
“Apa yang mendorong anda setuju membatalkan pemindahan warga rusun?” tanya Dini Tanjung pada Rizal Salman, di acara talkshow MNews.
“Pertama saya ingin meluruskan masalah bahwa tidak ada yang salah dengan rencana pemindahan warga, tapi karena banyak warga yang gagal paham pada niat baik pemerintah, maka kami juga merasa perlu untuk mengoreksi beberapa hal, diantaranya mungkin karena kami kurang melakukan sosialisasi. Untungnya Presiden Anggito memang sangat bijaksana, beliau mau membawa salah seorang tokoh oposisi Daud Haris ke dalam jajaran kabinet, terus terang keputusan bijaksana beliau ternyata mampu memecahkan masalah komunikasi yang tadinya agak tersumbat,” jawab Rizal Salman.
“Daud Haris ternyata mampu membuka komunikasi yang agak tersumbat! Wah, seingat saya belum pernah rasanya anda memuji Daud Haris,” sindir Dini.
Dini beralih pada Daud Haris, “anda nyaman di lingkungan baru yang ada Rizal Salman nya?”
“Enggak lah!” sahut Daud.
Semua orang di studio tertawa.
“Enggak nyaman, tapi kok mau?” tanya Dini.
“Gini Dini, kalo mau nyaman, ya tidur aja di rumah. Tapi untuk naklukin Rizal ternyata memang harus masuk ke kandangnya terus digebuk dari dalam. Nah, akhirnya tobat kan dia. Coba kalo saya nolak jadi menteri, pasti udah diratain tuh rusun-rusun sama Rizal,” ujar Daud Haris.
Semua orang di studio kembali tertawa dan bertepuk tangan untuk Daud Haris.
“Anda digebuk Daud?” tanya Dini pada Rizal.
“Hahaha, Daud dendamnya enggak hilang-hilang. Bukan, bukan gitu. Masalah negeri ini tidak bisa diselesaikan dengan ribut-ribut dan juga tidak bisa diatasi sendirian! Saya tipikal gaspol, ternyata saat menghadapi jalan berlubang tentu perlu juga ada yang batu injak rem! Presiden kita cerdas, dengan bersinergi tujuan bisa dicapai dan penumpang tetap aman,” sahut Rizal Salman.
“Menarik, saya kok mencium rivalitas antara Rizal-Daud telah berlalu? Baik pemirsa, kita juga kedatangan tamu yang sebelumnya belum pernah bersedia diwawancarai media manapun, dia adalah pejuang rusun yang namanya dibicarakan dimana-mana, bagi pemirsa yang belum tahu, sosok pejuang rusun itu ternyata adalah mantan komandan pasukan T7, Fahri Hussein!” Panggil Dini.
Daud Haris dan Rizal Salman terlihat sangat terkejut mendengar nama Fahri.
__ADS_1
Sampai di panggung, Fahri langsung menghampiri dan memeluk Daud Haris, menyalami Rizal Salman dan menyatukan kedua tangannya untuk menyalami dini dari jauh.
“Apa kabar, Bang Fahri?” tanya Dini.
“InsyaAllah baik, Mbak Dini. Assalamu’alaikum,” salam Fahri.
“Wa’alaikumsalam, saya ingin mengenalkan sekali lagi kepada pemirsa, Fahri Hussein adalah mantan komandan Pasukan T7 yang prestasi pasukannya telah kita ketahui bersama. Baru-baru ini nama Fahri Hussein menjadi populer di masyarakat, khususnya rakyat kecil, karena menggerakkan warga di kawasan tempat dia tinggal untuk menghadang eksekusi yang dilakukan oknum ormas. Aksinya tersebut kemudian diikuti oleh warga dari rusun bersubsidi lainnya, sehingga mungkin karena itulah pemerintah mendengar suara rakyat dan membatalkan rencana pemindahan warga rusun bersubsidi,” ujar Dini.
Para penonton langsung berdiri dan bertepuk tangan dengan keras mendukung Fahri.
“Wah, Bang Fahri ternyata mendapat banyak dukungan. Baik, Bang Fahri! Saya tahu masalah rusun telah selesai, tapi saya ingin tahu, kenapa anda dan para warga tidak setuju dengan rencana pemindahan?” tanya Dini.
“Warga dan termasuk saya tentunya akan selalu berupaya untuk menjadi warga negara yang baik, kami pasti tunduk dan mendukung semua kebijakan pemerintah, asal tujuannya baik dan dilakukan dengan cara yang baik,” jawab Fahri.
“Jadi menurut Bang Fahri, tujuan dan cara pemindahan warga beberapa waktu yang lalu itu tidak baik?” Tanya Dini.
“Baik? Ormas datang beramai-ramai untuk mengeksekusi, apa itu cara yang baik?” tanya Dini. Penonton langsung bertepuk tangan.
“Ormas Barisan Macan Rakyat itu bukan pemerintah, mereka kan rakyat juga. Di satu sisi kami berterima kasih, mereka adalah bagian rakyat sangat paham pada tujuan baik pemerintah, tapi di sisi lain kami juga tidak setuju dengan cara yang kekerasan, walaupun menghadapi rakyat lain yang gagal paham,” tangkis Rizal Salman.
“Anda setuju bahwa ini soal gagal paham?” tanya Dini pada Fahri.
“Masyarakat rusun tidak akan gagal paham, tidak akan protes, tidak akan melawan jika Rizal bersedia mengembalikan mereka ke pusat kegiatan ekonomi jakarta lagi, atau mungkin Rizal mau tinggal di rusun yang dia buat?” sindir Fahri.
Pemirsa di studio langsung bergemuruh memberikan Fahri applause.
__ADS_1
“Anda bersedia?” ulang Dini pada Rizal Salman.
Rizal Salman tertawa karena belum punya jawaban, penonton ramai memberikan tepuk tangan pada pertanyaan Dini Tanjung.
“Hahaha. Nanti Fahri pun juga saya usulkan untuk membantu istana, karena saya yakin, semakin banyak pihak yang bersinergi, maka kesejahteraan rakyat juga bisa kita capai dengan cepat,” ujar Rizal Salman.
“Wah, Fahri Hussein baru sekali berdebat dengan Rizal, sudah dapat tawaran membantu istana, sementara Daud Haris harus berkali-kali berdebat dengan Rizal untuk dapat tawaran,” canda Dini.
“Hahaha, jangan gitu lah! Dini pun nanti aku usulkan, mau?” tanya Rizal Salman.
“Saya merasa sudah membantu istana dengan cara yang sesuai dengan profesi saya. Bang Fahri tertarik untuk membantu istana?” tanya Dini pada Fahri.
“Saya memang tertarik untuk menyampaikan suara-suara rakyat kecil yang tadi Rizal bilang tersumbat,” jawab Fahri
“Mantap! Anda perlu kendaraan politik untuk itu, nanti akan saya carikan tempat istimewa untuk anda di partai kami,” sahut Rizal Salman.
“Terimakasih tapi maaf, seandainya harus melalui partai, saya akan pilih partai yang mengusung Andi Permana menjadi presiden” sahut Fahri.
Penonton kembali bertepuk tangan untuk Fahri.
*****
Bersambung
__ADS_1
Vote dan comment anda sangat berarti bagi penulis, terimakasih telah membaca tulisan ini.
Penulis, Indra W