Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 48 : Bendera


__ADS_3

Setelah beristirahat sejenak kami berkeliling kembali untuk menemukan kertas sihir, ketika salah satu kami mendapatkannya. Sarah akan melipatnya kemudian kami akan mengikutinya kembali.


Orang-orang yang ikut dengan kami memutuskan tidak akan mengincar benderanya dan mereka hanya ingin menyelesaikan tes ini saja.


Semua orang jelas tidak menyukai tinggal di dalam hutan. Ketika malam akan tiba kami semua masing-masing menyiapkan kemah seadanya dan bergantian berjaga, tidak ada monster walau demikian hewan buas tetaplah ada.


Beberapa dari mereka kami sajikan sebagai makan malam juga.


Pagi berikutnya semua orang kembali melanjutkan perjalanan, ketika kertas origami kami jatuh itu menjadi pertanda kami untuk beristirahat.


Marick duduk di batang pohon dan selanjutnya dia terjungkal ke belakang dengan cukup keras.


"Sakit."


"Salahmu tidak berhati-hati," kata Sarah membantu dengan mengulurkan tangan.


"Sial.... ini cukup melelahkan, berapa lagi kertas yang harus kita cari, ini melelahkan."


"Kakiku juga sakit."

__ADS_1


Aku bisa mengerti apa yang terjadi pada kelompok lain, aku menjelaskan untuk menenangkan mereka.


"Tes ini sebenarnya untuk melatih kita agar tidak terlalu tergantung pada sihir, aku yakin dari kita semua bahkan jarang berjalan kaki ketika bisa mengendarai sapu terbang."


"Soal itu..."


"Akademi hanya mencoba mengingat kita bagaimana caranya beradaptasi agar saat kita kembali ke dunia normal kita bisa hidup dengan menyembunyikan kekuatan kita."


Penjelasanku jelas bisa diterima dengan baik.


Yang barusan bukan dari siapapun, semuanya murni apa yang aku pikirkan sekarang. Aku mengeluarkan tongkatku dan begitu juga Sarah.


Yang jatuh di depan kami adalah seekor laba-laba raksasa dengan warna hitam gelap serta di tubuhnya tertempel kertas-kertas yang kami inginkan.


Menggunakan sihir akan merusak kertasnya dan jika kami tidak menggunakannya, sulit untuk mengalahkan makhluk ini.


Marick dengan gemetaran mengeluarkan tongkatnya.


"Kita harus menghadapinya lalu mengobarkan kertas-kertas tersebut?"

__ADS_1


Sarah memiliki pemikiran berbeda, dia lebih teliti dari yang aku pikirkan.


"Tak masalah untuk menggunakan sihir, hanya saja jangan sampai mengenai kertas emasnya...itu tiket kita agar bisa mencapai tengah hutan dengan cepat."


Kami semua melakukan seperti apa yang dikatakan oleh Sarah, tidak ada yang cukup buruk dalam menggunakan sihir jadi semua orang mengerahkan kekuatan terbaik mereka dalam melakukan serangan.


Pertama kami membutakan pandangan laba-laba tersebut dengan sihir cahaya kemudian menyerang kakinya, di detik saat roboh aku meluncur di bawah tubuhnya mengambil kertas emasnya sebelum akhirnya menyelesaikan pertarungan ini.


Menurut Sarah kertas emas ini bisa langsung membuat kami mencapai finish tanpa perlu mencari kertas lainnya.


Dalam tiga hari kami menjadi kelompok pertama yang sampai dan hanya kelompok aku saja yang mendapatkan bendera yang dikatakan nona Helena.


Ada pesan yang ditaruh di pohon, ketika seseorang mencapai finish maka satu hari berikutnya akan menjadi hari terakhir. Yang masih belum datang akan dinyatakan gagal bersamaan dengan penghalang yang akan hilang seutuhnya.


Dengan begitu kami bisa pergi dengan sihir.


Beberapa kelompok lainnya menyusul dan sisanya harus gagal dan menerima kelas tambahan.


Tes untuk dunia sihir memang tidak akan bisa ditemukan di sekolah mana pun di dunia normal.

__ADS_1


Aku, Sarah dan Marick melakukan tos bersama atas kemenangan kami.


__ADS_2