ini sedang masuk bersama dengan seorang wanita. Namun, sepertinya wanita itu sengaja menutup bagian wajahnya agar tidak ada yang mengenalinya.


"Apakah Elen berteman dengan seorang mafia? Atau bandar narkotika atau jangan-jangan Elen berteman dengan para madam? Astaga ... itu tidak boleh!" Dengan langkah pelan Alan mengikuti dua orang yang kini sudah hampir menjauh.


"Jangan sampai Elen terjun kedalam dunia gelap. Darimana dia bisa bertemu dengan para madam? Ah, dasar anak bisanya hanya buat masalah aja." Alan menggerutu saat mengingat kelakuan dan tingkah Elena yang sudah sangat keterlaluan.


Orang yang membawa Elena merasa jika langkahnya ada yang mengikuti. Dia pun berhenti dan langsung menoleh kebelakang. Tak ada sesuatu! Wanita itupun memilih melanjutkan lagi langkahnya untuk menuju ke kamar.


"Ada apa, Tan?" tanya Elena.


"Tidak ada! Mungkin ini hanya perasaan tante aja yang merasa kalau kita sedang diikuti oleh seseorang. Tapi sudahlah, itu hanya perasaan untuk aja," jelas wanita itu.


Ya dia adalah Mili, ibu kandung dari Elena yang saat itu sengaja diberikan kepada Azra agar Elena mempunyai keluarga yang utuh serta hidup dengan bergelimang harta, karena saat itu Mili tahu jika Azra baru saja kehilangan bayinya dan lebih parahnya lagi Mili mengetahui jika Azra sudah tidak bisa memiliki keturunan lagi.


"Tan, kita mau apa ke tempat ini! Tante sedang tidak ingin menjualku kan?" tanya Elena yang merasa terkejut karena Mili telah mengajaknya untuk masuk ke dalam kamar apartemennya.


...💜💜💜💜...

__ADS_1


__ADS_2