Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 52 : Ramuan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian aku meminjam tempat pembuatan ramuan milik nona Silia, aku meminta izin untuk tidak masuk kelas beberapa hari ke depan, hal itu seharusnya tidak mendapatkan izin namun berhubung dengan keadaanku sekarang aku bahkan lebih hebat dibandingkan dengan guru yang ada di akademi ini, jelas bahwa akademi sekolah tidak cocok untukku.


Walaupun sesekali aku akan menyempatkan diri untuk masuk.


Nona Silia mendesah pelan lalu berkata dari arah belakangku.


" Sepertinya kamu terlihat sangat sibuk?"


"Aku sedang mencoba membuat ramuan untuk mengembalikan orang-orang Oliheim kembali ke tubuh asli mereka, singkatnya siapapun yang meminumnya keabadian mereka akan hilang dan juga mereka bisa hidup seperti manusia semestinya."


"Begitu, aku pikir aku tidak ingin menjadi manusia kembali."


"Jika orang itu tidak membuat masalah aku tidak akan melakukannya."


Nona Silia tersenyum pahit.


"Beberapa ada yang menyukai keabadian dan beberapa lagi ada yang membencinya, aku tidak akan memaksa keinginanku pada siapapun."


Nona Silia terlihat menarik nafas lega.


Aku mulai memasukkan beberapa potongan daging kadal dan laba-laba ke dalam kuali kemudian mencampurnya dengan cairan hitam lalu mengaduknya selagi tertawa hihihi.


Memang tertawa seperti ini cocok saat membuat ramuan. Sementara nona Silia jelas langsung menentangnya.


"Kamu bisa menakuti siapapun jika tertawa seperti itu."


Sarah dan Marick datang berkunjung selepas sekolah. Aku memberikan masing-masing satu botol untuk mereka.


"Apa ini Anna?" tanya Sarah.

__ADS_1


"Itu ramuan yang bisa menyembuhkan kelelahan.. cukup bagus untuk dikonsumsi pelajar."


"Begitu, boleh aku minum."


"Tentu."


"Aku juga."


Mereka meneguknya dan selanjutnya mereka berdua bisa merasakan efeknya.


"Tubuhku terasa ringan."


"Aku seperti baru bangun tidur," tambah Marick.


"Di masa lalu ramuan barusan sangatlah mahal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan."


"Eh, kami baru saja meminum sesuatu yang luar biasa."


"Anna kamu terlalu banyak berubah."


Marick berbisik ke dekatku.


"Ngomong-ngomong apa kamu bisa membuat ramuan yang membuatku tidak terlihat, aku ingin bisa mengintip ke pemandian wanita?"


"Aku rasa aku bisa membuatnya."


"Tolong buatkan aku satu."


Sebuah pukulan menghantam kepala Marick hingga jatuh.

__ADS_1


"Kamu malah ingin memanfaatkan Anna untuk yang tidak-tidak."


"Maafkan aku."


"Kalau kau mau kenapa kita tidak mandi bersama saja, maksudku ada sebuah kolam air panas yang tidak diketahui banyak orang."


"Maksud Anna, membiarkan Marick melihat kita?"


"Jika memakai pakaian renang kurasa tidak masalah... Nona Silia apa Anda juga mau ikut?"


Nona Silia yang diam-diam menguping terkejut. Pipinya terlihat memerah.


"Aku pernah dengar sebuah kolam air panas legendaris yang bisa meningkatkan kekuatan seseorang hanya dengan berendam beberapa menit saja, apa mungkin kolam itu adalah kolam yang kamu maksud."


"Benar sekali, aku dan Vanesa sering mengunjunginya dulu."


"Kalau begitu aku ikut," mata nona Silia bersinar terang sama seperti yang Marick tunjukkan.


Sarah juga memilih menyerah dan mengangguk mengiyakan. Aku membuat sebuah lingkaran sihir di lantai dengan sebuah kapur putih.


"Sihir ini?"


"Sihir perpindahan, dengan ini kita bisa berpindah-pindah tempat dengan cepat, aku sebelumnya sudah membuat lingkaran di sana lebih dulu dan bisa diaktifkan hanya dengan membuat lingkaran baru di manapun aku berada."


"Sihir yang cukup sederhana namun sangat hebat."


"Kalau mau aku bisa mengajarimu nanti Sarah."


"Benarkah? Terima kasih banyak."

__ADS_1


"Sekarang waktunya pergi."


Kami berempat berdiri di tengah-tengah lingkaran sihir, ketika aku mengayunkan tongkatku kami semua menghilang.


__ADS_2