Alando Dan Silvi

Alando Dan Silvi
Selamatkan Dirimu


__ADS_3

"Dasar b*jingan pengecut." umpat gadis itu.


Seketika Alando menegang. Wajahnya terlihat merah. Rasa marah dan khawatir bercampur menjadi satu. Tangan Alando terkepal kuat. "Lepaskan Silvi atau aku akan membunuhmu."


Melihat Alando seperti itu, semua orang di lantai 12 menjadi gelisah. Ketakutan semakin menjalar ke seluruh tubuh mereka.


Alando mengangkat wajahnya, menatap tajam para pemuka komunitas Singa Ganas. "Jika terjadi sesuatu pada Silvi, aku bersumpah akan menghancurkan organisasi Singa Ganas sampai pada akar-akarnya."


Alando kemudian membuka pintu lantai 12 dengan dengan kartu hijaunya. Langkahnya ditahan oleh salah satu dewan organisasi Ranita. "Apa lantai 12 akan hancur? Juga gedung ini?"


"Ranita bisa saja hancur setelah ledakan ini. Tapi kita akan membangunnya kembali dengan dana dari komunitas Singa Ganas."


Wajah pemuka komunitas Singa Ganas menjadi pucat pasi. Mereka sadar telah melakukan kesalahan besar. Mereka berani menyerang kantor organisasi Ranita karena ada kekuatan John Meriqwe dan tak menyangka Alando yang sudah hilang bertahun-tahun kembali di saat yang tepat.


***


Alando menghentikan mobil organisasi Ranita dipakainya di depan Rumah Silvi. Rumah yang telah penuh dengan penjagaan orang-orang John, tanpa penyamaran.


Melihat Alando keluar dari mobil, anak buah John menjadi waspada. Salah satu anak buah John mengangkat pistolnya, hendak menembak Alando. Sebelum jari telunjuknya berhasil menarik pelatuk, pisau Alando mendarat sempurna di lehernya. Rekan-rekannya menjadi gemetar karena lemparan Alando yang tepat sasaran dan berhasil merenggut nyawa rekan mereka yang termasuk 10 orang terbaik di geng mafia mereka.


"Dimana gadisku?" ucap Alando dengan mata tajam.


"Di-dia di..."


"Diam kau. Dia tidak akan bisa membawa gadis itu sebelum memberikan peta John." ucap salah satu pria yang baru datang, memotong pembicaraan rekannya.


"Aku tangan kanan John. Berikan petanya padaku jika kau ingin anak Brian yang merangkap jadi kekasihmu itu selamat. Atau kau ingin mengadu tinju denganku terlebih dahulu. Aku sebenarnya sangat penasaran dengan kemampuanmu. Aku sangat menyesal tidak ada di club tempatmu menipu John." lanjutnya.


"Kau terlalu banyak bicara."


Buggh


Satu tendangan Alando berhasil membuatnya tersungkur dari posisi berdirinya. Pria itu berdiri dan bertukar beberapa serangan dengan Alando. Beberapa menit berlalu, hanya dirinya yang mendapatkan pukulan keras yang membuat wajahnya babak belur. Sementara tidak satu pun serangannya yang berhasil mengenai Alando.

__ADS_1


Dengan kesal, pria itu mengambil pisau di pinggangnya dan mengarahkannya pada Alando. Pria itu mulai mencoba menusuk Alando. Dengan mudah, Alando membalikkan tangan pria itu dan menusuk tepat di jantung pria itu. Mata pria itu membelalak. Ada rasa tidak percaya, ia mati semudah itu.


Semua anak buah John mendadak mundur. Mereka sadar, Alando bukanlah lawan mereka. Salah satu pria yang merupakan pemimpin kedua penjagaan luar rumah setelah pria pertama yang mendapat lemparan pisau Alando, membuka jalan pada Alando. "Masuklah, gadismu tepat berada di ruang tamu."


Alando pun melangkah masuk. Ia disambut dengan hampir 20 penjaga yang mengelilingi John yang duduk berhadapan dengan Silvi dengan tubuh terikat. Ada bercak darah di bawah bibir Silvi.


Semua mata menatap Alando. John terlihat tersenyum kecil. Sementara Silvi hanya menatap Alando dengan tatapan sayu. Matanya yang tegar menjadi berkaca-kaca dan air mata meluncur mengenai pipinya yang memerah bekas tamparan.


"Kau menangis? Wah, aku tidak percaya ini. Kau tidak menangis setelah aku menamparmu. Bibirmu bahkan terluka, tapi kau tidak menangis. Dan sekarang kau menangis setelah melihat Alando. Hahaha."


