
''Ariana...bangun buka pintunya!...ri...riana...buka pintunya!'' suara dari balik pintu. Danu kakak laki laki Ariana.
Cekrek!
Muncul wajah wanita cantik yang tampak masih sangat mengantuk dari balik pintu, menatap nya penuh kekesalan.
''Astaga?!! kau baru bangun'' Danu menggelengkan kepala, meloloskan diri nya masuk ke kamar dan duduk di sofa.
''Apa kau tidak punya kerjaan, pagi pagi begini sudah mengganggu ku?!'' hardik Ariana dengan wajah kesal, duduk di tepi tempat tidur.
''Hahaha... pagi??? lihat'' menunjuk jam dinding pukuk 10.00 pagi ''Papa menunggu mu di bawah'' Danu.
''Ada apa?'' Ariana.
''Kau lupa?'' Danu.
''Apa?'' Ariana.
''Calon tunangan mu akan datang'' Danu menatap lekat adik nya.
Ariana tak bergeming, dia mengingat ingat perdebatan dengan ayah nya tadi malam.
***
''Riana..., besok teman papa akan datang'' Tuan Heru memulai obrolan saat makan malam.
''Terus?'' Ariana cuek.
''Dia datang bersama anak nya, Papa ingin kau bisa menikah dengan anak nya, paling tidak bertunangan dulu juga tidak apa apa, dia itu anak yang baik dan juga pekerja keras'' ucap Tuan Heru ''Papa yakin dia bisa menjagamu'' lanjut nya berbicara.
Riana masih diam, malah asyik menikmati makan malam nya.
''Riana kau mendengarkan papa tidak?'' suara Tuan Heru sedikit meninggi.
''Tidak!'' Ariana cuek.
''Ariana!!! papa sedang bicara dengan mu! di mana sopan santun mu?!'' bentak Tuan Heru.
Ariana masih tidak bergeming.
''Ariana..., dengarkan dulu apa yang papa mau katakan'' tegur Danu pelan.
Ariana menatap lekat pada ayah nya.
''Kenapa kau melihat papa begitu'' tanya Tuan Heru.
Ariana tersenyum kecut ''Aneh, katanya papa mau bicara dengan ku?''
__ADS_1
''Ariana! kau sudah dewasa dan sudah saat nya menikah! Papa tidak mau kau bergaul yang tidak jelas! bagaimana pun juga kau itu perempuan!'' ucap Tuan Heru tanpa basa basi dan penuh penekanan.
''Aku tidak mau!'' beranjak dari kursi, tapi tangan Danu dengan cepat mencegahnya.
''Riana..., dengarkan papa dulu kakak mohon'' bujuk Danu.
Ariana kembali duduk.
''Baik apa yang papa mau? bertunangan? menikah? memiliki anak? lalu apa lagi?'' ucap Ariana acuh.
''Papa tidak akan mengulangi perkataan papa lagi, ini keinginan terakhir sebelum papa meninggal.....''
''Pa...'' potong Danu.
''Papa hanya ingin melihat adik mu menikah Dan...Maaf kan papa, jika papa belum bisa jadi orang tua yang baik untuk kalian'' ucap Tuan Heru lirih.
''Pa...'' panggil Danu.
Ariana pergi meninggal kan Danu dan Papanya.
''Ri...'' panggil Danu.
Tapi Riana tetap bejalan meninggalkan ruang makan.
Braakk!!!
Pintu kamar di tutur kasar.
***
Tuan Heru pengusaha dan pendiri ''Darian Group'' adalah duda beranak dua, Danu dan Ariana.
Tuan Heru memang sangat mencintai kedua anaknya, sehingga selalu melakukan apa pun dengan sebaik mungkin, apalagi jika berurusan dengan kedua anak nya.
Ariana anak yang sangat dekat dengan ayah nya, tapi semenjak Tuan Heru memberinya tanggung jawab mengelola perusahaan sendiri dan selalu memaksa nya untuk segera menikah, membuat Ariana berfikir kalau ayah nya sangat membenci diri nya.
Ariana wanita cantik yang berpenampilan sedikit tomboi, yang jago bela diri dan juga balap motor liar. Tuan Heru benar benar khawatir melihat apa yang di lakukan oleh putri nya itu, sehingga Tuan Heru ingin sekali menikah kan Ariana, berharap anak nya bisa seperti Ibu nya menjadi wanita dewasa yang elegan menawan.
***
''Ri...?'' tegur Danu mengagetkan Ariana.
''Kenapa papa begitu ingin aku menikah?
Padahal kakak saja belum menikah?
Kenapa aku yang harus lebih dulu menikah?
__ADS_1
Apa papa begitu ingin aku cepat pergi dari rumah ini?
Apa papa benar benar membenci ku?'' pertanyaan yang tidak masuk akal lolos begitu saja dari bibir Ariana.
''Apa yang kau katakan Ri??'' tanya Danu ''Papa sangat menyayangi kita, kenapa kau berpikir seperti itu?''
''Tapi kenapa papa begitu ingin aku cepat menikah kak, kalau bukan untuk mengusir ku dari rumah ini?''
''Riana!! sadar lah..., papa hanya ingin kau mendapatkan lelaki yang baik''
Ariana tertawa terbahak bahak.
''Aku akan membuat mereka menyesal'' tatapan dingin Ariana.
Danu hanya menggelengkan kepala, tidak mengerti apa yang di pikir kan Ariana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bantu support ya π
Ini karya perdana aku...
__ADS_1
Jangan lupa Like Coment juga ya π
Terimakasih sebelum nya π