Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 21 : Mencari Kenza Lagi


__ADS_3

Demi bisa kembali pulang ke kota, Seno mengorbankan Arshen. Toh hanya makan malam saja. Dan setelah itu keduanya tidak akan pernah bertemu lagi Bukan hanya sebuah syarat yang sangat mudah. Daripada terlantar di hutan dan mati kelaparan, tidak ada salahnya berkorban sedikit saja untuk sebuah kebaikan bersama.


Selama perjalanan kembali ke kota, Arshen mendiamkan Seno karena masih kesal Dengan yang asal mengiyakan saja syarat yang diberikan oleh Greya.


"Sudahlah yang penting sekarang kita bisa pulang dan tidak mati kelaparan," kata Seno yang fokus dengan setir kemudinya.


Hampir dua jam perjalanan, akhirnya Seno mendaratkan mobilnya dihalaman rumah Arshen. Karena merasa lelah dan lapar tanpa disuruh untuk masuk, Seno sudah masuk lebih dahulu. Bahkan dia membiarkan Arshen yang masih berada di dalam mobil.


Kedatangan Seno membuat orang tua Arshen yang semula tegang kini mengalihkan pandangan mereka.


"Selamat siap Om, Tante," ucap Seno.


"Eh, kamu Sen. Dimana Arshen?" tanya Arga, Daddy-nya Arshen.


"Arshen masih didalam mobil, Om. Seno mau numpang ke kamar mandi. Udah kebelet,* ujar Seno.


"Ya sudah sana."


Tidak berapa lama Arshen masuk dengan langkah gontai. Pikirannya masih tertuju pada Kenza yang entah berada dimana.


"Arshen kamu kenapa, Nak? Apa yang sudah terjadi denganmu mengapa kamu terlihat lusuh seperti ini?" tanya Shereena—Mommy-nya Arshen.


"She, kamu gak papakan? Kamu sudah dengar berita atau belum tentang Kenza anak Keanu hilang?" tanya Dirga— Daddy-nya.


Arshen yang ditanya langsung mengerut dahinya. "Daddy tahu darimana kalau Eza hilang?" tanyanya dengan terkejut.


"Orang tuanya tadi menghubungi Daddy dan meminta bantuan Daddy untuk membantu menemukan Kenza. Apakah kamu mendengar sesuatu tentang Kenza?"


Arshen terdiam dan menelan kasar salivanya. Diamnya Arshen membuat Arga merasa ada yang janggal pada anaknya.

__ADS_1


"Apakah kamu mengetahui sesuatu, Shen? Katakan apa yang terjadi kepada Kenza dan saat ini dia berada dimana?" tanya Arga dengan rasa penasaran.


"Itu Dadd—" Arshen merasa ragu untuk menceritakan pada Daddy-nya. Namun, jika dia tidak berterus terang maka tidak akan yang bisa menemukan dimana Kenza saat ini. Akhirnya Arshen mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada Kenza.


"Apa? Kenapa kamu tidak mengatakan sejak awal agar bisa segera dilacak? Kalau sudah seperti ini bagaimana?" Arga mengacak kasar rambutnya dan menyayangkan sikap Arshen yang tidak memberitahunya sejak awal.


"Aku pikir bisa menemukan Eza tanpa campur tangan kalian. Ternyata kami tersesat dan mutar-mutar ditempat yang sama. Akhirnya kami menyerah. Terlebih di sana tidak tidak ada sinyal, Dadd." jelas Arshen.


Setelah mendengarkan penjelasan anaknya, Arga langsung menghubungi anak buah yang dimilikinya untuk menuju ke tempat yang dikatakan oleh Arshen. Arga pun juga menghubungi Keanu untuk memberitahu jika saat ini Kenza ada diperbatasan kota.


Seno yang tidak tahu apa-apa merasa sangat terkejut saat mengetahui jika ternyata Kenza itu adalah calon yang telah dijodohkan dengan Arshen. Pantas saja Arshen terlihat sangat khawatir ketika mengetahui Kenza sedang dalam maslah. Berita sepenting ini Seno sama sekali tidak diberitahu, sungguh terlalu!


"Kamu sangat keterlaluan, Shen!" rajuk Seno setelah mengetahui sebuah kebenaran.


"Bukan aku tidak ingin memberitahu padamu, Sen. Tapi masalahnya Kenza tidak mau dijodohkan denganku dan yang lebih parahnya dia meminta bantuanku untuk menjadi pacar bohongannya Untuk membatalkan perjodohan ini."


