
Aku menyiapkan ramuan yang sebelumnya telah aku buat, untuk bisa mengembalikan kondisi mereka aku perlu menyuntikkan obat ini, karena itulah aku telah menyiapkan banyak benda tersebut di balik jubahku.
Kalau bisa aku sama sekali tidak ingin membunuh mereka, hanya membuat mereka tak sadarkan diri lalu mengikat mereka dengan tali sebelum akhirnya mengirim mereka ke aliansi.
Aku tidak memiliki waktu untuk menyelidiki tempat itu, paling tidak beberapa dari mereka pasti bisa dipercaya, aku melompat turun tepat di antara dua orang yang membelakangiku.
Hanya dengan satu sentuhan tongkat mereka kehilangan kesadaran, agar semuanya berjalan lebih cepat aku segera menyuntik mereka lalu mengikat tangan mereka dengan tali sebelum menggunakan sihir teleportasi untuk mengirim mereka pergi.
Aku sudah meletakan surat di tubuhnya karenanya semua orang di sana akan segera mengerti. Meskipun akan sulit menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya. Tapi siapa peduli, tidak akan ada yang tahu keberadaanku seutuhnya.
"Selanjutnya," kataku lalu bergerak mencari mangsa kembali, kini sekitar 10 orang telah merasakan kepanikan terhadap pergerakanku yang tidak bisa mereka lihat.
"Siapa di sana? Tunjukkan dirimu."
Mereka beralih ke arah yang sedikit ektrim dari menunggu berubah menjadi menyerang secara membabi buta, sayangnya hal itu sia-sia.
Aku melemparkan kembali sihir mereka hingga tidak ada satu pun dari mereka yang bisa meloloskan diri. Sebagai hasilnya tubuh mereka diterbangkan jauh ke udara sebelum membanting pepohonan hingga mereka tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Satu hal selanjutnya yang aku urus adalah pemimpinnya, aku sudah mengenalnya sejak awal dia adalah Corgos, Oliheim sekaligus pemimpin dari pasukan sayap kanan perwakilan vampir."
Secara khusus Oliheim memiliki dua fraksi, pertama fraksi vampir satu lagi fraksi manusia serigala, aku tidak mengerti kenapa mereka berakhir menjadi bekerja sama namun apapun itu mereka tetap saja berbahaya.
Aku berdiri di bawah pohon tetap menyembunyikan wajahku sementara Corgos melihatku selagi bermain-main dengan tongkatnya.
"Aku baru kali ini melihat seorang yang bisa bergerak seperti barusan, apa kau dari aliansi?"
"Bukan."
"Bangsawan?"
"Jadi begitu, aku tidak menyangka ada hal yang disebut kebetulan seperti itu."
Corgos mengayunkan tongkatnya dan itu mengirim bilah tajam yang secara cepat memotong pohon di belakangku, sinar rembulan yang sebelumnya terhalang menerpa wajahku yang seutuhnya menampilkan warna dari rambut perakku.
Aku menggunakan tubuh Vanesa, karenanya tidak ada akan yang menyadari bahwa aku Merlim Ratmir sesungguhnya.
__ADS_1
"Siswa akademi haha ini lucu kau mau terlibat dengan hal seperti ini.. apa kau tahu resikonya, melawan kami sama saja meminta dibunuh."
"Tidak masalah, aku ingin sebisa mungkin menghentikan kalian."
"Menghentikan kami? Seorang gadis kecil?"
"Kenapa tidak, kemampuan seseorang tidak dilihat dari bagaimana penampilan mereka.. siapapun bisa melakukannya asal mereka memiliki tekad kuat di dalam hati mereka."
"Omong kosong, aku mengirimkan banyak orang ke tempat lain meski yang di sini kami gagal di tempat lain kami bisa berhasil."
"Kau terlalu meremehkan manusia."
Corgos mengayunkan tongkatnya dan aku juga melakukan hal sama, dua serangan tersebut berbenturan di udara menghasilkan kilatan cahaya yang menyilaukan.
Selagi kami bergerak kami terus melakukan serangan, mantra ini merupakan matra sederhana namun jika terkena cukup repot juga.
Corgos memasang wajah puas.
__ADS_1
"Sihirku bisa dihentikan dengan cara ini, kau benar-benar menarik... namun hanya sejauh ini yang bisa kau lakukan."
Dia melemparkan tongkat miliknya lalu menggantinya dengan tongkat yang seluruhnya menyerupai kaki burung.