Al Kahfi Land - Dua Sisi

Al Kahfi Land - Dua Sisi
Reuni Pasukan T7 - part 3


__ADS_3

Gulva yang terjatuh dari motornya segera berdiri untuk mencari sasaran sandera. Ia melihat Budi Raharjo dan 3 tokoh Al kahfi Land. Selain mereka juga ada kru MNews dan para pengawal bersenjata.


DORRR!!! DORRR!!! DORRR!!!.....


Para pengawal bersenjata menghujani Gulva dengan peluru tetapi Gulva cepat berkelit dan bersembunyi di balik tiang.


Gulva melempar granat sambil berlari berpindah tempat ke arah lawan.


DUARRRR!!!!


Granat meledak dan 3 pengawal tumbang.


Springkel air pemadam kebakaran dari atap-atap gedung langsung menyemprotkan air karena mendeteksi api, lantai 20 menjadi becek.


Gulva memanfaatkan lantai yang licin. ia meluncur  untuk berpindah tempat sambil melontarkan peluru. Bererapa pengawal roboh diterjang peluru. Gulva mengincar posisi Budi Raharjo yang telah semakin dekat.


Budi Raharjo panik melihat Gulva, ia keluar dari tempat persembunyiannya lalu berlari menjauh. Gulva tidak ingin kehilangan salah satu buruan utamanya, ia menembak kaki Budi Raharjo hingga tersungkur.


Gulva kembali meluncur untuk menembaki para pengawal bersenjata hingga tak ada lagi orang bersenjata yang melindungi orang-orang buruannya.


Gulva bangkit, ia tersenyum saat menghampiri Budi Raharjo yang masih tampak kesakitan memegang betis kakinya yang tertembak. Gulva memandang sekelilingnya, ia tahu posisi tempat persembunyian Andi Permana, Ali Tanjung dan Erlangga Yusuf. Orang-orang yang menjadi tiket emas kubu Samuel untuk membalikkan situasi.


“Keluar kalian semua!” ancam Gulva.


3 tokoh Al Kahfi keluar dari tempat persembunyian, begitu pula para kru MNews.


“Siapkan kamera kalian untuk tayangan istimewa!” perintah Gulva pada kru MNews.


*****


 

__ADS_1


 


Samuel menyerang Fahri membabi buta dengan pukulan-pukulannya yang sangat keras, Fahri terus menghindar karena saat ditangkis dengan tangan maka tangannya sangat sakit seperti dipukul oleh besi, setiap benda yang terkena pukulan Samuel luput dari tubuh Fahri menjadi hancur, bahkan besi menjadi penyok atau bengkok.


Kali ini Fahri mencoba menangkis pukulan Samuel dengan tenaga dalamnya, rupanya berhasil, tangannya mampu menutup pukulan keras itu tanpa rasa sakit. Kini Fahri mampu menangkis pukulan-pukulan Samuel sambil mencari celah untuk membalas pukulan, saat mendapat kesempatan Fahri menghajar wajah Samuel dengan tambahan tenaga dalam.


BUKK!111 Wajah Samuel terkena pukulan Fahri sehingga ia mundur beberapa langkah. Anehnya pukulan tega dalam Fahri itu tidak merobohkan Samuel, hanya membuat pelipisnya sobek dan sedikit berdarah.


Fahri memang belum mengeluarkan kemampuan maksimal tenaga dalam yang baru ia dapatkan di Pulau Karakas, tapi biasanya lawannya pasti roboh jika terkena pukulan tenaga dalam dengan daya yang baru saja ia keluarkan. Fahri menduga Samuel yang sekarang ia hadapi juga memiliki sesuatu yang dahsyat dan masih belum ia keluarkan sepenuhnya.


Stamina Fahri juga tidak berkurang seperti biasanya saat telah melontarkan pukulan tenaga dalam, ia merasa bisa bertarung dengan terus mengeluarkan pukulan tenaga dalam. Fahri maju menyerang Samuel  dengan pukulan tenaga dalam lagi, Samuel menutup serangan Fahri dengan tangkisan tangan sambil mencengkram tangan Fahri, kemudian ia mengalirkan hawa panas ke jari tangannya sehingga Fahri merasa tangannya seperti ditusuk besi panas, Fahri langsung melepaskan tangannya dari cengkraman Samuel, ia melihat tangannya yang tertekan jari Samuel tampak menghitam, jika ia tak punya kemampuan tenaga dalam, ujung jari-jari tangan Samuel pasti membuat tanganya hangus melepuh.


