
Aku sudah menduga bahwa aku akan kalah tapi untuk sampai berakhir seperti ini, sesuatu yang sulit untuk dipercaya.
Dari awal nona Helena kemungkinan sudah tahu tentang rencana kami.
Ayolah, kenapa hal seperti ini bisa terjadi.
Tubuhku terikat tali sedangkan dua temanku telah tertangkap basah, terlebih Marick yang memegangi sesuatu yang berbahaya.
"Maaf soal ini nona Helena, aku akan merapihkannya."
"Aku bisa melakukannya sendiri," balasannya pada Marick.
Sementara dia duduk di sofa kami duduk di depannya.
"Jadi kenapa kalian melakukan ini semua? Aku pikir aku bisa menghukum kalian dengan apiku."
Nona Helena menunjukkan tongkatnya dan dari sana api menyerupai wajah iblis tercipta. Tekanan sihir yang luar biasa.
Tidak ada alasan lagi untuk menyembunyikannya.
"Kami ingin mengembalikan telur naga, berikan itu pada kami."
"Anna kamu terlalu blak-blakan," protes Sarah sementara nona Helena mendesah pelan.
"Jadi kalian pergi ke tempat naga itu tinggal, pasti dia menawarkan hidup kalian asal kalian mampu mengembalikan telurnya."
Dia tidak tahu semuanya.
__ADS_1
"Benar sekali, apa enaknya memakan daging naga, akan kami ganti dengan kambing saja."
"Lucu sekali Anna, tapi seperti yang kalian tahu aku lebih memerlukannya ke arah khasiat yang didapat setelah memakannya."
"Bukannya itu menyalahi aturan, hanya dengan kepentingan pribadi Anda mencuri telur, kemungkinan naga akan menyerang akademi ini."
"Sejujurnya aku tidak terlalu peduli, aku perlu untuk menjadi semakin kuat agar suatu hari bisa menjadi pemimpin aliansi penyihir."
Marick memotong.
"Bukannya seharusnya Anda tidak usah jadi pengajar saja dari awal"
"Kemampuanku belum bisa membuatku masuk ke dalam sana tapi jika aku memakan daging naga maka aku akan melebihi kekuatan siapapun bahkan apiku akan jauh lebih kuat dari seekor Phoenix."
Aku bisa mengerti itu, dia terobsesi kekuatan serta kekuasaan.
"Aku memilih untuk mengurung kalian sampai aku selesai dengan telurnya, setelah itu aku akan membebaskan kalian."
Aku tertawa kecil hingga semua orang kebingungan.
"Apa dia baik-baik saja?"
"Ah maafkan aku, hanya saja apa Anda pikir tidak akan ada yang akan mencari kami.. jika seseorang tahu bahwa kami menghilang mereka pasti akan mencari kami."
"Itu memang benar tapi aku yakin mereka akan menganggap kalian hanya murid-murid bermasalah yang melarikan diri."
Yang dikatakannya benar, syukurlah aku memiliki rencana B untuk pelarian ini.
__ADS_1
Kurasa inilah waktunya mereka muncul.
Dalam waktu singkat beberapa orang menerobos kediaman nona Helena, aku tidak meminta pihak sekolah melainkan bibi Sarah yaitu Ema Gretel, dia adalah pemimpin sementara aliansi penyihir.
"Kami sudah mendapatkan laporan bahwa Anda nona Helena Everclaw telah mengambil telur naga dan membuat kita bermusuhan dengan mereka, kami akan menangkap Anda karena keamanan dunia."
Nona Helena menjatuhkan tongkatnya sebelum mengangkat tangannya untuk menyerah.
"Anna Holand, bagaimana kamu melakukan ini semua?"
"Aku hanya bilang jika kami tidak keluar dalam waktu tertentu silahkan mereka untuk masuk."
"Benar-benar."
Ema memborgol tangan Helena.
"Sebaiknya katakan di mana telur naga yang kamu simpan itu? Kami pernah mendengar beberapa aduan bahwa mereka melihat naga di sekitar sini, tidak kusangka dia hanya ingin mencari telurnya."
"Telur itu milikku, aku sudah menyimpannya sejak lama."
"Tidak lagi."
Salah satu bawahan Ema berkata.
"Ada ruangan rahasia di sini dan kami menemukan telurnya."
"Menyusahkan sekali, padahal dengan telur itu aku kemungkinan bisa jadi sangat kuat."
__ADS_1
Aku senang semuanya berakhir tanpa siapapun yang terluka.