Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 21 : Taman Tulip


__ADS_3

Dan balasan segera datang.


"Kita punya gadis-gadis imut yang berkunjung, apa kalian mencari sesuatu?"


Yang berdiri di depan kami seorang wanita dengan pakaian terbuat dari dedaunan serta rambut pirang bergelombang dengan hiasan mahkota bunga.


"Kami dibawa oleh unicorn untuk datang kemari."


"Tidak biasanya ia mau melakukannya, apa dari kalian memiliki darah terkutuk."


Sarah tampak kebingungan sementara aku melangkah ke depan.


"Kurasa mungkin itu aku, walaupun aku tidak tahu bahwa aku vampir atau serigala."


"Begitu yah, bukan berarti aku membenci darah terkutuk... apa kalian mau minum teh?"


Kami menerima tawarannya.


"Bagaimana dengan akademi?"


"Berjalan baik walaupun ada beberapa insiden tertentu," balasku demikian dan Sarah memotong.


"Anu... kalau boleh tahu siapa Anda?"


"Namaku Charlotte Fines."


"Charlotte Fines yang terkenal itu, Anda masih hidup dan masih muda."


Aku tidak mengenalnya jadi aku bertanya.


"Memangnya siapa dia?"

__ADS_1


"Ia salah satu pendiri dunia ini."


"Itu berarti dia sudah tua."


"Apa itu yang membuatmu terkejut?"


Charlotte tertawa kecil.


"Aku masih hidup sebab berada di tempat ini, jika aku keluar dari sini aku akan mati loh."


"Bukannya Anda baru saja membeberkan rahasia penting."


"Tidak apa, aku tidak mempedulikannya... aku senang jika ada orang-orang yang datang kemari untuk menemaniku mengobrol, walau ini terlihat seperti bunga tulip sesungguhnya semuanya adalah bunga roh. Bunga ini memanjangkan waktu siapapun yang berada di sini dengan cara aku menghisap energinya."


"Begitu, apa ada alasan lain kenapa Anda melakukan semua ini?"


"Alasan kah... di masa lalu aku pernah berjanji pada seseorang untuk menunggunya, namun selama itu aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, aku terus melakukannya sampai sekarang."


Atas pernyataanku Charlotte mengangguk kecil.


"Aku yakin jika selama ini dia sudah mati meski begitu aku ingin menunggunya."


"Ini pasti kisah cinta yang dalam," Sarah menunjukan mata berbinar sementara aku sedikit menjauhinya karena dia ingusan.


"Maaf."


Ia segera mengeluarkan sapu tangan untuk membersihkan hidungnya. Sementara aku melanjutkan.


"Kami mungkin bisa membantu, paling tidak bisa Anda katakan kemana dia pergi?"


"Namanya Jack Ornel, dia sebelumnya memutuskan untuk pergi ke dunia normal, ia merupakan salah satu anggota aliansi sihir dan memiliki tugas untuk pergi ke sana."

__ADS_1


"Ada kaitan dengan Oliheim?"


"Iya."


"Kalau dunia normal kami rasa kami juga tidak bisa melakukan apapun tapi ketika liburan sekolah datang kami rasa kami bisa mencoba mencarinya."


"Aku akan berterima kasih untuk itu."


Kami menyeruput teh kembali sebelum memutuskan untuk pulang dan beristirahat. Hal ini kami tidak bicarakan pada siapapun termasuk Marick sendiri.


Di sela waktu luang aku mengunjungi nona Silia.


"Apa kamu membutuhkan sesuatu Anna?"


"Aku hanya sedikit penasaran, bolehkah aku tahu siapa yang memasukanku ke akademi sihir ini?"


"Itu berada di arsip sekolah apa kamu benar-benar ingin mengetahuinya?"


"Iya."


Sejauh yang aku tahu bahwa wanita tanpa kepala tersebut yang melakukannya tapi jika dia memang telah datang kemari seharusnya itu bisa diketahui banyak orang.


Aku dan nona Silia pergi untuk memeriksa berkas wali kelas dan kami berdua menunjukan sedikit wajah ragu.


"Tidak ada nama di sana, apa ini mungkin staf lain yang lupa menuliskan namanya?"


Aku memiliki dugaan yang sama seperti nona Silia, terlebih informasi yang ditulis di sana tepat adanya.


Anna Holand 15 tahun tinggal di panti asuhan dan seorang penyihir pemula.


Mungkinkah wanita tanpa kepala tersebut sering mengawasiku. Hal itu masihlah misteri.

__ADS_1


__ADS_2