
Kota es begitulah tempat yang aku kunjungi sekarang, walau namanya demikian bukan berarti bahwa setiap bangunan di sini dibuat dari es, semuanya terlihat sama seperti kita pada umumnya yang membedakan hanyalah lantai dan setiap dekorasi jalanan di tutup es serta udara terasa lebih dingin juga.
Aku bahkan harus mengenakan mantel berbulu untuk membuat tubuhku tetap hangat, orang yang langsung aku temui adalah Frizel seorang bangsawan atau mungkin pemimpin bangsawan dengan rambut perak yang perawakan langsing dan cantik.
Kebetulan dia sedang berada di jalanan tepat di hadapanku yang membuatku mudah untuk menyapanya kalau saja tidak ada pria besar yang bertugas seperti bodyguard atau apapun itu tidak menghalangi.
Semua penduduk di sini berambut perak, jika melihat penampilanku sekarang semua orang pasti akan menyangka bahwa sesungguhnya aku memang tinggal di sini.
"Igor, hentikan itu.... kami saling mengenal."
"Tapi kemungkinan dia adalah anggota Oliheim."
"Aku jamin bukan, ia hanya siswi akademi yang sebelumnya menyelamatkan aku."
Walau ragu orang bernama Igor memilih menurunkan tangannya dan berdiri di belakang Frizel yang berjalan mendekat padaku.
Aku mengulurkan tanganku untuk meminta jabat tangan namun dia malah mengabaikannya dan memilih memelukku erat.
"Betapa imutnya Anna, maukah kamu jadi putri tante?"
"Tentu saja tidak mau."
"Kamu terlalu cepat menjawabnya."
Tidak ada hal yang harus dipertimbangkan, yang kuinginkan sekarang menjauh darinya.
Aku mendorong wajahnya dan dadanya namun sangat sulit melepaskan diri darinya, apa ada semacam sihir yang bisa melakukannya.
__ADS_1
Hanya berdeham satu kali, Igor mampu menyelamatkanku. Mungkin itu sihir.
"Ngomong-ngomong Anna, kenapa kamu ada di sini?"
"Aku ingin turut membantu kota ini demi menahan serangan Oliheim."
"Kamu serius?"
"Iya, aku juga ingin melawan mereka."
Frizel memberikan wajah terkejut sementara Igor hanya membalas dengan senyuman sarkas.
"Ini bukan pekerjaan yang bisa dilakukan bocah kecil, pergi sana."
"Aku yakin dengan kemampuanku."
"Hah?"
"Kemampuan Anna memang luar biasa, aku menjaminnya bahwa ia bisa diandalkan...aku mengizinkanmu bergabung."
"Baik."
"Jangan salahkan kami jika kau mati."
Biasanya orang yang mengatakan itu akan mati lebih awal.
Aku berusaha untuk tidak mengatakan hal demikian.
__ADS_1
Menurut jadwal, penyerangan akan terjadi dua hari lagi, selama itu mari kita habiskan waktu di kota ini dulu.
Aku mengunjungi toko pakaian. Sejujurnya tidak banyak yang aku miliki di akademi jadi tidak masalah untuk membeli beberapa di sini.
Frizel awalnya ingin ikut bersamaku tapi dia perlu mengurus banyak hal bersama asistennya untuk menyiapkan segala sesuatu yang terjadi nantinya.
Bagiku ini adalah pertempuran akhir setelah ini selesai maka, aku akan bisa menjalani kehidupan akademiku biasanya di semester terakhir, baru setelahnya aku akan memberikan kembali tubuh ini pada Vanesa.
Itu adalah kesepakatannya walau aku kemungkinan lulus lebih dulu dari yang lainnya.
Aku berdiri di depan baju diskonan, lebih baik membeli banyak baju dibandingkan hanya satu walaupun harganya sangat mahal.
Penjaga toko mendekatiku sembari bertanya.
"Apa ada yang Anda sukai?"
"Aku tidak begitu mengerti tetang gaya berpakaian, apa bisa aku mencoba semuanya?"
"Tentu saja, silahkan saya akan membantu sebaik mungkin."
Kemungkinan toko ini sering dikunjungi bangsawan karenanya mereka mempunyai gaya bahaya yang sopan santun serta memperlakukan tamu seperti raja.
Hal itu mungkin adalah sesuatu yang lumrah tapi jika dilakukan berlebihan akan sulit juga.
"Mari coba yang ini."
"Tidak yang ini saja, ini lebih imut."
__ADS_1
Beberapa pelayan lainnya berusaha mendandaniku layaknya boneka. Ketika aku menunjukan pakaian yang mereka pilih, mereka tampak bahagia.
Apa-apaan sebenarnya ini?