
Rasa sakit itu ketika mencintai seseorang tetapi orang itu tidak mencintai kita. Cinta yang baru saja tumbuh bermekaran di dalam hati, harus terpatahkan oleh kenyataan.
Kenzo hanya bisa menghela napas kasarnya setelah melakukan pertemuan dengan Greya, wanita yang telah membuat jantungnya bergetar dengan kuat saat pertama mereka bertemu. Bahkan semenjak pertemuan pertamanya dengan Greya, Kenzo terus menerus memikirkan wanita itu hingga berbagai cara dilakukannya hanya untuk bertemu dengannya. Namun, karena kesibukan yang dimiliki oleh Greya membuat Kenzo sangat kesulitan untuk bertemu dengan Greya. Dan saat Greya telah memiliki waktu luang, Kenzo langsung mencari celah untuk bisa bertemu dengan Greya.
10 menit yang lalu Kenzo baru saja duduk satu meja dengan Greya. Karena saat ini dirinya sedang terdesak oleh keadaan, tanpa basa-basi Kenzo langsung mengungkapkan perasaan yang dimilikinya kepada Greya. Namun, Greya yang sama sekali tidak memiliki perasaan kepada Kenzo, sama sekali tidak tertarik dengan pengakuan Kenzo yang mengatakan kata cinta padanya.
"Sebelumnya aku berterima kasih kepadamu Ken atas perasaanmu padaku. Tapi aku tidak bisa menerima perasaanmu karena aku telah memiliki seseorang yang aku cintai. Maaf Ken, aku sibuk dan harus segera pergi."
Begitulah kakak yang diucapkan oleh Greya sebelum meninggalkan Kenzo. Padahal Kenzo sudah berusaha agar untuk menunggu waktu agar bisa bertemu dengan Greya. Akan tetapi baru saja mengungkapkan isi hatinya saja sudah di tolak mentah-mentah oleh Greya.
Berjalan gontai karena telah gagal. Rasanya ingin tenggelam di dalam lautan. Mungkinkah ini yang dirasakan oleh Kenza saat tidak setuju untuk dijodohkan dengan Arshen. Rasanya meledak-ledak seakan ingin musnah dari muka bumi karena tidak bisa menghentikan keinginan Daddy-nya.
Saat ingin masuk ke dalam mobil, matanya tak sengaja menangkap seseorang yang dia kenal sedang berbicara dengan seorang pria. Meskipun baru satu kali melihat, tetapi Kenzo sudah bisa mengenali wajahnya.
"Itu kan Alma. Sama siapa itu?" Kenzo bertanya pada diri sendiri karena merasa penasaran dengan pria sedang berbicara kepada Alma. Posisi pria yang membelakanginya sangat membuat jiwa keingintahuan Kenzo meronta-ronta.
Kenzo tidak berani untuk menghampiri dan memilih untuk mengikuti Alma yang saat ini sudah naik kedalam sebuah mobil.
"Jangan-jangan itu pacarnya. Bagus deh kalau dia udah punya pacar. Jadi aku punya alasan untuk menolak perjodohan ini."
Mobil yang ditumpangi Alma telah meninggalkan sebuah cafe dann kini sudah berjalan dengan kecepatan sedang untuk membelah jalanan. Sebenarnya Kenzo sangat merasa penasaran dengan laki-laki yang sedang membawa Alma. Apakah laki-laki itu lebih tampan darinya atau biasa saja.
__ADS_1
Kini mobil yang diikuti telah berhenti di sebuah di sebuah swalayan. Terlihat dengan jelas pemilik mobil itu turun dari mobilnya. Namun, Kenzo harus membulatkan matanya dengan lebar untuk memastikan apakah sosok yang sedang bersama dengan Alma itu adalah pria yang pernah dibawa pulang ke rumah oleh Daddy-nya karena telah menculik Kenza saat itu.
"Itu kayak mantan pacar Kenza, deh. Tapi kok bisa jalan sama Alma, sih? Katanya Alma baru aja pulang dari luar negeri? Apa jangan-jangan mereka memang udah kenal sebelumnya? Wah ... parah ini!"
Ya, dari pantauannya Kenzo melihat Kala sedang masuk ke dalam sebuah swalayan bersama dengan Alma, wanita yang baru saja diperkenalkan oleh Daddy-nya sebagai calon istri untuknya. Jika Alma sudah mempunyai kekasih, berarti Alma hanya terpaksa saat menerima perjodohan itu.
"Jika dia sudah memiliki kekasih, lalu mengapa dia menerima perjodohan ini? Aku yakin dia sangat terpaksa saat menerima perjodohan ini. Lagian napa sih Daddy tuh suka sekali main jodoh-jodohin. Dipikir anaknya gak laku apa? Ya, meskipun kenyataannya baru saja di tolak, sih!" Kenzo mendumel sebelum menghidupkan mobilnya. Kini dia bisa tidur dengan nyenyak karena telah mengetahui siapa pria yang sedang bersama dengan Alma.
