Anna Holand : The Oliheim Witch

Anna Holand : The Oliheim Witch
Chapter 27 : Kesepakatan


__ADS_3

"Hoh, itu kertas khusus yang hanya bisa dibaca saat menerima tetesan darah naga, benar-benar sudah lama semenjak aku melihatnya."


"Karena itulah jika kamu memberikan darahmu kami akan segera pergi dari sini."


Aku memberikan sebuah tawaran yang tidak mengandung kerugian sama sekali pada pihak kami, namun naga ini tidaklah bodoh.


"Jika aku membunuh kalian di sini maka semuanya tidak berlaku, aku ingin tawaran yang lebih."


Aku berusaha menahan diri untuk tidak mendecapkan lidah dan kembali memasang wajah polos untuk bertanya.


"Lalu apa yang kamu inginkan agar kesepakatan bisa terjalin?"


"Kalian dari akademi itu bukan, kalau demikian aku ingin kau membujuk Helena Everclaw untuk datang kemari dan memberikan barang yang telah dia ambil maka dari itu aku akan memberikan darahnya."


Apa naga ini memiliki suatu hubungan dengannya, Sarah dan Marick jelas berfikir sama seperti yang aku pikirkan.


Ini akan menyulitkan.


Singkatnya itu sesuatu yang mustahil dan di saat yang sama kami memerlukan darah naga, naga ini juga tidak akan melepaskan kami begitu saja kecuali kami menyepakati keinginannya.


"Mari ubah kesepakatannya sedikit, bagaimana kalau kamu menyebutkan benda seperti apa yang diambilnya dan kami akan membawanya padamu tanpa melibatkan nona Helena."


"Baiklah, itu juga tidak masalah... dia mencuri telur naga... karena itulah aku datang kemari, sayangnya jika aku muncul di akademi semua orang akan langsung menyerangku."


"Nona Helena melakukan itu?"


"Jika kamu memakan daging naga yang masih bayi maka kekuatan sihirmu akan meningkat khususnya sihir api... seharusnya seminggu lagi akan menetas."

__ADS_1


"Aku tidak menyangka guru itu mencuri telur naga."


"Belakangan ini aku berfikir banyak sisi gelap dari akademi," tambah Sarah menghela nafas panjang.


Dengan ini kesepakatan kami telah terjalin.


Sekembalinya di akademi kami membahas bagaimana cara melakukannya dan akhirnya secara bergiliran kami mengawasi nona Helena dari kejauhan.


"Apa ada yang kamu inginkan tuan Marick?"


"Aku menyukai Anda, bisakah kita berkencan."


"Maaf tapi aku ini seorang lesbi."


Aku dan Sarah yang kebetulan mendengarkan menahan tawa kami, itu sebuah alasan yang membuat pria K.O walau aku yakin nona Helena bukan orang seperti itu.


"Aku gagal."


Hasilnya sama.


Kini adalah giliranku untuk melakukannya.


Setelah pelajaran selesai aku mengunjungi ruangannya yang tidak ada siapapun di sekitar.


Lupakan soal melakukan semuanya dengan halus, yang harus aku lakukan adalah menyerangnya.


"Apa kamu tahu mengacungkan tongkat ke arah gurumu sangatlah melanggar peraturan?"

__ADS_1


"Aku hanya ingin tahu seberapa kuatnya Anda, apakah Anda mau membantuku berlatih?"


"Kalau demikian aku tidak keberatan."


Sementara aku menantangnya, Sarah dan Marick telah pergi ke kediaman nona Helena untuk mencuri telurnya.


Dengan sebuah jepit rambut, pintu terbuka dengan mudah, Sarah dan Marick perlahan memasukinya lalu menyalahkan lampu untuk melihat seberapa luas tempat ini.


Guru tinggal di akademi, karena itulah mereka bisa dengan mudah menyelinap masuk. Ada beberapa perabotan yang megah menandakan seolah Helena memang hidup dengan elegan.


"Tidak ada waktu melihat-lihat, mari cari dimana telurnya?"


Marick mengangguk atas keinginan Sarah dan sekali lagi ia memeriksa semua tempat.


"Lihat ini Sarah... Bra yang sangat bagus, berapa ukuran Bu Helena."


"Sebaiknya jangan macam-macam dengan itu."


"Aku tahu."


Tak lama sebuah suara memotong mereka.


"Menyelinap ke asrama guru benar-benar kejahatan, aku harap kalian bisa menahan hukuman yang akan datang."


Keduanya mengalihkan pandangan dan melihat bahwa Helena telah berada di sofa duduk dengan Anna yang terikat tali.


Bagaimana mereka melakukannya mustahil untuk bisa mengalahkan seorang guru.

__ADS_1


__ADS_2