"Panjang ceritanya. Tapi intinya aku dan Eza sudah dijodohkan sejak kecil, tetapi karena Eza memilih untuk melanjutkan pendidikannya di luar negeri kami tidak pernah bertemu. Terlebih Eza pernah jatuh dari tangga dan membiarkannya tidak bisa mengenaliku. Sebenarnya saat pertama kalinya aku bertemu dengannya di Bandara, aku tidak bisa mengenalinya, karena dia berubah cantik," jelas Arshen sambil mengulum senyum dibibir karena mengingat bagaimana jantungnya bergerumuh dengan kuat saat pertama kali dirinya bertemu dengan Kenza.


Seno hanya menggeleng kepalanya saat melihat Arshen senyum sendiri layaknya orang gila. "Apakah itu sebabnya kamu membohonginya dan mengatakan jika ponselnya tidak bisa diselamatkan demi untuk bisa melihat galery foto yang tersimpan di ponsel milik gadis bar-bar itu?" tebak Seno.


Arshen hanya nyengir kuda. "Iya. Tapi kamu jangan bilang sama orangnya. Bisa-bisa Eza membatalkan perjanjian ini."


"Gimana mau bilang, orangnya aja gak tahu dimana. Iya kalau selamat, lha kalau enggak gimana?"


"Husss! Jaga omongan kamu! Eza akan baik-baik saja dimana pun dia berada. Karena ada doaku yang selalu menyertainya."


"Hueek! Percaya diri sekali kamu. Awas saja permainanmu ini akan menjadi bumerang untukmu sendiri! Hubungan yang diawali dengan sebuah kebohongan tidak akan berjalan dengan baik, Shen. Mending kamu jujur aja siapa kamu sebenarnya. Mungkin dengan begitu gadis bar-bar itu bisa menerima perjodohan ini." Entah dapat angin darimana sehingga Seno bisa menasehati Arshen dengan bijak.


🌼🌼

__ADS_1


Kini semua anak buah telah dikerahkan untuk mencari keberadaan Kenza Bahkan Arshen dan Seno juga turut dalam pencarian, karena mereka berdua petunjuk jalan meskipun salah jalan.


"Apakah kamu yakin Eza dibawa kearah sini, Shen?" tanya Keanu untuk memastikan lagi.


"Benar, Om. Tadi malam aku sempat melacaknya dan arahnya kesini. Tapi setelah itu aku kehilangan jejak dan tersesat disini," jelas Arshen.


"Kalau kamu yakin Eza dibawa kearah sini, kita berpencar saja," usul Alan yang turut mencari Kenza.


"Tapi disini gak ada sinyal, Om. Gimana kita mau saling konek?" protes Arshen.


"Itu hanya masalah kecil. Karena mereka memiliki Handy Talkie sebagai alat komunikasi. Makanya kalau sekolah jangan banyak bolos," ujar Alan.


"Aku gak pernah bolos kok, Om. Aku kan anak rajin. Tapi aku belum pernah mendengar Handy Talkie." Arshen berkata dengan jujur.


"Sudahlah, ribet bicara dengan bocah sepertimu!" lanjut Alan lagi.


Arshen pun terdiam dan hanya menjadi penonton saat Alan mengarahkan anak buahnya dan memberikan penjelasan. Dari gerak-geriknya Arshen menebak jika seorang Alan Wijaya bukan orang sembarangan. Begitu juga dengan Keanu Wijaya yang memiliki banyak anak buah dengan tubuh besar dan kekar. Sorot matanya akan terlihat mematikan saat sedang serius. Mendadak bulu kuduk Arshen bergidik.


"Apakah mereka adalah eks seorang penjahat kelas kakap? Pantas saja Eza tumbuh menjadi gadis bar-bar ternyata dia titisan orang yang seperti ini. Aduh Arshen, Ke mana saja kamu selama ini mengapa tidak kamu cari tahu seperti apa calon mertuamu itu," gerutu Arshen dalam hati.


Tidak lama kemudian Alan berjalan mendekat ke arah Arshen dan memberikan sebuah Handy Talkie kepada Arshen.


"Ini untukmu. Kamu cari dan anak beberapa orang mencari ke arah sana!" Alan menunjuk sebuah jalan untuk Arshen lewati.


"Kalau kamu berhasil menemukan Eza, cepat hubungi aku!" lanjutnya lagi.


Arshen hanya mengangguk pelan, karena dia sangat gugup. "Siap Om," ucapnya.


Ini sebenarnya Daddy kandungannya Eza, Om Keanu atau Om si Alan sih? Kenapa dari tadi Om si Alan yang memberi arahan. Apakah Om Keanu adalah Bosnya Om si Alan sehingga dia terlihat lebih santai? Arshen hanya bisa membatin dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2