Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 49 : Bertemu Dengan Arshen


__ADS_3

Kenza yang sudah terbiasa tidak bisa diam di rumah, merasa sangat tersiksa saat harus terkurung di dalam apartemen. Karena sudah tidak tahan, Kenza pun memutuskan untuk keluar cari angin sebentar saja. Dengan kacamata dan masker yang sudah menutup sebagian wajahnya, Kenza berjalan santai melewati beberapa lorong apartemen.


Kali tujuan Kenza adalah ngadem di mall. Tidak ingin sendirian, Kenza pun mengajak Grace untuk menemaninya.


"Za, itu gimana ceritanya kamu bisa diberitakan kebobolan? Perasaan kamu sama Arshen kenalnya belum ada satu bulan deh. Tuh yang bikin berita ngawur!" komentar Grace.


Kenza hanya mendengkus kasar. Dia sendiri saja tidak tahu mengapa bisa berita sampah seperti bisa beredar luas. Entah siapa dan apa maksud dari pembuatan berita sampah seperti itu. Padahal selama ini Kenza tidak pernah merasa memiliki musuh. Jikapun ada yang tidak menyukainya itu hanya Elena saja.


"Udahlah, Grace aku lagi gak males buat bahas masalah itu. Gara-gara berita sampah itu aku sampai enggak dibolehin keluar sama Arshen. Ini aja aku gak bilang sama Arshen kalau aku keluar. Udah kayak sapi aja aku di kurung di kamar," adu Kenza pada sang sahabat.


Grace turut prihatin atas apa yang sedang menimpa Kenza. Dalam dia Grace memutar kepalanya untuk menebak siapa pelaku yang sudah membuat berita tidak benar seperti ini.


"Za, apakah kamu tidak mencurigai seseorang? Aku yakin pelakunya orang terdekat kamu, karena yang mengetahui kamu telah menikah itu hanyalah keluarga besar kalian berdua. Tapi feeling aku tuh pelakunya adalah Kala." Grace mengungkapkan isi dari dalam pikirannya. Mengapa Kala yang dicurigai oleh Grace? Karena Kala adalah mantan pacar Kenza. Bisa jadi karena Kala tidak terima dengan pernikahan Kenza sehingga membuat berita sampah tentang Kenza dan Arshen.


"Gak mungkin, Grace! Aku yakin bukan Kala pelakunya. Meskipun dia belum terima akan pernikahan ini, tetapi dia tidak akan mungkin untuk membuat berita seperti itu. Aku yakin pasti orang lain," kata Kenza dengan tangan yang terus-menerus menscrol ponselnya.


"Kenapa tidak mungkin, Za? Justru satu-satunya orang yang wajib dicurigai itu adalah Kala. Dia sudah pernah membawamu pergi tanpa izin karena tidak terima saat kamu memilih untuk mengakhiri hubungan kalian. Za, kamu itu harus membuka mata. Tidak semua orang yang kamu lihat baik itu mereka tulus baiknya. Bisa jadi itu adalah topeng untuk menutupi semua keburukannya. Za, dunia ini kejam! Jika kamu terus menerus mempercayai seseorang dari luarnya saja, Sudahlah hancur duniamu!" Grace merasa sedikit kesal dengan sahabatnya yang tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang modus Semua orang di mata Kenza akan terlihat sama, meskipun mereka telah menyakitinya.


Kenza memang memiliki sebuah kelemahan yaitu tidak bisa membalas sebuah kejahatan yang telah dia terima. Bahkan hanya karena maaf saja sudah bisa meluluhkan hati Kenza. Entah kapan Kenza bisa berpikir semakin dewasa untuk menyikapi sebuah masalah.


"Kamu salah, Grace. Justru satu-satunya orang yang wajib dicurigai itu adalah Elena


Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana wajah asli Elena. Selama ini dia hanya menggunakan topeng untuk menarik perhatian orang, Za!"


"Hah? Jadi bagaimana wajah Elena yang sesungguhnya, Za? Dia itu sepupu kamu lho, Za! Jangan sampai karena berita sampah ini hubunganmu dengan Elena merenggang. Mending kamu selidiki lebih dahulu jangan sampai kamu salah menuduh. Takutnya bukan dia pelakunya," kata Grace yang pasti tidak yakin jika Elena adalah orang yang telah menyebarkan berita sampah tentang pernikahan Kenza. Namun, sebaliknya dengan Kenza yang sangat yakin jika pelakunya adalah Elena.


