Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 50 : Amarah Alan


__ADS_3

Kemarahan yang dimiliki oleh Alan kian memuncak saat Mili tak mau menghapus foto yang baru saja di jepretnya. Namun, dengan cepat tangan Alan segera merampas ponsel Mili dan langsung membantingnya dengan kuat ke lantai. Merasa tidak puas, Alan mengambil dan membantingnya kembali hingga ponsel itu tak berbentuk.


Mata merah menyala menatap penuh amarah pada Mili yang kini berada diatas tempat tidur.


"Kamu pikir aku tidak bisa melawanmu? Dasar wanita murahan!" Alan mendekat, tangannya menyentuh pipi Mili. Bahkan jarak wajah keduanya sudah sangat dekat. "Sebenarnya apa yang kamu inginkan? Uang atau tubuh?" Tangan yang tadinya mengelus dengan lembut tiba-tiba sudah mencengkeram dagu Mili dengan sangat kuat hingga wanita itu merintiih kesakitan.


"Auuw .. sakit, Lan."


Alan tertawa sinis. "Oh, kamu tahu rasanya sakit?" Alan malah menguatkan lagi cengkeramannya.


"Sekali lagi aku katakan padamu, jangan sekalipun kamu berniat untuk menghancurkan keluargaku. Karena aku akan langsung menghancurkan isi kepalamu! Kamu pikir aku pria lemah yang bodoh? Kamu salah, Mil! Bahkan aku bisa lebih mengerikan dibandingkan dengan Bang Keanu. Sekarang lebih baik kamu menghilang dari jan jangkauan mataku!" sentak Alan dengan rasa amarah yang bersarang didalam dadanya.


"Aku tidak akan takut! Kamu sudah menghancurkan semua mimpi yang aku miliki hingga aku harus menahan penderitaan ini telah berpuluh tahun lamanya. Kamu pikir aku akan terima begitu saja? Tidak Lan! Aku akan membalas setiap rasa sakit yang aku miliki. Jika aku tidak bisa bahagia, maka orang-orang yang telah menyakitiku pun juga tidak akan pernah bahagia." Ditengah rasa sakit akibat cengkraman si dagunya, Mili masih bisa menantang Alan dengan sinis.


"Aku tidak pernah menghancurkanmu. Malah kamu yang menghancurkan hidupku saat itu! Yang menghancurkan hidupmu adalah dirimu sendiri, Mil! Apakah karena faktor usia yang sudah tua sehingga kamu lupa ingatan? Apakah aku harus menceritakan detail kejadian siang itu? Meskipun sudah 26 tahun berlalu tetapi aku masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana kejadian itu terjadi. Kamu pikir kamu saja yang dirugikan atas kejadian itu? Tidak Mil! Aku harus merelakan Mouza menikah dengan Kakakku sendiri. Bahkan hidup berdampingan dalam waktu yang cukup lama. Apakah aku tidak menderita? Aku sangat menderita, Mil!" Alan yang tidak bisa mengontrol emosinya beralih menarik rambut mili dengan kuat.


"Jika ada yang bertanggung jawab atas kejadian saat itu kamulah orangnya, Mil!"


"Aduh ... sakit Lan, sakit!" teriak Mili.


.........


"Mampus! Itu mata Arshen udah ngeliat aku!" batin Kenza dengan sangat gugup.

__ADS_1


Meskipun melihat Kenza, Arshen mencoba acuh karena tidak ingin semua orang mengetahui jika Kenza adalah orang yang baru saja dinikahinya.


"Maaf, saya harus segera pergi karena masih jadwal syuting untuk hari ini. Untuk teman-teman wartawan, terima kasih, semoga kalian memberikan sebuah berita yang valid," kata Arshen yang langsung meninggalkan orang-orang yang sedang mengerumuninya.


Kepergian Arshen membuat sejumlah fans yang terdiri dari kaum wanita merasa sangat kecewa karena mereka belum sempat mengabadikan foto bersama dengan artis idolanya tetapi sang idola sudah harus pergi.


"Yah ... dia pergi! Belum juga ambil fotonya!" gerutu salah seorang wanita yang berada disamping Kenza.


"Mungkin belum rejeki! Sudahlah, ayo pergi!"


"Tunggu!" Wanita yang beberapa menit yang lalu mendorong tubuh Kenza menahan temannya. "Gimana kalau kita ikuti secara diam-diam aja. Tadi kan Shen-Shen bilang kalau dia ada jadwal syuting lagi. Berarti sekarang dia sedang menuju ke lokasi syuting. Ayok Len, kita ikuti saja dia!"


