Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 38 : Penyihir Oliheim


__ADS_3

Tepat saat kepala itu jatuh ke tanah pertempuran terjadi. Marick berlari ke belakang sementara aku dan Sarah saling membelakangi untuk mengirimkan kilatan petir.


Mereka diterbangkan dengan mudah hingga menabrak pepohonan di belakangnya, sementara itu para pemburu bertarung dengan gayanya sendiri.


Mereka terlatih sebagai pembunuh kalau aku bilang.


Sesuatu telah berguling di bawah kakiku. Aku dan Sarah panik namun tidak lupa untuk segera berlari dan melompat.


Sesuatu itu meledak dahsyat membuat puing-puing tanah berhamburan.


Aku dan Sarah segera bersembunyi di dekat Marick.


"Mereka memiliki granat," teriak Sarah.


"Jelas sekali, para serigala di bawah para vampir di atas. Aku urus para vampirnya Sarah di bawah."


"Bagaimana dengan orang ini?"


"Abaikan saja."


"Kalian tidak menganggapku."


Kami berdua mengabaikan sosok Marick dan masing-masing bergerak seperti yang aku minta.


Marick berteriak sebelum akhirnya membantu Sarah.


Ketika dibutuhkan Marick bisa diandalkan, aku bersiul dan sebuah sapu telah melesat untuk aku tunggangi.

__ADS_1


Lima vampir melompat padaku dan aku mengirim Ignium untuk membakar mereka hingga berjatuhan, para vampir menunjukkan kewaspadaan.


"Dia penyihir."


"Apa baru sekarang kalian menyadarinya, Ekpentrum."


Petir melesat dan menusuk jantung mereka hingga berjatuhan, mereka adalah orang-orang yang meminum darah Merlim Ratmir seharusnya di antara mereka ada juga penyihir sepertiku."


"Ekpentrum."


Ketika aku memikirkannya sebuah petir melesat padaku yang aku tangkis ke samping.


"Kamu pasti seorang murid yang sangat berbakat hingga bisa menahan seranganku."


"Senang rasanya dipuji oleh wanita tua."


"Apa kau mengenal orang bernama nona Charlotte dan nona Silia?"


"Ah, kedua nama yang tidak ingin aku dengar... Charlotte orang yang mengelola akademi sedangkan Silia pengkhianat yang memutuskan hubungan dengan Merlim Ratmir."


Aku sepertinya memiliki orang yang tepat untuk menanyakan soal Merlim padanya.


"Apa kau tahu bagaimana Merlim mati?"


"Yang aku tahu dia meninggal dari mulut ke mulut hanya itu."


"Bahkan kamu pengikutnya tidak tahu."

__ADS_1


"Begitulah, saat itu kami ketahuan melakukan ekprerimen mengerikan terhadap manusia dan setelahnya kami semua berpencar."


"Maksudmu vampir dan manusia?"


"Benar sekali, banyak orang yang tidak bisa menerima darah Merlim hingga akhirnya dia mati, yang sekarang kau lihat hanya sedikit orang yang selamat."


"Apa kalian masih berniat membunuh manusia di dunia ini?"


"Tentu saja, mereka memburu penyihir dan sekarang adalah sebaliknya."


Aku dan Egnest saling kejar mengejar menggunakan sapu terbang, ketika dia menembakan sihir api aku menunduk lalu membalas menyerang.


"Dilihat dari seragammu kau pasti dari akademi itu, bagaimana keadaannya apa masih utuh?"


"Berkat kalian akademi cukup menjadi tempat menyeramkan."


"Haha jadi di sana juga sudah dimulai, setelah kami menghancurkan di sini maka kami akan menghancurkan aliansi penyihir."


Aku memutar sapuku lalu mengirim tembakan api, di saat yang sama Egnest melakukan hal sama hingga kedua serangan kami saling berbenturan di tengah-tengah.


"Walau terlihat kami seperti menuruti perintahnya, Merlim Ratmir bukanlah yang mengendalikan kami penyihir Oliheim melainkan kami yang mengendalikannya, berkat darahnya yang terkutuk kami bisa membalas dendam."


"Kamu yakin mengatakan itu, Oliheim dibentuk oleh Merlim bukan?"


Egnest tertawa.


"Itulah yang dipikirkan semua orang namun sebenarnya tidak demikian, kami penyihir Oliheim sudah dibentuk sebelum dia membangun dunia itu bersama yang lainnya, itulah kenyataannya."

__ADS_1


Dengan kata lain Merlim yang sesungguhnya dimanfaatkan.


__ADS_2