
"Anna kita diikuti?" atas peringatan Sarah aku dan dirinya segera berlari.
Marick yang berada di belakang segera mengejar kami.
"Tunggu kenapa kalian tiba-tiba."
Dia berusaha sebaik mungkin untuk menyusul.
Kami berbelok di gang lalu berlari sepanjang trotoar, seorang yang kami duga sedang mengikuti kami juga mempercepat langkahnya saat dia berbelok di gang berikutnya kami melemparkan tong sampah hingga dia terbang ke udara lalu ambruk di jalanan tanpa daya.
"Itu sakit sekali."
Kami semua mengarahkan tongkat padanya yang merupakan pria di awal 40an dengan kumis dan jenggot.
"Sudah aku duga kalian pasti penyihir, namaku James aku seorang pemburu vampir dan serigala."
"Jadi kenapa kamu mengikuti kami?" tanyaku mengintimidasi.
"Hanya sedikit penasaran."
Kami tidak repot-repot membantunya berdiri, dia bisa melakukanya sendiri. Penyihir selalu menyembunyikan dirinya jadi kemungkinan ini pertama kalinya seseorang bisa melihatnya.
Dia melanjutkan.
"Aku perlu bantuan kalian, itu akan sangat membantu jika kalian mau melakukannya."
Dalam perjalanan James mengatakan bahwa keluarga pemburu sudah turun menurun melakukan tugas ini, dia bilang bahwa sebentar lagi ada sebuah serangan terhadap penduduk kota karena itulah dia perlu bantuan kami.
Biasanya mereka selalu menyerang sendiri-sendiri tapi sekarang mereka malah bekerja sama.
"Itu terdengar buruk."
"Kalian juga bisa tahu kan, serigala dan vampir kadang bermusuhan tapi mereka malah jadi seperti ini, sudah jelas mereka mulai memutuskan untuk membunuh kita semua."
Bisa saja seperti itu.
Kami dibawa ke sebuah rumah pondok kayu dan di dalam sana banyak diisi oleh orang-orang berpakaian hitam yang masing-masing membawa senjata, karena senjata api tidak berguna mereka tidak membawanya.
__ADS_1
"Siapa mereka James?" tanya seorang wanita berambut bob.
"Bantuan, mereka penyihir," balasnya singkat.
"Jadi mereka ingin ikut berperang juga."
Kami hanya mengangguk mengiyakan dengan sedikit ragu.
James memberikan rencananya, mereka selama ini bersembunyi di pulau tengah laut, asal kita masuk dan menghabisi semuanya maka mereka akan kehilangan kesempatan untuk membantai manusia.
"Apa ini baik-baik saja?"
Wanita berambut bob itu melemparkan tumpukan koran pada kami yang isinya berita-berita tentang ditemukan mayat-mayat yang dibunuh secara misterius.
"Kami adalah generasi terakhir dari para pemburu, ini waktunya kami menyelesaikan semuanya, vampir dan serigala akan tiada untuk selamanya dan dunia kembali damai."
Sejujurnya keberadaan mereka juga ada sangkut pautnya dengan penyihir, akibat aliansi penyihir yang gagal mereka sendiri yang berjuang untuk melawan.
Kami merasa tidak enak dan memiliki tanggung jawab akan hal ini.
"Itu baru namanya semangat."
Aku tidak ingin mengatakan bahwa kami sebenarnya harus kembali ke dunia itu lagi.
Dengan bantuan perahu kami mulai masuk ke dalam hutan, ada sekitar 20 orang yang terlibat termasuk kami.
Marick gemetaran.
"Bahkan ketika kita berada di dunia normal, nyawa kita masih terancam."
"Apa boleh buat, sebaiknya kamu tidak lengah hingga akhirnya mati."
"Aku tidak mau mati."
Salah satu pemburu mengirimkan panah, dan dari atas pohon dua sosok telah ditumbangkan kemudian salah satu dari kami memenggal kepala mereka.
Hanya dengan cara ini maka mereka bisa dibunuh.
__ADS_1
Untuk vampir mereka memiliki penampilan jelek dengan telinga runcing dan mata merah.
"Berhati-hatilah."
Sebuah lolongan nyaring terdengar hingga bersamaan itu kami telah disergap oleh kawanan serigala dan vampir.
"Kenapa mereka tahu bahwa kita akan menyerang?"
Kami semua mengalihkan pandangan satu sama lain dan menemukan seorang pria kurus tersenyum dengan sebuah suntikan di tangannya.
"Kau?"
James buru-buru untuk membunuhnya dengan pedang sayangnya pria itu telah menyuntikan dirinya hingga berubah menjadi manusia serigala, James terlempar jauh.
"Mereka menawarkan sesuatu yang menarik yang tidak bisa aku tolak," jawabnya.
Wanita berambut bob yang sebelumnya kami temui berlari pada serigala tersebut, dengan gerakan cepat dia melukai seluruh tubuhnya lalu menahannya selagi mengarahkan ujung belati di lehernya.
Para pasukan musuh yang merupakan serigala terdiam.
"Berhenti di sana atau aku akan membunuh dia?"
Alih-alih menurutinya mereka semua tertawa gembira.
"Lakukan saja lagipula dia hanya alat, setelah tugasnya selesai kami tidak membutuhkannya lagi."
"Mustahil? Bukannya kalian bilang bahwa aku akan jadi bagian dari kalian."
"Itu tidak sepenuhnya bohong tapi jika sampai menjadi sandera kami tidak akan berniat menyelamatkannya."
Wajahnya mulai memucat.
"Henti..."
Sebelum dia menyelesaikan perkataannya kepalanya sudah dipenggal wanita tersebut.
Dunia ini benar-benar kejam.
__ADS_1