Akulah Jodohmu

Akulah Jodohmu
BAB 32 : Mengantarkan Greya Pulang


__ADS_3

Cukup lama Kenza merasakan sakit di kepalanya. Namun, dia tidak mau saat Grace ingin membawanya ke rumah sakit karena Kenza sudah sering mengalami sakit yang luar biasa seperti itu dan itu hanya bertahan beberapa beberapa menit saja, setelah itu rasa sakit yang begitu hebat akan menghilang begitu saja.


Ditengah kepanikannya, Grace menelpon sang kakak untuk datang karena Grace takut terjadi sesuatu kepada Kenza. Tidak menunggu waktu lama Kakak Grace pun telah sampai di mall tempat Grace dan Kenza berada.


"Grace ada apa?" tanya sang kakak setelah menemukan keberadaan Grace.


"Akhirnya kakak datang juga." Grace menghela nafas lega setelah kakaknya sampai.


"Kenapa dengan Kenza?"


"Tadi tuh Eza sakit kepalanya, dan rencana mau aku bawa ke rumah sakit, tapi Eza gak mau. Aku tuh dah panik banget tadi, Kak,* jelas Grace pada kakaknya.


"Sekarang bagaimana? Apakah masih sakit?"


Kenza yang sejak tadi menyandarkan kepalanya di bahu Grace sambil memejamkan matanya tiba-tiba langsung membuka matanya ketika mendengar suara yang begitu familiar.


Saat Kenza membuka mata dan melihat sosok wanita yang ada di samping Grace, Kenza sangat terkejut. Bahkan matanya sampai mendelik saat melihat wanita itu. "Kamu!" seru Kenza sambil menunjuk ke arah wanita yang berada di samping Grace.


Tak kalah terkejutnya wanita yang berada di samping Grace saat melihat siapa yang sedang bersama dengan adiknya. Wanita yang pernah ditemuinya beberapa hari yang lalu. Bahkan dia tidak menyangka jika Kenza adalah sahabat dari adiknya sendiri.


"Kamu." Kakak Grace juga menunjuk ke arah Kenza.


Grace yang berada di tengah-tengah keduanya merasa heran. "Kalian kenapa? Udah saling kenal" Grace bertanya dengan heran.


"Dia kakakmu, Grace?" tanya Kenza ingin memastikan.


Kepala Grace mengangguk dengan pelan. "Iya. Dia kakakku, namanya Greya biasa dipanggil Grey," jelas Grace.


Tidak salah lagi jika kakak Grace adalah orang yang pernah dilihat oleh Kenza di rumah milik Kala di hutan. Pantas saja saat melihat wajah Greya saat itu, Kenza merasa tidak asing ternyata dia adalah kakaknya Grace.


"Hei ..! Apakah kalian sudah saling mengenal sebelumnya? Mengapa kalian berdua sama-sama saling terkejut? Eza ... Kak Grey!" Grace masih menunggu jawaban dari dua orang yang tiba-tiba saling membisu tanpa kata.

__ADS_1


"Kalian aneh deh!" gerutu Grace.


"Ah, Kakak hanya kagum saja dengan kecantikan sahabat kamu. Dulu kakak pernah bertemu dengannya, tapi kakak nggak tahu kalau dia itu adalah sahabat kamu." Grey mulai memberikan penjelasan kepada Grace


"Benarkah? Dimana? Mengapa aku tidak tahu? Apakah di luar negeri?" tanya Grace yang malah penasaran dengan penjelasan Greya.


"Iya. Dulu kamu pernah bertemu saat berada di bandara. Iya di bandara." Kenza mencoba untuk membohongi Grace.


Lagi-lagi Grace hanya mengerutkan dahinya. "Kapan Za? Apakah saat kamu hilang di bandara waktu itu?"


Kenza langsung mengingatkan saja tebakan Grace. "Iya Grace."


"Coba aja saat itu kak Grey tahu jika kamu itu adalah sahabatku pasti dia langsung akan membawa pulang. Tapi sudahlah semua telah berlalu dan kamu juga tidak apa-apa."


🌼🌼


Greya terpaksa mengantarkan Kenza pulang ke rumahnya karena dia takut akan terjadi sesuatu kepada Kenza jika pulang sendiri dengan membawa mobilnya. Jika Grace bisa menyetir sendiri, Greya pun tidak akan mengantarkan Kenza pulang ke rumahnya.


"Ini rumahmu?" tanya Greya.


"Gak usah, Za. Kami pulang naik taksi online aja," tolak Greya.