Alando berjalan ke arah John dengan tangan terkepal. Salah satu anak buah John mencoba menembak Alando, namun Alando dapat menghindarinya dengan mudah. Anak buah John akhirnya mengerumuni Alando, mencoba menghentikan Alando dengan pisau.


Alando menghindari serangan anak buah John dengan mudah dan kembali menyerang mereka. Setiap serangannya berhasil mematahkan leher, tangan, kaki dan bahkan tulang rusuk. Beberapa menit berlalu, sudah hampir 15 orang yang patah tulang bahkan mati hanya dengan serangan tangan kosongnya.


Alando kembali menyerang anak buah John yang tersisa hingga tak satu pun anak buah John yang sadarkan diri.


"Hentikan atau akan ku tembak kepala Silvi." ucap John dengan lantang, dengan pistol yang menempel di kepala belakang Silvi.


"Dimana petaku?" lanjut John.


"Apa? Jangan coba-coba mempermainkan ku."


"Kalian yang saling mempermainkan satu sama lain." ucap Alando dengan langkah-langkah kecil yang bergerak menuju ke arah John dan Silvi.


"Tetaplah di sana Jerk, atau kepala gadismu akan meledak di hadapanmu."


"Kau itu hanya seorang mafia pengecut. Kau mengikat kaki dan tangan seorang gadis yang tidak bisa melawanmu."


John tersenyum kecil, "kau ingin kembali menipuku? Hahaha. Tangan dan kaki kecilnya ini bahkan sudah mebuat 5 anak buahku berakhir di rumah sakit."


"Satu yang aku suka darinya, dia bukan gadis yang cerewet. Karena itu aku tidak menyumpal mulutnya." lanjut John.


"Apa yang kau inginkan dengan menyandera Silvi?"

__ADS_1


"Tentu saja petaku."


"Peta itu tidak bersamaku. Sekarang lepaskan Silvi dan pergi ambil petamu di tangan komunitas Singa Ganas."


"Tidak. Kau yang memberikan petaku pada mereka, maka kau yang harus mengambilnya kembali dan memberikannya padaku. Dan sebelum peta itu bersamaku, maka Silvi akan terus bersamaku."


"Baiklah. Aku akan pergi mengambil petanya." Alando melangkah untuk meninggalkan ruang tamu rumah Silvi. Namun langkahnya terhenti dan berbalik melihat Silvi.


"Bisa aku memeluknya sekali?" tanya Alando.


"Aku tidak sebodoh itu, Jerk. Pergilah! Bawa petaku kemari."


"Kau takut John? Kau memegang pistol dan aku tidak memegang satu benda pun yang bisa melukaimu. Silvi benar tentangmu. Kau hanya ******** pengecut."


"Jaga bicaramu. Gadis bodohmu ini mendapatkan pukulanku hingga bibirnya berdarah karena mengatakan itu. Aku tidak akan segan-segan membunuhmu dan gadis bodohmu ini."


"Kau pikir aku tidak bisa mengambil petaku sendiri dari komunitas Singa Ganas. Mereka adalah komunitas paling lemah sepanjang masa. Mereka hanya beruntung, karena memiliki banyak harta." lanjut John.


"Oh benarkah? Lalu kenapa kau tidak membunuhku saja." ucap Alando dengan langkah panjang ke arah John.


"Berhenti atau aku ledakkan kepala Silvi."


Pistol John kembali menempel pada belakang kepala Silvi. Silvi memejamkan matanya. 'Tidak ada bedanya mati sekarang dan nanti.' secara bersamaan kata itu terucap dalam hati Alando dan Silvi. Alando hanya ingin satu hal, membebaskan Silvi dan membunuh John Meriqwe yang menampar wajah Silvi.


Alando mengambil pisau kecil yang terselip di sepatu bootsnya lalu SLEKKK. Pisau Alando berhasil menembus mata kanan John. Alando sebenarnya ingin mengarahkan pisaunya pada leher John, hanya saja Alando khawatir lemparannya mengenai Silvi yang berada tepat di hadapan John.


Dengan geram, John menarik pelatuknya yang bersamaan dengan Silvi yang menjatuhkan dirinya hingga berguling ke arah Alando.


"Argghhh." teriak John.


John yang kesakitan menarik pelatuknya, menghabiskan seluruh pelurunya untuk menyerang Silvi berturut-turut tanpa jeda ke arah Silvi yang meringkuk tak berdaya dengan tubuh terikat. Alando dengan gerakan cepat memunggungi Silvi hingga 3 peluru John mengenai punggungnya.


Mata Silvi melebar melihat Alando dengan wajah kesakitan menahan peluru. Alando membuka ikatan tangan Silvi lalu membantu Silvi membuka ikatan di kakinya.

__ADS_1


"Larilah. Selamatkan dirimu." ucap Alando dengan wajah pucatnya.


__ADS_2