Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 57 : Sebuah Pengakuan


__ADS_3

Menjadi istri seorang artis sangatlah tidak bebas. Terlebih Arshen meminta status pernikahan mereka di private terlebih dahulu, karena tidak semua orang merasa bangga saat menunjukkan pasangan mereka di depan publik. Dan salah satunya adalah Arshen yang sangat tertutup dengan kehidupan pribadinya. Baginya cukup dia saja yang terkenal dan diketahui banyak orang, tetapi jangan keluarganya.


"Shen, aku membawa kabar baik untukmu," kata Seno yang baru saja tiba di apartemen milik Arshen.


"Kabar apa?" tanya Arshen sambil mencuci piring bekas yang baru saja digunakannya untuk makan.


"Aku baru saja melihat berita seseorang sedang memberikan sebuah klarifikasi atas berita sampah kemarin. Dia mengatakan jika berita yang dibuatnya itu bukanlah berita benar. Dan saat ini orang itu sudah memakai baju orange," kata Seno dengan raut wajah yang sumringah.


"Hah? Serius kamu, Sen? Siapa dia?" Arshen merasa kaget dengan kabar yang baru saja sampai di telinganya. Maklum saja setelah menikah dengan Kenza dia sudah jarang memegang HP karena saat ini yang di pegang adalah alat dapur. Sebenarnya bisa saja Arshen mencari seorang asisten rumah tangga untuk membersihkan apartemennya, tetapi Arshen tidak ingin tidak tertarik. Bahkan orang yang biasa membersihkan apartemen miliknya telah diberhentikan dengan alasan ingin mengajari istrinya tentang mengurus rumah. Dan kini dua insan itu sepakat untuk membagi tugas. Karena Kenza tidak bisa memasak dia memilih untuk menyapu dan mengepel lantai selebihnya semua adalah tugas Arshen.


"Aku serius, Shen. Dan kamu tahu enggak, ternyata yang berhasil membongkar masalah ini adalah Daddy mertuamu. Sumpah keren banget sih punya mertua seperti itu yang sangat peduli dengan masalah menantunya," ujar Seno.


Arshen langsung mencuci tangannya karena merasa tertarik dengan apa yang dikatakan oleh Seno. "Maksud kamu Daddy mertua yang mana, nih? Daddy mertuaku ada dua."


"Siapa lagi kalau bukan Daddy si Alan itu. Meskipun bukan Daddy kandungannya istrimu tetapi dia sangat peduli akan masalah yang sedang kalian hadapi. Sumpah mertua kayak gitu tuh limited edition, Shen!"


Kenza yang tidak sengaja mendengar Seno sedang memuji Daddy si Alan-nya hanya tersenyum kecil. Mungkin sebagian orang yang belum mengenal Daddy si Alan-nya akan mengatakan jika Daddy-nya itu menyeramkan. Namun, setelah mereka mengenal maka sisi lain pun akan terlihat. Nyatanya Daddy si Alan tak menyeramkan seperti apa kata orang. Kenza sangat bersyukur memiliki dua orang Daddy yang sangat peduli padanya. Ya, meskipun Daddy Keanu-nya tak seposesif Daddy si Alan-nya, tetapi Daddy Keanu-nya juga sangat menyayanginya dengan caranya sendiri.


"Terus siapa pelakunya?" Kenza menyahut dalam perbincangan dua pria yang berada di dapur.


Seno hampir tidak percaya dengan apa yang sedang dilakukan oleh Kenza. Baru beberapa hari dia tidak singgah ke Arshen sebuah perubahan besar ternyata sedang terjadi.


"Kamu ngapain? Kayak bisa ngepel aja!" sinis Seno pada Kenza.


"Sembarangan! Kalau cuma ngepel gini bayi pun juga bisa. Ya kali kamu gak bisa ngapa-ngapain." Kenza kembali meledak Seno.


"Ya kali aku punya istri masih ngerjain tugas rumah. Mending tukar yang baru aja."


Kenza hanya mendengkus kasar. Berbicara dengan Seno hanya akan memancing emosi saja. Karena saat ini ke Kenza sedang tidak ingin berdebat dengan siapapun dia pun memilih untuk melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan beristirahat dengan tenang.


"Eh, tadi Eza nyanya siapa pelakunya, belum kamu jawab lho, Sen! Aku juga penasaran dengan pelakunya," sahut Arshen.


"Katanya sih tuh pelaku hanya disuruh sama seseorang aja. Tapi aku gak tahu siapa yang menyuruhnya karena orang itu tidak menyebutkan nama tetapi dia hanya menyebutkan bahwa pelakunya adalah seorang wanita," jelas Seno.

__ADS_1


Arshen langsung menautkan kedua alisnya. Padahal sebelumnya dia menganggap jika orang yang telah membuat berita sampah itu adalah Kala, mantan pacar istrinya. Namun pada kenyataannya sang pelaku adalah seorang wanita. Lalu siapa dia? Apakah Kenza memiliki seorang musuh?


"Wanita?" gumam Kenza.


Tidak mungkin Elena kan? Aku yakin 100% pelakunya bukan Elena. Kenza masih tetap pada pendiriannya jika bukan Elena yang buat berita sampai itu. Lalu jika bukan Elena siapa lagi?


"Za, apakah kamu punya musuh?" Kini Arshen bertanya pada Kenza.


Kapala Kenza menggeleng dengan pelan. "Tidak. Selama ini aku tidak mempunyai musuh karena aku tinggal di luar negeri. Bagaimana ceritanya aku memohon?"


