
Kami bertiga menghabiskan lebih banyak waktu di perpustakaan. Tempat ini satu-satunya tempat yang sedikit orang kunjungi dan menjadi tempat favorit kami belajar.
"Rasanya kita baru saja datang kemari tapi sudah ada ujian lagi."
"Mau bagaimana lagi sekolah ini mengadakan evaluasi bulanan kuharap kamu Marick melakukan hal yang terbaik."
"Jangan khawatir Anna, aku sudah menulis banyak contekan."
Sekarang aku lebih khawatir padanya.
"Temanmu masih mengurung diri?"
"Begitulah, walau dia melakukannya aku rasa dia happy happy saja."
"Memang ada beberapa pria yang hidup seperti itu."
"Gadis juga ada."
"Hanya sedikit."
Mereka berdua selalu berdebat dengan sesuatu yang tidak penting. Aku memang memiliki banyak pemikiran soal diriku tapi yang jelas aku memilih mengabaikan semuanya.
Aku belajar seperti biasanya, membantu nona Silia lalu melakukan beberapa tes.
Seperti itulah hari-hari yang aku jalani jika tidak ada misteri yang aku selidiki. Nona Silia meregangkan tangannya setelah banyak menulis di bukunya.
__ADS_1
"Hari-hari seperti ini sangat aku rindukan, tanpa ada masalah apapun."
"Tolong jangan gunakan gaya sarkas padaku nona Silia."
"Aku tidak tahu apa yang kamu katakan."
Jelas sekali dia sedang menyindirku.
"Anna malam nanti kamu luang, aku ingin berbelanja dan aku ingin kamu menemaniku?"
"Belanja di kota."
"Lebih tepatnya di pasar gelap, kamu mungkin bisa menemukan sesuatu yang langka dengan harga murah di sana ataupun berharga untukmu."
"Aku selalu penasaran sebenarnya nona Silia Anda selalu mencoba memprovokasiku kan agar bergerak?"
Seperti semua orang bilang pemikirannya memang sulit ditebak, walau demikian aku memutuskan untuk ikut. Hal-hal seperti ini mungkin bisa berguna di masa depan nanti.
Aku dan nona Silia mengendara sapu untuk sampai ke kota lebih jauh dari kota terdekat, di sana terdapat sebuah jalan menuju bawah tanah dan yang mengejutkan bahwa di bawah sini lebih ramai.
"Apanya pasar gelap, jelas tempat ini terang," protesku demikian.
Nona Silia tertawa kecil.
"Jika pasar gelap jelas sekali aliansi akan menutupnya, yah bisa dibilang ini sebelumnya pasar gelap dan berubah jadi pasar seperti ini."
__ADS_1
Aku akan mengatakannya bahwa ini seperti sebuah tempat pembelajaran atau sebagainya, di jalanan banyak orang yang sedang berjudi dan makan makanan pinggir jalan, beberapa lagi tampak sedang melakukan bisnis mencurigakan di dalam gang-gang kecil.
"Bukan berarti tempat ini sudah baik, sebaiknya kamu berhati-hati."
Aku mengangguk sebagai jawaban lalu terus mengikuti nona Silia yang ada di depanku. Aku pikir dia hanya ingin membeli benih tanaman dan sebagainya dan berhenti di depan pria tua yang menggelar tikar.
"Kalian butuh sesuatu?"
"Aku ingin sebuah informasi."
"Itu membutuhkan dua kali lipat bayaran tergantung apa yang kamu inginkan."
Sepertinya aku salah.
"Apa yang dilakukan aliansi sekarang?"
"Kita lihat, hmmmm.. sepertinya mereka mendapatkan laporan soal keberadaan Oliheim di hutan terlarang dan akan melakukan perburuan tiga hari lagi."
"Jadi begitu, ternyata mereka bekerja juga."
"Karena tuan Rider terluka parah orang-orang mulai sedikit waspada. Maksudku hanya sebagian kau tahu."
"Aku tahu... dan Anna kamu ingin menanyakan sesuatu padanya juga?"
"Jack Ornel, tolong beritahu aku tentangnya."
__ADS_1
Aku mengatakannya dengan serius.
"Tidak aku sangka ada gadis muda yang penasaran dengan nama tersebut... dia dinyatakan menghilang di dunia normal, hanya itu."