Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 53 : Penyelesaian


__ADS_3

Kami muncul di sebuah tempat luas dengan pemandangan uap di sekelilingnya, ada beberapa kolam dan semuanya merupakan sumber air panas.


"Jadi begitu pantas saja tidak ada siapapun yang berhasil menemukan sumber air panas ini, semuanya berada di dalam tanah."


Seorang guru memang cepat memahaminya, tidak ada cara untuk sampai kemari singkatnya aku telah menguburnya di dalam tanah.


Ada dua kolam yang satu kami gunakan bersama dan Marick akan menggunakan satu yang lain.


Dia menyemburkan darah dari hidungnya karena melihat kami mengenakan pakaian renang dan akhirnya dia pingsan.


"Bukannya itu terlihat imut."


"Anna, kamu jadi seperti tante-tante dibandingkan siswa seumuran."


"Sulit untuk mencoba beradaptasi jadi remaja sekarang."


"Aku bisa mengerti itu," tambah Silia seolah dia juga mengalami hal sama.


Umur kami sudah terlalu tua kurasa.


Kami membasuh diri dengan air di kolam dan hasilnya bisa langsung dirasakan, selain memulihkan energi, kulit akan berubah awet muda dan jelas semua kotoran akan terangkat dengan mudah.


Nona Silia mendesah pelan dengan suara seolah dia seorang nenek-nenek.


"Nyaman sekali, ini baru benar-benar air panas."


"Benar, aku beberapa kali mampir ke tempat serupa tapi tidak ada yang seperti ini."

__ADS_1


"Senang jika kalian menyukainya," balasku tersenyum kecil.


Kami menghabiskan waktu cukup lama sebelum akhirnya kembali ke akademi, Marick sudah sadar dan kami menyerahkannya pada teman sekamarnya.


"Anna kamu tidak mengikuti pelajaranmu lagi, apa ada sesuatu yang akan kamu lakukan?"


"Benar, sesuatu itu sangat berbahaya... Aku akan merasa lega jika aku melakukannya sendiri, aku minta maaf."


"Tak apa, aku sudah mengerti keadaannya tapi tetap saja kamu seharusnya tidak melibatkan diri lagi."


Aku mengelus rambut Sarah.


"Aku ingin menyelesaikan apa yang aku mulai."


Pagi berikutnya aku telah kembali untuk menyempurnakan ramuannya, setelah semalaman bergadang semuanya sudah selesai.


Akan lebih mudah jika penawar ini diberikan pada aliansi, tapi mengingat bahwa banyak orang yang meragukan kinerja mereka pada akhirnya aku akan melakukannya sendirian.


"Jadi gadis manis kamu kembali lagi kemari, infomasi seperti apa yang kamu butuhkan?"


"Keberadaan Oliheim."


"Jika informasi seperti itu aku."


Aku menodongkan pisau di depan lehernya.


Melihat sorot mataku ia menelan ludahnya.

__ADS_1


"Kau terlihat begitu berbeda dari sebelumnya."


"Banyak hal terjadi, berikan infomasinya dan akan kubayar dengan harga dua kali lipat."


"Aku mengerti, akan kuberikan... ini datangnya dari anggota aliansi penyihir karena itulah informasinya sangat tertutup."


"Katakan intinya."


"Dalam waktu dekat kota di suku Utara akan diserang oleh Oliheim... mereka mengetahuinya setelah penangkapan anggota lain sebelumnya."


"Lalu apa yang dilakukan aliansi?"


"Mereka hanya menawarkan untuk segera mengevakuasi ke tempat aman, tentu saja suku Utara tidak begitu saja menerimanya dan memilih tetap tinggal untuk melindungi wilayah mereka."


Aku mendesah pelan selagi meletakan tanganku di wajahku.


"Sebenarnya apa pekerjaan Aliansi itu."


"Mereka hanya mengatakan harus bersiap juga jika wilayah mereka akan diserang."


"Itu mirip seperti mereka hanya berusaha mengamankan diri mereka sendiri. Ini informasi berharga."


Aku melemparkan kantong uang lalu menambahkan.


"Aku memerlukan daftar petinggi aliansi, dalam seminggu pastikan untuk menyelesaikannya."


"Aku mengerti, ngomong-ngomong sebenarnya kau siapa? Aku meragukan bahwa dirimu seorang siswi akademi."

__ADS_1


"Aku hanya gadis biasa saja, dah."


Aku berjalan meninggalkannya begitu saja, walaupun dia mencari tahu, dia tidak akan menemukan apapun tentangku.


__ADS_2