
"Elena, apa kau di dalam?" Ucap seorang wanita dengan suara bergetar.
Pintu kamar Elena terbuka dengan pelan. Elena keluar dengan wajah pucat tanpa menutup kembali pintu kamarnya. Elena melihat 20 anggota bersenjata, siap memasuki kamar Elena dan menembak Alando. Seorang wanita yang memanggil Elena tadi memeluknya erat.
"Apa Alando di dalam?" Tanya seorang anggota bersenjata. Dilihat dari tampilannya yang agak berbeda dari yang lainnya, Elena berpikir pria ini merupakan pemimpin kelompok bersenjata yang hendak menagkap Alando.
Elena mengangguk.
20 anggota bersenjata kemudian memasuki kamar Elena dengan berjalan pelan penuh hati-hati. Ketika mereka sudah memasuki kamar Elena, seseorang menutup pintu dari atas pintu dan ketika mereka menyadarinya, bunyi tembakan sebanyak 20 kali mendarat dengan sempurna, tepat mengenai jantung mereka.
Pintu kembali terbuka dan Alando keluar seorang diri. Elena dan temannya hanya dapat menahan nafas. Mereka pikir Alando juga akan menembak mereka. Namun nyatanya Alando melangkah meninggalkan keduanya yang mematung.
Alando melangkah pelan munuju ruang kerja utama milik John. Perjalanan Alando kesana berhasil membunuh 16 orang anggota bersenjata lainnya tanpa kesulitan berarti.
Alando adalah anggota militer khusu yang sangat terlatih menghadapi bahaya sendirian. Alando di berhentikan secara tidak terhormat karena menembak pimpinan yang melepaskan title senior yang Alando hormati.
Alando membuka pintu ruang kerja utama milik John dan mengunci pintu dengan gerakan cepat. Kedatangan Alando disambut hangat oleh John. Kepala Alando kini di todong senjata John.
"Kau memilih tempat yang benar". John tertawa kecil.
__ADS_1
"Aku tidak pernah salah melangkah". Alando melirik tangan kirinya yang tepat berada di pusat John dengan pisau yang kini mulai John rasakan pada kulitnya.
"A... Apa yang kau inginkan?" John sedikit terbata. John menyadari ruang kedap suara tempatnya cukup strategis untuknya dan Alando. Kematian salah satunya bergantung pada kecepatan tangan keduanya. John tidak dapat berharap bantuan dari anak buahnya. Karena selain waktu, anak buah John tidak berani memasuki ruangannya tanpa panggilan dari John.
"Aku ingin uangku". Alando menatap John dangan tatapan yang tajam.
"Kau ingin uangku dan memberiku barang palsu?"
"Itu barang asli. Jika kau mencari peta harta karun yang terdapat pada belakang lukisan? Kau harus ingat, Itu tidak masuk dengan perjanjian kita"
"Kau tahu tentang peta itu?"
"Tentu"
Alando tersenyum Smirk. "Lucu sekali mendengar iblis berteriak iblis pada malaikat". John tertawa mengejek mendengar ucapan Alando.
"Kirimkan uangku segera. Kau sudah mendapatkan lukisannya"
"Bagaimana dengan peta tersebut? Kita bisa bekerja sama untuk mendapatkan harta itu. Kita bisa membagi dua hasilnya". John mulai bernegosiasi. John tidak ingin kehilangan peta yang menjadi tujuan utamanya.
__ADS_1
"Jangan menego kebohongan denganku. Aku tidak berniat mencari harta itu. Letaknya tidak menyenangkan"
"Jika kau tak berniat melakukannya. Kenapa tidak memberiakannya saja padaku?"
"Tentu. Tapi aku tidak membawa peta itu bersamaku sekarang. Kita bisa membicarakannya setelah kau bayar lukisanku."
"Baiklah" John melepas pistol di tangannya. Sepertinya John harus menuruti Alando.
Alando ikut menarik pisaunya. John keluar membawa Alando dan menghentikan seluruh serangan yang hendak menyerang Alando.
"Pergi. Lakukan transaksi pada nomor rekening ini". Perintah John pada anak buah kepercayaannya.
Sekitar 2 jam kemudian, anak buah John menelpon dan mengabarkan keberhasilannya mengirim uang pada rekening yang Alando berikan. John memberitahu Alando dan Alando menelpon Brian untuk mengecek dan memindahkan uang itu segera ke tempat yang aman.
"Baiklah. Sampai bertemu kembali" Alando kemudian tersenyum kecil dan meninggalkan klub kelompok mafia yang di pimpin John.
"Tunggu!" Suara John menghentikan langkah Alando. "Bagaimana dengan petanya? Aku bisa ke negaramu mengambilnya. Tentu saja dengan uang yang akan ku transfer padamu"
"Aku belum memikirkan harga yang pantas untuk peta itu. Kau bisa menabung dulu sekarang".
__ADS_1
Alando melanhkah dan menaiki mobil yang siap mengantarnya ke Bandara.
"Pria itu cukup cerdik. Kita kehilangan 30% uang kita. Siapkan uang lebih banyak untuk transaksi peta harta karun kita". Ucap John dingin.