Wanita yang tak lain adalah penggemar berat Arshen begitu berambisi untuk bertemu dan ingin melakukan foto bersama. Namun, karena Arshen adalah artis yang sangat sibuk dengan berbagai pekerjaannya, sehingga sulit untuk ditemui. Dia adalah Winda. Gadis yang sangat teramat mengidolakan Arshen.


Kenza yang berada ditengah-tengah wanita muda ini hanya bisa menggelengkan kepala seraya membuang napas kasarnya.


"Apa sih istimewanya Arshen? Heran deh! Bisa-bisanya ada orang yang menggilai sampai segitunya." Tanpa sadar bibir Kenza mendumel tanpa menyadari sedang berada dimana dia saat ini. Namun, baru saja hendak melangkah untuk ikut bubar, tiba-tiba seseorang yang sejak tadi berada di sampingnya langsung maju untuk mencegah langkah Kenza.


Dengan tatapan tajam serta kedua tangan yang sudah melipat di depan dada wanita berdiri tepat di hadapan Kenza.


"Astaga ... ada apa ini?" tanya Kenza dengan terkejut.


"Kamu tadi bilang apa tentang Arshen? Coba ulangi lagi?" Winda merasa tidak terima karena artis idolanya dianggap tidak mempunyai keistimewaan. Padahal penduduk dari Sabang sampai Merauke sudah tahu apa kelebihan dan keistimewaan seorang Arshen.

__ADS_1


"Ini ada apa sih? Aku gak ngerti!" Kenza ingin mengabaikan wanita yang begitu berlebihan saat memuja seorang Arshen.


"Asal kamu tahu ya, Arshen itu sangat istimewa. Dia tampan, terkenal dan tidak sombong. Jangan-jangan kamu hatersnya Arshen ya?" tuduh Winda pada Kenza.


"Apaan sih gak jelas!" Karena Kenza tidak ingin meladeni seorang yang terang-terangan mengajaknya ribut, dia memilih untuk meninggalkannya.


"Heii.... tunggu! Aku belum selesai berbicara!" Kini tangan Winda menahan Kenza, sehingga Kenza pun menghentikan langkahnya.


"Apa sih?"


"Aku peringatkan sama kamu jangan sekali-kali kamu menghina artis idolaku atau kamu akan berurusan dengan semua fans yang pendukung Arshen! Ingat itu!" ancam Winda yang kemudian melepaskan cengkeraman tangannya di lengan Kenza.


"Siapa sih yang menghina idola kalian? Aku hanya mengutarakan isi pikiranku saja, karena aku memang tidak tahu seperti apa artis idola kalian itu." Kenza mencoba untuk memberikan penjelasan pada salah seorang fans suaminya.


Disaat itu juga Grace yang baru bisa melihat batang hidung Kenza langsung bergegas untuk mendekat. "Za, kamu nggak papa kan? Ini siapa?" Tangan Grace langsung menuju ke arah Winda.


"Gak tahu! Tapi kayaknya di fans Arshen deh! Tapi norak kayak gini. Aku hanya mengungkapkan isi dalam pikiranku, tetapi dia pikir aku sedang menghina artis idolanya. Kan lucu, Grace. Gak nyambung!"


"Hah seriusan? Pengen ketawa sih, tapi sudahlah gak penting ngurusin orang kayak gini! Mending kita cabut aja!" Grace memilih untuk mengajak kerja meninggalkan tempat itu tanpa ingin peduli bagaimana tatapan Winda kepada dua orang yang terlalu begitu saja.


"Ih .. siapa sih mereka? Jangan-jangan itu fans dari sebelah yang gak suka sama Arshen. Len, kenapa kamu tadi hanya diam aja sih? Gak seru kamu!" kata Winda pada Lena.


"Udahlah, Win! Kita tidak bisa memaksakan orang lain untuk menyukai apa yang kita sukai. Mereka punya pilihannya sendiri jadi aku rasa kamu itu berlebihan! Gak semua orang tahu siapa Arshen dan gak semua orang akan suka pada Arshen. Daripada sibuk mikirin Arshen, mending kita pulang! Belum tentu juga Arshen akan peduli dengan kita!" Lena yang masih mempunyai kewarasan memilih untuk berpikir positif. Boleh mengidolakan seseorang, tetapi jangan berlebihan.

__ADS_1


...💜💜...


__ADS_2