Ariana

Ariana
Nina


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan jam 12 siang tapi Ariana belum keluar juga dari kamar. Dia juga sebenarnya merasa bosan, tapi dia juga bingung bagaimana menghadapi Papanya. Dia sedang tidak ingin berdebat.


Tok...tok...


Ketukan pintu kamar Ariana.


''Masuk!'' perintah Ariana.


''Maaf Nona, makan siang sudah siap'' ucap pelayan sopan.


''Papa yang menyuruh mu memanggil ku?'' Ariana beranjak menyisir rambut nya.


''Tuan Besar tadi pagi sudah berangkat ke Singapure Nona'' pelayan.


''Ke Singapure????'' Ariana menghampiri pelayan.


''Iya Nona, dan Tuan Muda tadi berpesan sebelum pergi ke kantor untuk menyiapkan makan siang Anda Nona'' lapor pelayan.


''Tidak usah! aku akan ke kantor menemui Kakak'' tolak Ariana.


Pelayan hanya menundukkan kepala tanda hormat.


Ariana segera bersiap untuk ke kantor menemui Kakak nya, dia ingin mengajak Kakak nya makan siang bersama.


***


Darian Group


Di ruang Wakil Presdir.


Tok...tok...


''Masuk'' perintah Danu.


''Maaf Pak, Tuan Rian sudah datang'' lapor Nina sekertaris Danu.


''Baik, suruh dia masuk dan buat kan tek panas'' Danu.


''Baik!, Silahkan Tuan'' mempersilahkan Rian masuk''


Danu mempersilahkan Rian untuk duduk di sofa yang ada di ruangan.


''Sebentar ya, Rian. Aku selesaikan berkas ini dulu'' ucap Danu.

__ADS_1


''Iya kak..., silahkan'' Rian.


Nina masuk membawa minuman.


''Rian..., apa kau semalam benar benar pergi dengan adik ku?'' tanya Danu menghampiri Rian dan duduk di sofa.


''Hm...kenapa Kak Danu bertanya seperti itu?'' Rian menjawab dengan bertanya.


''Hahaha, aku tau adik ku itu sedikit menyebalkan. Apa dia kemarin meminta mu turun di jalan?'' tanya Danu lagi.


Rian menceritakan apa yang terjadi tanpa ada yang di tambah tambah kan, dia juga menjelaskan perasaan nya tentang perjodohan ini.


***


Di luar ruangan.


''Hey!!'' kejut Ariana.


''Ariana?!!'' kaget Nina matanya membulat.


''Lama tidak bertemu, apa kau sudah menyatakan cinta pada Kakak ku?'' goda Ariana.


Nina adalah teman SMA juga teman Kuliah Ariana. Nina memang menyimpan rasa pada Danu, tapi dia takut akan menjadi cagung kalau sampai di tolak. Belum lagi posisi nya sebagai Sekertaris Danu. Jadi dia memilih diam dan menikmati hari hari nya yang bisa selalu dekat dengan pujaan hati nya.


''Hahaha...kau pintar mengalihkan pembicaraan ya. Apa kakak ku ada?'' Ariana.


''Ada..., tapi sepertinya ada tamu pribadi'' Nina.


''Tamu pribadi? siapa???'' heran Ariana.


''Tuan Rian, orang nya ganteng banget, tapi tetap lebih ganteng Kakak mu! Hahahaha.,,,'' Nina.


Di tengah mereka asyik tertawa dan mengobrol.


Cekrek! pintu terbuka.


''Ariana?! kau di sini? kenapa tidak masuk?'' tanya Danu terkejut melihat Ariana ternyata sedang asyik mengobrol dengan Nina.


''Tidak apa apa Kak, aku mau mengajak makan siang bersama Nina, boleh?'' tanya Ariana.


Rian hanya menatap nya acuh, mencoba melupakan kejadian semalam.


Nina hanya diam terkejut kenapa tiba tiba Ariana mengajak nya makan siang.

__ADS_1


''Kebetulan, kita makan siang bersama saja. Kakak dan Rian juga baru mau makan siang'' ajak Danu.


'' Ta-tapi kak...'' belum sempat menolak tangan nya sudah di tarik Danu.


''Ayo, Nina! kau juga belum makan kan?'' Ariana menyeret Nina yang hanya bengong.


Mimpi apa aku semalam? bisa makan malam dengan Danu, meskipun ber 4. Hah senang sekali. Nina.


Kenapa dia tiba tiba ke kantor? apa dia mengadukan kejadian semalam?. Ariana.


Apa aku benar benar harus belajar menyukai nya? lalu bagaimana dengan Anisa? Astaga kenapa aku harus ada dalam perjodohan ini. Apa tidak ada laki laki lain untuk wanita berandalan ini? Kenapa harus aku!!!. Teriak Rian dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Tolong bantu support ya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


__ADS_2