“Hahaha, kenapa? Panas? Tiup dulu jariku ini supaya kau tak kepanasan,” ejek Samuel.


“Oh, aku memang suka ...”


Samuel  langsung menyerang dengan tenaga dalam penuh saat Fahri belum siap, Fahri spontan mengcover kepalanya dengan menyilangkan kedua tanngannya, rupanya malah tubuh Samuel sendiri yang terpental jauh hingga berguling-guling.


“Brengsek! Kau pakai ilmu kontak?” tanya Samuel.


“Ilmu kontak? Kalo ilmu kelistrikan aku tahu, mau pinjam bukunya?” tanya Fahri.


“Kau kan belajar silat di pesantren, enggak heran kau menguasai ilmu kontak,” ujar Samuel.


“Hahaha. Guru pesantrenku itu Kyai Hamid, tapi saat masih aktif di ngajar ITB orang mengenalnya dengan nama Profesor Umar Hamid. Beliau sangat ilmiah, yang sedang kita adu ini kan cuma soal energi, karena dunia barat belum paham, hal ini dianggap klenik,” ujar Fahri.


“Tampaknya cuma kita satu-satunya yang berkelahi sambil diskusi, ini masih ditayangkan live?” tanya Samuel.


“Kalau kita bicara terus, mereka akan menayangkan iklan,” sahut Fahri.


*****

__ADS_1


 


Farhat telah berhasil masuk ke dalam pesawat tempur.


“Samuel, Gulva, aku sebentar lagi take off. Bagaimana kondisi tower 1, apa sudah bisa ditangani? Jika tidak, ancam saja! Aku akan ratakan tower 1 dengan tanah bila mereka tidak memenuhi keinginan kita,” ujar Farhat dari dalam cockpit MiG.


Tidak ada sahutan dari Samuel.


Gulva bicara, “Sammy sepertinya lagi kangen-kangenan sama Fahri. Tenang kawan, aku sudah bersama sandera. Sebentar lagi aku akan on air. Kurasa kau boleh buat ledakan-ledakan kecil di sekitar gedung agar para kameramanku di sini punya gambar bagus,”


Roda pesawat tempur MiG Farhat telah maju, tiba-tiba ia melihat mobil Stevano, tampak ia ingin menabrak pesawat dari depan, “orang gila!” maki Farhat.


Farhat tetap memajukan pesawat tempurnya, ia tahu MiGnya tidak butuh landasan panjang untuk terbang, beberapa detik sebelum bertabarakan, MiG Farhat terbang vertikal ke atas.


“Tukang pamer!” maki Stevano.


Stevano memacu mobilnya menuju MiG lain terdekat, untuk mengejar Farhat. Stevano baru saja menaiki pesawatnya, tiba-tiba MiG Farhat mendekat. Stevano tidak berdaya, ia telah siap ditembaki oleh Farhat.


Ternyata MiG Farhat malah menjauh, rupanya ia ingin menantang  Stevano berduel di udara untuk membuktikan siapa yang terbaik di antara mereka dalam hal pertempuran udara, mumpung Gulva telah berhasil mengembalikan posisi kemenangan.


MiG Farhat mendekati tower-tower gedung 3 Minds, ia menembaki jalan di sekitar gedung, membuat banyak ledakan yang dipesan Gulva.


Gulva telah siap melakukan pers conference.


“Saya mewakili Pasukan T7, memberikan ultimatum, bahwa seluruh instrumen pertahanan negara kini berada di bawah kekuasaan kami. Maka, semuanya kami perintahkan untuk tidak bergerak, jika ada pergerakan sekecil apapun untuk melawan kekuasaan kami, maka Budi Raharjo, Andi Permana, Ali Tanjung dan Erlangga Yusuf akan kami habisi,” ujar Gulva.


*****


 


BersambungVote dan comment anda sangat berarti bagi penulis, terimakasih telah membaca tulisan ini.

__ADS_1


Penulis, Indra W


__ADS_2