Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 23 : Penangkapan


__ADS_3

Apa yang dikatakan Sarah kemungkinan benar, ini bukan waktunya untuk mendengarkan penjelasannya, aku Merlim Ratmir itu jelas sudah terdengar tidak masuk akal. Aku gadis yang hidup di era ini begitulah hal yang aku yakini.


Jika pun benar apa sebenarnya pria tua ini inginkan dariku.


Pria tua itu mengangkat tangannya dan memilih untuk menyerahkan diri.


"Aku yakin ingatanmu hanya hilang sementara waktu ketika itu kembali kamu akan melakukan hal yang selama ini ingin kamu lakukan, yaitu membunuh orang-orang dari dunia normal."


Marick memegangi kerahnya.


"Sial, aku pikir kau adalah orang baik."


"Haha, manusia terkadang bisa berbohong kuharap kalian juga mewaspadai teman kalian."


Aku hanya duduk di kursi dengan rasa bimbang, satu hal yang bisa aku lakukan adalah membuat sosok tanpa kepala itu, menjelaskan semuanya padaku.


Beberapa menit kemudian aliansi penyihir yang dipimpin wanita berambut hitam ekor kuda muncul.


Dia menutup sebelah matanya seolah seperti karakter bajak laut.


"Aku Ema Gretel, bisakah dari kalian menjelaskan semuanya padaku."


Aku maupun Marick melirik ke arah Sarah dan ia menjawab.


"Dia bibiku."


Itu menjelaskan kenapa ia memiliki nama keluarga yang sama. Beberapa jam kami diintrogasi lalu dibebaskan setelahnya.

__ADS_1


Bu Silia mendesah pelan saat aku menjelaskan yang terjadi padanya. Dia menggelengkan kepalanya.


"Aku adalah orang yang cukup dekat dengan Merlim Ratmir, seingatku jelas kamu tidak memiliki kesamaan dengannya Anna, dia memiliki rambut hitam walaupun matamu memiliki kesamaan."


"Apa ada sihir yang bisa merubah warna rambut?"


"Ada tapi hal itu tidak akan berlangsung lama, seharusnya aku juga bisa merasakan tanda-tanda sihir darimu jika demikian."


Aku memikirkannya sekali lagi.


Mungkin saja memang benar pria tua itu keliru.


"Lalu bagaimana soal hutangmu pada pria tua itu?"


"Aku masih akan membayarnya nanti walaupun aku malah merepotkannya."


"Aku rasa itu tidak mungkin."


"Pagi ini aku menerima sebuah laporan dari aliansi penyihir."


Nona Silia memberikanku sebuah koran yang beritanya sendiri bahwa pria itu telah tewas bunuh diri.


"Kenapa bisa-bisanya dia melakukannya?"


"Aku pikir dia sebenarnya dibunuh, sejak lama aku selalu curiga tapi sepertinya di aliansi penyihir juga ada anggota Oliheim yang bersembunyi, tidak aneh bahwa selama ini keberadaan mereka tidak pernah ditemukan, itu bisa siapa saja tentunya."


Nona Silia mencoba memprovokasiku

__ADS_1


"Sekarang Anna, apa yang akan kamu lakukan?"


"Seperti yang Anda duga, tapi aku akan menahan diri dulu sampai liburan tiba."


"Yah, bergerak saat semuanya kacau balau memang menyusahkan."


Walau nona Silia bilang bahwa ia telah memutuskan diri dari Oliheim aku tetap harus mewaspadainya, aku rasa. Apa di akademi ini tidak ada yang bisa aku percayai.


Aku pada akhirnya kembali ke gua bersama Sarah dan Marick untuk bertemu dengan nona Charlotte.


Aku menjelaskan hal yang terjadi padanya juga hingga ia memasang wajah serius.


"Kemungkinan begitu, tidak ada siapapun yang tahu bagaimana pikiran darinya, hal itu mungkin saja terjadi."


Sarah berkata terkejut.


"Jadi Anna adalah Merlim?"


"Itu belum pasti, ada baiknya kamu menanyakan semuanya pada sosok tanpa kepala itu, aku yakin ialah kunci dari semua ini."


Aku diam sejenak untuk melanjutkan.


"Lalu bagaimana kematian Merlim sebelumnya?"


"Ada beberapa versi yang tersebar di kota, bahwa dia mati karena sihir yang digunakannya dan ada yang bilah dia dibunuh seluruh pengikutnya. Pada dasarnya aku hanya mengurus akademi tidak ikut campur dengannya "


"Menurut Anda orang seperti apa dia?"

__ADS_1


"Dia adalah orang jahat."


Walau aku menanyakan lebih lanjut jelas nona Charlotte tidak akan menjawabnya.


__ADS_2