Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 58 : Sayap Kiri Roa


__ADS_3

Hal pertama yang membangunkanku dari tempat tidurku adalah sebuah keributan yang dipicu oleh sihir ledakan.


Aku buru-buru mengenakan jubahku dan melihat ke luar bahwa pertarungan tengah terjadi, setengahnya adalah Oliheim setengahnya lagi merupakan pasukan Igor.


Aku melompat ke luar jendela sembari menginjakkan kakiku di salah satu Oliheim hingga dia pingsan. Beberapa orang terlihat kesulitan karenanya aku lebih memprioritaskan mereka.


"Ekpentrum."


Kilatan petir menerbangkan mereka hingga terbang dan berjatuhan di atas bangunan, beberapa mengirimkan kembali sihir serangan padaku yang aku hindari dengan berpindah tempat saja.


"Ekpentrum."


Mereka kembali terlempar, aku mulai mengevakuasi semua penduduk ke tempat yang sudah ditentukan, dari kejauhan aku bisa melihat sebuah es raksasa menyeruak ke udara.


Kemungkinan besar itu berasal dari sihir milik Frizel.


Aku akan segera menyusul setelah semua ini selesai.


Tepat saat aku kembali bergerak beberapa wujud manusia serigala telah menghadangku. Mereka memiliki cakar dan gigi berjeruji sementara di atap ada beberapa vampir.


Ini menyusahkan tapi kurasa ini juga bagus jika berhadapan dengan mereka sekaligus.


Para serigala menerjang dengan kecepatan tinggi sedangkan yang lain menyerang di udara. Aku merubah diriku jadi pengguna tangan kosong.


Dua serigala yang menyerangku secara bersamaan terheran saat kedua tangan mereka ditahan olehku, hanya sedikit pergerakan mereka terlempar ke udara dan jatuh di belakangku. Sebelum bangkit aku menembakan suntikan pada mereka.


Kemudian beralih ke yang lainnya.

__ADS_1


Mereka berteriak terkejut.


"Apa-apaan dengan gadis ini? Hentikan."


Aku menusukan suntikan pada yang terakhir, itu membuatnya menjadi manusia kembali. Setelah mengikat mereka dengan sihir tali aku kembali berlari.


Di sudut jalan aku melihat Igor yang terduduk di dekat salah satu dinding toko dengan penuh luka, di sekelilingnya banyak sekte Oliheim yang telah berubah menjadi mayat.


Aku tidak bisa menyelamatkan banyak orang meskipun aku mau.


"Kamu baik-baik saja?"


"Tidak masalah, melihat kau yang baik-baik saja, kau pasti benar-benar kuat."


"Kurasa begitu," balasku tersenyum pahit.


Aku meninggalkan Igor untuk mencapai tempat Frizel, dia terlihat kesulitan berhadapan dengan wanita dengan rambut pirang panjang.


Jika tidak salah dia Roa, dari sayap kiri. Ia pengguna sihir boneka. Tidak tanggung-tanggung ia menciptakan 20 boneka yang masing-masing bergerak mengikuti tongkatnya.


Setiap boneka memegang pedang dan menyerang layaknya manusia biasa, merepotkan jika seseorang tidak tahu cara menghadapinya.


Satu hal yang bisa dilakukan adalah menggunakan sihir api yang cukup kuat untuk membakar bonekanya, tentu saja jika itu sihir rendah atau menengah sama sekali tidak berpengaruh.


Seseorang harus melemparkan sihir tingkat atas.


Aku melihat bagaimana boneka itu walau terkena bongkahan es mereka masih bisa kembali bergerak.

__ADS_1


Frizel telah kehilangan banyak tenaga yang memaksaku untuk segera melindunginya.


"Gadis kecil?"


"Lama tidak bertemu Roa, kau tidak berubah."


"Apa maksudmu?"


"Seperti yang aku bilang Roa, bukannya aku bilang Oliheim sudah dibubarkan."


Roa tampak kebingungan, dia mencoba memikirkannya dan mengambil semua perkataanku untuk lebih jauh lagi.


"Mustahil, kau?"


"Yap, aku ini Merlim."


Roa tertawa ragu, sedangkan Frizel menutup mulutnya karena keterkejutannya.


"Ini hanya tubuh sementara saja, aku meminjam dari muridku."


"Jadi yang waktu itu cuma tipuan."


"Yah begitulah."


Aku memang ingin menyembunyikannya namun dua orang ini harus mengetahuinya. Sama sepertiku Roa memiliki pengalaman buruk tentang dunia normal jadi dia tidak disalahkan.


Dan Frizel sebenarnya memiliki ikatan keluarga dengan tubuh ini. Semuanya saling bersangkutan.

__ADS_1


__ADS_2