"Lalu siapa?" timpal Seno. "Atau jangan-jangan ini adalah ulah haters kamu, Shen?"


Arshen juga menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Aku tidak tahu. Siapapun orangnya, semoga segera diberi hidayah oleh Tuhan dan sakit akan kesalahan yang telah diperbuatnya."


.........


Didalam sebuah ruangan Alan dan Keanu menatap tajam ke arah seorang wanita yang saat ini telah menjadi tawanannya. Jika awalnya wanita itu ingin menghancurkan keluarga Alan dan Keanu. Namun, ternyata kenyataan bertolak belakang, karena saat ini dirinyalah yang akan hancur.


Berawal dari siang itu Alan terus menerus menguliti Mili untuk mengatakan apa tujuannya kembali lagi setelah menghilang selama 25 tahun lamanya.


Mili yang hampir satu minggu menjadi tahanan Alan, sudah lemas tak berdaya. Namun, wanita itu masih bisa tersenyum saat melihat dua orang yang pernah ada di masa lalunya itu. Satu adalah mantan tunangannya, dan satu lagi adalah mantan pelampiasan hasratnya.


"Bang enaknya kita wanita ini ke tengah laut untuk menjadi paus, agar dia tidak meresahkan dunia lagi. Aku tidak ingin kemunculan wanita ini menjadi sumber masalah untuk keluarga kita. Bibirnya yang tak semanis madu bisa-bisa meracuni pikiran istri kita. Tidak ada salahnya jika kita memusnahkan saja wanita!" saran Alan yang sudah menghadapi Mili. Wanita yang tidak mempunyai rasa takut sedikitpun padahal saat itu Mili telah menjadi umpan teman-teman Keanu.


"Ide bagus, tuh! Tumben pintar!" Keanu memuji atas saran yang diberikan Alan kepadanya. "Ya udah, buruan siapkan semuanya!" titah Keanu.


Tidak ingin membuang waktu yang tersisa Alan segera membawa Mili untuk keluar dari ruangan yang sering digunakan untuk menyekap seseorang.


"Lepaskan!" Mili memberontak karena tidak ingin naik ke dalam mobil.


"Udahlah, diam aja kamu! Salah siapa kamu menunjukkan wajahmu dihadapanku lagi. Sekarang akan aku kirim kamu untuk menikmati alam bebas di tengah laut," ujar Keanu.


"Tapi aku gak mau! Lepaskan!"

__ADS_1


Seberapapun besar Mili memberontak tetap tidak akan bisa melepaskan diri karena cengkeraman Alan terlalu kuat.


"Alan, lepaskan!"


.........


Hari ini Kenza dan Arshen berniat untuk mengunjungi Elena di rumah sakit karena sampai sekarang Elena masih dengan masa pemulihan dan belum diizinkan untuk pulang ke rumah. Sebenarnya Kenza tidak tahu masalah apa yang sedang dihadapi oleh Elena hingga dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya sendiri. Padahal Kenza sudah Kala untuknya.


"Za, aku ingin bertanya padamu. Tapi kamu harus menjawab itu jujur!" kata Arshen saat keduanya melewati lorong rumah sakit.


"Mau tanya apa?"


"Sebenarnya bagaimana perasaanmu saat jalan bersamaku?" tanya Arshen dengan helaan nafas panjang.


Seketika Kenza langsung menautkan kedua alisnya. Dia merasa heran dengan pertanyaan yang dilayangkan oleh Arshen. "Biasa aja sih. Emangnya kenapa?"


Kepala Arshen langsung menggiling dengan permen. "Tidak ada. Aku hanya bertanya saja. Jadi kamu sama sekali nggak ada perasaan suka kepadaku?"


Lagi-lagi Kenza harus dibuat terheran dengan pertanyaan aneh dari Arshen. "Shen, kamu kenapa sih? Sehat kan?"


"Udah jawab aja napa? Aku hanya ingin sebuah kejujuranmu, Za!"


"Untuk saat ini aku belum memiliki perasaan apa-apa padamu, Shen. Perasaan ini masih biasa saja. Aku tidak bisa memaksakan diri untuk mencintaimu, Shen! Tapi aku akan mencoba untuk mencintaimu. Maafkan aku jika saat ini rasa itu belum ada di hatiku, Shen." Karena Arshen menginginkan sebuah kejujuran, Kenza pun mengatakan apa adanya jika dia telah memiliki rasa cinta untuk Arshen.


Meskipun merasa kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh Kenza, Arshen harus berlapang dada untuk menerima kenyataannya bahwa sama sekali belum bisa menerima dirinya di dalam hatinya. Mungkinkah sampai detik ini saya belum bisa melupakan Kala?


"Its Oke. Aku gak papa. Aku paham kok." Nada Arshen terdengar melemah karena kecewa dengan jawaban Kenza.


Merasa ada yang salah dengan ucapannya , Kenza meminta maaf lagi pada Arshen.


"Shen, untuk saat ini aku minta Maaf. Tapi Aku berjanji akan belajar untuk mencintaimu, tapi tolong berikan aku waktu. Cinta itu butuh waktu, Shen. Jangan marah ya?"


Untuk apa marah? Jika cinta memang tidak bisa dipaksakan. Arshen membuang nafas kasarnya. Entah kapan cinta itu akan tumbuh di hati Kenza. Namun, Arshen akan tetap menunggu hingga waktu itu telah tiba.

__ADS_1


...💜💜...


Jangan kaget kalau tiba-tiba ada lebel END ya 😍


__ADS_2