
Ada keheningan diantara kami berdua namun aku segera mengalihkan pembicaraan dengan sedikit menyembunyikan fakta.
"Darimana aku mendapatkannya adalah rahasia, tapi ini benar-benar asli."
"Jadi kesepakatan seperti apa yang kamu inginkan?"
Nona Helena benar-benar sangat tanggap soal diriku, aku memang bukan tipe yang begitu saja melepaskan kesempatan emas untuk membuat seseorang berhutang budi.
Ayolah sebagai manusia itu wajar saja bukan.
"Aku belum memikirkannya, nanti setelah aku memilikinya aku ingin meminta suatu hal pada Anda, nona Helena."
"Benar-benar licik, misal jika aku merebut bukunya hal itu akan jauh lebih menguntungkan bukan."
"Sayang sekali selain aku siapapun yang menyentuhnya akan mati."
Nona Helena terlihat memucat, tentu saja yang barusan aku katakan hanyalah sebuah kebohongan, pasalnya buku ini tidak memiliki kekuatan seperti itu.
"Aku mengerti."
Aku merasa lega karena gertakanku bisa berhasil.
"Bahan yang kita gunakan cukup sulit didapatkan jadi aku juga perlu bantuan Anda."
__ADS_1
Nona Helena hanya mendesah pelan dengan ekpresi masam di wajahnya, satu masalah telah aku selesaikan dengan mudah.
Satu hari berikutnya aku dan nona Helena telah pergi ke sungai, kami tidak datang untuk berlibur melainkan mencari seekor katak.
Sarah dan Marick yang telah mendengarkan rincian tentang keinginan nona Helena hingga turut bergabung walaupun Sarah terlihat jijik saat katak berada di tangannya.
"Membuat ramuan dengan bahan ini dengan kata lain nanti Anda akan meminumnya profesor Helena."
"Asal itu bisa meningkatkan kekuatan sihirku walau sesaat aku tidak keberatan."
Marick mengambil waktu seorang diri untuk muntah. Bagi nona Helena bisa mendapatkan kembali kampung halamannya lebih dari cukup dari apapun bahkan jika harus memakan katak.
Awalnya juga dia mau makan telur naga walaupun konsekuensinya sudah sangat jelas.
Dia orang yang berani atau mungkin tidak peduli dengan apapun.
Setelah mengumpulkan katak kami pergi untuk mencari bahan berikutnya, dari sini kamu harus mendapatkan sarang burung walet yang berada di dalam tebing curam.
"Ini menakutkan."
"Aku akan mati."
Marick selalu histeris dengan apapun jadi kami sudah terbiasa mengabaikannya, sekarang mendapatkan bahan dari seekor monster penyembur api.
__ADS_1
Karena ada nona Helena itu menjadi pekerjaan mudah.
"Kita hanya butuh hatinya, sisanya mari kita makan."
"Aku tidak tahu tapi bentuk mereka terlihat aneh, percampuran ikan dan kaki hewan darat."
"Dengan kata lain mereka punya kelezatan dua kali lipat."
Aku orang yang pertama mencoba mereka dan seperti apa yang aku katakan ini memang benar-benar enak.
Sarah dan Marick akhirnya tergoda untuk ikut makan, hanya nona Helena yang tidak ikut dan berdiri menatap danau di depannya.
"Nona Helena sebaiknya Anda juga mengisi perut Anda?""
"Nanti saja, aku lebih ingin cepat menyelesaikan hal ini."
Aku rasa dia terlalu serius menanggapi pencarian bahan ini, wajar saja karena hampir semua orang kemungkinan besar menaruh harapan padanya.
Sesudah beristirahat kami mengumpulkan bahan lainnya sebelum mengolahnya jadi satu, aku sendiri yang melakukannya dengan kuali yang digantung di atas api unggun.
"Kamu yakin bisa melakukannya?"
"Jangan khawatir, aku sudah terbiasa membuat ramuan saat berada di tempat nona Silia, hal ini lebih mudah dari yang sering aku lakukan."
__ADS_1
"Sepertinya Silia menyukaimu."
Aku tidak bisa menjawab apapun tentang itu, yang jelas aku terkadang merasa nona Silia hanya memintaku karena dia hanya ingin bermalas-malasan sepanjang hari.