Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 31 : Pelajaran Baru


__ADS_3

Dari tongkat Sarah muncul sebuah titik cahaya namun itu hanya sesaat sebelum menghilang kembali.


Kurasa itu gagal tapi bukan berarti dia tidak bisa berusaha mencobanya lagi, sementara itu kami berdua akan terus mengalihkan perhatian makhluk ini. Aku dan Marick berkeliling di sekitar Golem memberikan apapun yang kamu bisa, itu membuat roboh tubuhnya hingga berjatuhan ke bawah.


Dalam segi kekuatan Golem ini lemah hanya saja tidak bisa dihancurkan.


"Anna."


Aku menerima tali dari Marick kemudian bersama dengannya kami mengikat kakinya hingga jatuh tersungkur di depan wajah Sarah.


Sarah yang sudah siap di sana dengan menempelkan ujung tongkatnya pada kepala Golem, cahaya telah menelannya lalu merubahnya jadi debu seutuhnya.


Ini pertarungan yang melelahkan, Sarah memerosotkan dirinya dengan wajah kelelahan.


"Aku ingin beristirahat sebentar."


Begitu juga kami.


Aku memeriksa petanya kembali dan kini telah berubah menjadi peta berbeda.


"Ini jangan bilang bagian kepalanya, kepalanya ada di tempat ini."

__ADS_1


"Jelas sekali, Marick kamu bawa tangannya."


"Aku juga yang harus membawanya."


"Itu tangan wanita bukannya kamu akan lebih senang memegangnya," atas pernyataan Sarah, Marick tersenyum masam.


Tentu aku tahu dia lebih suka memegang tangan wanita yang utuh.


Tidak ingin menghabiskan lebih banyak waktu kami kembali ke akademi secara sembunyi-sembunyi, aku menyembunyikan tangan tersebut di bawah ranjang dan yakinlah bahwa tidak akan ada orang yang menemukannya setelah aku menggunakan sihir tersembunyi.


Aku dan Sarah mandi bersama sebelum tidur nyenyak, baru keesokan paginya kami kembali memasuki kelas nona Silia, sebelumnya menumbuhkan benih sekarang kami naik tingkat untuk menghidupkan tanaman yang layu.


Seorang murid mengangkat tangannya.


"Kalian perlu melakukan dasarnya dulu, baru aku akan mengajari kalian."


"Meski Anda bilang begitu, apa hal ini bisa berguna untuk kami."


Nona Silia mengalihkan pandangannya ke arahku dan bertanya.


"Anna apa yang bisa kamu dapatkan jika kamu belajar ini?"

__ADS_1


"Aku bisa merawat tanaman herbal dan jika layu aku masih bisa membuatnya lebih baik untuk dijual, dengan kata lain pemasukanku akan terjaga."


"Itu mungkin salah satunya."


Aku bisa mendengar beberapa orang mulai membicarakanku tentang mata duitan atau rakyat jelata, tapi jujur saja aku sama sekali tidak peduli.


"Jika ada keberatan dengan cara aku mengajar kalian bisa absen dan yang masih bersedia kalian tetap di sini, kalian paham."


"Paham Bu."


Jelas sekali tidak ada siapapun yang ingin keluar dari kelas ini.


"Ngomong-ngomong sebentar lagi perlombaan tahunan akademi ini akan dimulai, sebaiknya aku ingin dari kalian ada yang mengikutinya."


"Aku dengar pertandingan itu sangat berbahaya karena siswa boleh melakukan apapun untuk mampu bersaing," kata salah satu murid.


"Begitulah tapi itu juga sepadan dengan hadiah yang akan kalian terima, yaitu kalian bisa berlibur selama seminggu penuh di dunia normal dan nilai kalian akan tetap bagus, tentu ada hadiah lainnya yang bisa kalian dapatkan tergantung posisi kalian di juara satu, dua atau tiga."


Mendengar itu semua orang berteriak semangat.


"Seperti yang kalian duga akademi ini tidak pernah memberikan libur panjang kecuali pada musim dingin, liburan seperti ini jelas tidak ada siswa yang mau melewatkannya."

__ADS_1


Aku bisa mengerti soal itu, tidak ada peraturan maka jelas kami juga bisa saling bekerja sama


__ADS_2