"Iya, Za. Gak usah repot-repot. Kami naik taksi online aja," sambung Grace.


"Tidak apa-apa. Kenzo gak gigit kok. Dia baik."


Greya dan Grace merasa tidak enak ketika harus merepotkan orang lain, padahal mereka berdua bisa pulang menggunakan taksi. Namun, karena Kenza memaksa akhirnya mereka merepotkan Kenzo.


Kenzo yang mendengar cerita saudara kembarnya berterima kasih kepada Grey karena telah mengantarkannya pulang. Sebagai tanda terima kasih Kenzo pun tidak keberatan saat disuruh Untuk mengantarkan Greya dan Grace pulang.


"Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot untuk mengantarkan kami pulang karena kami bisa pulang sendiri menggunakan taksi," kata Greya saat berada di tengah perjalanan menuju rumahnya.

__ADS_1


"Tida apa-apa. Lagian aku juga sedang tidak sibuk kok," balas Kenzo. "Grace, kenapa kamu tidak pernah mengatakan jika memiliki seorang kakak?" tanya Kenzo pada Grace yang duduk di bangku belakang.


"Memangnya kamu pernah bertanya kepadaku? Tidak kan?"


"Iya juga sih." Kenzo membenarkan ucapan Grace, karena memang selama ini Kenzo tidak pernah bertanyaan apa-apa tentang keluarga Grace, meskipun Grace adalah sahabatnya Kenza.


Mata Kenzo sesekali melirik ke arah Greya yang duduk di sampingnya. Kulit kuning langsung, rambut panjang serta mata lebar, semua itu sesuai dengan kriteria wanita yang sedang dicari oleh Kenzo selama ini. Mungkinkah jodoh Kenzo telah datang dengan sendirinya tanpa harus dicari?


Larut dalam pemikirannya, tiba-tiba suara teriakan melengking tepat di telinga Kenzo.


"Kenzo! Awas!" Grace berteriak karena Kenzo hampir saja menabrak seseorang yang hendak menyeberang jalan. Beruntungnya dengan sigap kaki Kenzo langsung mengijak rem.


"Hampir saja," ujar Kenzo dengan jantung yang masih berdebar dengan kencang.


"Astaga ... bisa nyetir gak sih?" gerutu Greya.


"Sorry, udah bikin kalian jantungan," kata Kenzo dengan dada naik turun. "Tuh ngapain juga sih nenek-nenek nyebrang asal-asalan? Untung aja gak ketabrak. Mau ketemu malaikat izroil jangan di jalanan seperti ini bisa berabe urusannya. Coba nunggu kereta api di rel sana, pasti langsung bisa ketemu dengan malaikat izroil." Kenzo berusaha untuk menenangkan detak jantungnya yang hampir saja terlepas.


"Kenzo kalau ngomong asal jeplak aja sama kayak Eza!" cibir Grace dari belakang.


"Gak usah kamu salah orang lain, salahin diri kamu sendiri yang nggak bisa nyetir dengan benar! Makanya kalau lagi nyetir itu pikiran jangan kemana-mana fokus pada jalan yang ada di depan!" komentar Grey.


"Iya, iya aku ngaku salah." Kenzo pun langsung menjalankan kembali mobilnya karena mendengar suara klakson terus berbunyi dari belakang mobilnya.


"Tuh mobil nggak sabaran banget sih? Dia pikir ini jalanan milik neneknya?" gerutu Kenzo.


Greya hanya bisa membuang nafas beratnya saat melihat Kenzo mulai mendumal dan menyalahkan mobil yang ada di belakangnya. Padahal sudah jelas Kenzo menyebabkan kemacetan karena berhenti di tengah jalan.


"Ada ya manusia model seperti ini," lirih Greya sambil membuang wajahnya keluar jendela.


Hampir 15 menit perjalanan akhirnya Kenzo telah sampai di rumah Grace. Dan sebelum turun dari mobil, Kenzo meminta nomor telepon kepada Greya. Namun, ternyata Kenzo harus menggigit jari karena Greya tidak mau memberikan nomor teleponnya. Grace yang duduk di belakang hanya menahan tawanya.

__ADS_1


"Zo, sabar. Kak Grey emang seperti itu. Mungkin karena belum kenal aja, tapi kalau udah kenal dia lebih agresif," bisik Grace sebelum turun dari mobil Kenzo.


"Grace, aku dengar apa yang kamu katakan! Jangan ngarang kamu, ya!"


__ADS_2