Ariana

Ariana
Apa yang sebenarnya terjadi?


__ADS_3

Ariana masih tak sadarkan diri, Rian, Danu, dan Nina menanti dengan sangat khawatir.


Rian mengambil surat yang tadi di baca Ariana, dan mulai membaca nya.


Dia dapat mengerti betapa terguncang nya Ariana.


''Kak, apa yang sebenarnya terjadi?'' ucap Rian pelan dan lirih.


''Ada apa dengan Paman?'' kata nya lagi.


Tanpa mereka sadari Ariana sebenarnya sudah sadar, tapi ia hanya tak mampu membuka mata nya.


''Kak Danu? apa yang terjadi'' tanya Rian lagi.


''Papa mengidap penyakit kangker hati, selama satu tahun ini. Papa awal nya menyembunyikan dari ku, tapi aku mulai curiga ketika orang yang ku suruh mengawasi Papa melaporkan pada ku, jika Papa sering sekali mendatangi rumah sakit'' jelas Danu menahan getir hati nya.


''Papa menceritakan semua pada ku, dan meminta ku merahasiakan nya dan saat itu juga Papa berencana mencari pemuda yang tepat untuk Ariana, yaitu Kau Rian'' ucap Danu lagi.


''Alasannya karena Papa yakin kau bisa menyembuhkan luka masa lalu Ariana'' ucap Danu menatap Rian penuh harap.


''Akhirnya aku mendukung keputusan Papa yang ingin menjodohkan Ariana, walau aku tau betapa egois dan keras kepalanya Ariana, saat dia tau akan di jodohkan, dia benar benar menolak tegas perjodohan ini. Tapi Papa meminta ku untuk membujuk Ariana, walau dengan ancaman'' Danu sejenak terdiam.


''Luka masa lalu??? Maksud nya?'' tanya Rian penuh keheranan.


''Aku yakin suatu saat kau akan tahu sendiri, Ariana tidak pernah menceritakan nya pada siapa pun. Dia hanya berlaga tegar dan kuat. Padahal aku tau, dia sangat rapuh'' jelas Danu.


''Rian..., Papa dan Aku berharap besar pada mu. Papa begitu yakin kau bisa membawa Ariana kami yang dulu, Ariana yang ceria dan penuh dengan warna. Bukan Ariana yang dingin, dan acuh seperti ini'' ucap Danu lirih, meneteskan air mata nya.


''Apa yang sebenarnya terjadi kak?'' tanya Rian.


Rian berharap Danu menjelaskan nya. Meskipun dia sudah tahu secara garis besar melalui cerita Nina tempo hari. Tapi dia benar benar penasaran.


Nina yang dari tadi memilih diam dan mendengarkan, mulai menyadari bahwa Ariana meneteskan air mata, suara isak tangisnya mulai terdengar.


''Riana apa kau sudah sadar?'' tanya Nina penuh harap.


Rian dan Danu segera menghampiri.

__ADS_1


''Di mana Papa?'' tanya Ariana saat membuka mata, yang masih mengalir air mata.


''Riana, istirahat la dulu. Nanti kita jenguk Papa'' bujuk Danu.


''Aku ingin bertemu Papa'' ucap Ariana berusaha bangkit dari tidur nya.


''Sayang...'' Rian mencoba mencegah, tapi ia melihat tatapan penuh kesedihan di mata Ariana.


''Aku ingin melihat Papa ku'' ucap Ariana, menatap Rian.


Rian hanya terdiam.


''Nina, aku ingin bertemu dengan Papa ku'' katanya lagi seraya memeluk sahabat nya itu.


''Apa kau juga akan melarang ku?'' tanya Ariana masih dengan memeluk Nina.


Nina menatap Rian dan Danu bergantian, mengedipkan mata meminta mereka menyetujui nya.


''Tidak...,aku tidak akan melarang mu. Tapi Riana dengarkan aku'' Nina terdiam sesaat.


Ariana hanya terdiam dan sesaat kemudian menganggukan kepala tanda setuju.


Danu dan Rian pergi meninggal kan kamar untuk membeli sedikit makanan. Dan Nina membantu Ariana bersiap dan menemani nya di kamar.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa bantu support nya ya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2