Tak ingin larut dalam tebak menebak, akhirnya Kenza memutuskan untuk mengelilingi Mall. Meskipun tidak ada di yang dibeli, Kenza terus berjalan untuk melihat-lihat barang yang terpanjang, sesekali mengecek bandrolnya.

__ADS_1


"Katanya diskon 70% + 20% tapi harga masih selangit. Jadi kalau nggak ada diskon jatuh berapa angka." Kenza mengomentari sebuah baju yang tergantung didepannya.


"Kenapa Za? Gak cukup duitmu?" tanya Grace dengan kedua alis yang menaut.


"Sembarangan! Jangan salah Grace, duit Daddy-ku bisa untuk membeli mall dan seisinya," protes Kenza.


"Lah, jadi ngapain ngeluh. Kayak orang gak berduit aja!"


Kenza hanya mengerucutkan bibirnya sambil memilih-milih baju yang sesuai dengan seleranya. Namun, tak ada satupun yang sesuai di hati Kenza. Tidak seperti Grace yang sudah khilaf karena diskon 70%.


"Za, cepetan kalau mau milih. Aku udah siap!" kata Grace yang hendak berjalan ke kasir.


Dengan tangan kosong Kenza mengekor di belakang Grace, membuat Grace langsung mendelik kearah Kenza. "Mana belanjaanmu, Za?"


Kepala Kenza menggeleng dengan pelan. "Enggak ada. Aku lagi gak mood belanja, Grace," ujarnya.


Kenza hanya nyengir dan langsung mengikuti langkah gratis untuk keluar dari sebuah toko pakaian. Saat baru keluar dari toko tersebut, Kenza merasa terkejut kerumunan beberapa orang yang menghadang jalannya.


"Dih, pada demo apa sih? Kayak lagi rebutan sembako aja!" gerutu Kenza yang merasa kesal karena tidak ada celah untuk berjalan.


Karena merasa penasaran game Shogun akhirnya ingin melihat apa yang sedang dikerumuni oleh beberapa orang wanita. Bahkan ada yang sampai berteriak histeris.


"Ini ada apa sih, Grace?"


"Mana aku tahu, Za? Ada Kim Soek Jin, mungkin Za."


"Ngaco kamu, Grace! Mana mungkin Kim Soek Jin sampai kesini. Dia kan baru wamil. Gak usah bermimpi mereka akan datang kesini, Grace. Dia itu aset negara. Kalau ke sini pasti ada pengawalan yang sangat ketat," ujar Kenza dengan cemberut.

__ADS_1


"Bisa jadi Kim Soek Jin versi lokal, Za. Coba lihat aja!"


Kenza pun langsung membelah kerumunan karena ingin tahu siapa yang sedang menggemparkan para banyaknya kau wanita yang ada.


Kini rasa penasarannya terjawab sudah ketika sudah melihat biang kerok dari akar kerumunan yang ada. Seorang pria yang sangat begitu familiar sedang menanggapi sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa orang. Kenza menebak jika orang itu adalah pemburu berita sejati.


"Kalau ini mah bukan Kim Soek Jin, tapi Joen Joongkook versi lokal," lirih Kenza setelah melihat wajah Arshen.


Perlahan Kenza ingin berbalik ke belakang, tapi karena beberapa orang yang mendesak ingin maju, Kenza pun terkunci tidak bisa kebelakang lagi. Suara teriak memanggil nama Arshen begitu menggema ditelinganya.


"Arshen ... tunggu Arshen!" teriak seorang wanita yang berada di samping Kenza.


"Ya Allah Arshen.... kamu ganteng sekali sih. Jadikan aku selingkuhanmu!"


"Arshen I Love You."


Kenza hanya menautkan kedua alisnya ketika para wanita begitu sangat menggilai Arshen. Entah bagaimana cara Arshen menebarkan pesona untuk para wanita sehingga menggilai dirinya.


Karena beberapa teriakan memanggil namanya, akhirnya Arshen mengedarkan pandangan matanya ke arah suara yang sejak tadi begitu mengganggu telinganya.


Deg.


Empat mata saling bertemu begitu saja. Arshen merasa terkejut dengan sosok yang dilihatnya saat ini. Padahal sebelum Arshen meninggalkan apartemen, Arshen sudah mau wanti-wanti agar Kenza tidak sembarangan keluar. Namun, nyatanya ucapannya tidak didengar oleh Kenza.


Astaga Eza ... kamu ngapain sih kesini? Kalau sampai para wartawan ini mengenali kamu, habis sudah kamu menjadi bulan bulanan para netizen. Arshen hanya membatin dalam hati.


...💜💜💜...

__ADS_1


__ADS_2