.........
Di sebuah swalayan Alma sedang memilih sayur yang akan dimasak. Kebetulan hari ini dia akan mengundang keluarga Kala untuk makan malam di rumahnya. Meskipun ada IRT di rumahnya, tetapi Alma memilih untuk berbelanja sendiri. Dengan begitu dia bisa memilih dengan bebas sayur yang akan dimasaknya. Ketrampilan memasak yang dimiliki oleh Alma diwarisi oleh mamanya yang saat ini sudah merasa tenang di alamnya. ( Yang udah baca novel BELENGGU PERNIKAHAN SEMU, udah tahu siapa mereka kan? 😂 Yang belum baca, baca dulu gih, gratis kok 🤠)
"Al, aku dengar dari papa kamu menyetujui perjodohan itu, ya? Apakah kamu udah yakin dan tidak akan menyesal di kemudian harinya? Cinta itu tidak bisa dipaksakan. Jika kamu tidak cinta apa salahnya kamu menolak. Kamu ini cantik dan berprestasi. Aku yakin kok banyak cowok yang ngantri. Tidak semua perjodohan itu akan berakhir dengan indah, Al." Kala mengomentari keputusan Alma saat menyetujui perjodohan dari papanya.
"Kalau kamu bilang jalannya cinta karena terbiasa, lalu mengapa aku sampai ditinggalkan oleh Kenza, padahal hubungan kami sudah terjalin selama 6 tahun lamanya. Apakah itu masih kurang?"
Alma tersenyum tipis ke arah Kala. "Jika sudah begitu lain ceritanya, Kal. Itu artinya wanita itu bukanlah jodohmu. Ya anggap saja selama ini kamu sedang menjaga jodoh orang."
"Kamu ngeledek aku, Al?" Kedua alis Kala langsung menaut.
Alma malah menertawakan ucapan Kala. Padahal Alma hanya mengatakan sebuah fakta saja. Jika tidak menjaga jodoh orang lalu apa?
__ADS_1
"Aku sedang tidak mengejekmu, Kal. Aku hanya mengatakan sebuah kenyataan. Sudahlah dia bukan jodohmu. Luapkan dia karena saat ini jodohmu sedang menunggu jemputanmu. Jika bisa jangan lama-lama. Semakin lama maka peluang orang akan semakin besar untuk mengambilnya!" saran Alma.
"Dih ... sok tahu!" cibir Kala.
Setelah selesai berbelanja Kala langsung mengantarkan Alma pulang ke rumah. Rumah yang besar hanya ditinggali oleh papanya dan beberapa orang asisten rumah tangga. Rumah yang tak pernah berubah karena akan terasa sepi layaknya tak berpenghuni.
"Al, aku langsung terus aja ya, karena masih ada kerjaan lain. Sampaikan salamku untuk papa Alzam. Semoga cepat sembuh," ucap Kala sebelum meninggalkan rumah Alma.
"Tapi nanti kamu ikut makan malam kan? Jangan bilang gak ada waktu!"
"Iya, iya. Datang kok. See you Alma." Sebuah lambaian tangan mengakhiri pertemuan Kala dan juga Alma hari ini.
Sepeninggal Kala, Alma langsung masuk ke dalam rumah dengan kedua tangan yang telah menenteng kantong plastik. Baru saja masuk, suara demenan terdengar di telinga Alma membuat wanita itu langsung menoleh ke asal suara. "Papa," ucapnya saat melihat papanya sudah menunggu kedatangan Putri semata wayangnya.
"Kamu darimana, Al? Itu apa?"tanya Alzam—papanya Alam.
"Alma baru pulang dari belanja, Pa. Kebetulan tadi ketemu sama Kala sehingga dia menemaniku untuk berbelanja. Papa udah minum obat?" tanya Alma saat melihat papanya duduk di depan televisi.
"Oh, syukurlah bertemu dengan Kala. Tapi mana dia? Mengapa dia tidak tidak ikut masuk?"
"Kala udah kembali ke kantornya karena masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Papa tenang aja nggak usah mengkhawatirkan keadaan Alma. Alma udah besar dan bisa menjaga diri Alma sendiri, seperti kak Deena, Pa."
__ADS_1
Cinta seorang ayah terhadap anaknya tidak akan pernah bisa tergantikan, terlebih saat merangkap persn sebagai seorang ibu. Alzam sangat menyayangi satu-satunya putri yang yang dimilikinya. Tanpa Alma mungkin Alzam tidak akan pernah bisa bertahan sampai detik ini. Didalam diri Alma, Alzam bisa menemukan Melani—mendiang istrinya. Bahkan sampai detik ini Alzam tetap mencintai Melani dan tidak bisa menggantikan posisi Melani dalam hatinya.
...💜💜...