
Mereka sudah di dalam perjalanan menuju rumah sakit, Rian duduk di depan bersama Danu, tampak begitu diam tanpa suara. Danu dapat melihat wajah kecewa Rian.
Nina dan Ariana duduk di kursi belakang, Ariana masih sama seperti kebiasaan nya, menatap keluar jendela dan diam seribu bahasa.
Ar, kau benar benar salah menganggap Rian seperti itu. Nina.
Maafkan aku Rian... gumam Ariana.
Ariana sangat tau, kata kata nya memang benar benar melukai hati Rian.
***
Di tempat lain.
Laksman, Robi, dan teman teman nya sedang mengadakan acara Reoni Akbar kampus.
Hiruk pikuk suara dentuman musik mengalun memaksa tubuh bergoyang mengikuti irama.
Teman teman yang lain tampak menikmati acara tersebut, aneka makanan juga minuman tersaji di sana.
Hanya Robi yang tidak terlalu menikmati acara, pikiran nya melayang jauh memikirkan kemana pergi nya Ariana. Sudah dua minggu Ariana tak berkunjung ke tempat tongkrongan mereka.
''Hei Rob!!'' tegur Laksman mengagetkan Robi.
Robi tak menjawab.
''Kau kenapa bro?!!'' tanya Laksman lagi.
''Biasa bro, galau'' jawab teman yang lain.
''Galau kenapa?'' Laksman.
''Ariana tak datang! hahaha'' ucap teman lagi.
''Hahaha, jadi kau menyimpan rasa pada Ariana?'' tebak Laksman.
Robi masih diam.
''Menyerah lah bro, aku dengar mereka sekarang sedang di singapore'' jelas Laksman lagi.
__ADS_1
Robi menatap penuh penasaran.
''Singapore? kenapa?'' tanya Robi.
''Entah lah, aku juga tidak tau. Rian hanya bilang tidak bisa datang karena akan menemani Ariana ke singapore'' jelas Laksman.
''Apa? jadi laki laki itu juga ikut?'' tanya Robi antusias.
''Hei!!! Rob, kenapa kau khawatir, wajar mereka pergi bersama, mereka itu sudah bertunangan. Mungkin saja mereka ke sana untuk Menikah'' ucap teman yang lain lagi.
Robi tidak bergeming.
Benarkah mereka akan menikah? pikir Robi.
***
Ariana, Rian, Nina, dan Danu sudah berada di depan ruang ICU lengkap dengan pakaian steril.
Ariana menahan gemuruh di dada nya, dia benar benar terluka melihat orang yang di rindukan nya sedang tertidur di atas kasur rumah sakit.
Ruangan yang berukuran cukup besar ini, sudah di sulap Danu menjadi tempat acara pernikahan Ariana dan Rian.
Ariana mencoba melangkah mendekati ranjang yang di tiduri Ayah nya lengkap dengan segala jenis peralatan penopang hidup.
Ariana menyentuh lembut tangan yang penuh dengan suntikan itu, mencium nya, meletakan nya di pipi nya, air mata sudah jatuh tak tertahan.
''Pa...'' satu kata yang keluar dari bibir Ariana, tenggorokan nya bergetar menahan isak tangis.
Rian mendekat, dan menghampiri Ariana menyentuh bahu wanita yang sangat ia cintai mencoba membuat nya kuat.
Tuan Heru perlahan membuka mata nya, dengan sisa tenaga yang di miliki ia mencoba menggerakkan jari jemari dalam genggaman Ariana.
Ariana menyadari pergerakan itu, secepat kilat ia mendekat kan wajah nya pada wajah Ayah nya.
Ariana menatap tersenyum menahan kepedihan hati nya, mata pria tua itu juga menatap nya, mencoba menggerakkan tangan untuk menghapus air mata di mata putri nya. Dengan cepat Ariana menuntun tangan itu, menempel kan ke pipi nya...
''Ja...ng...an...me...na...ng...is....'' ucap Tuan Heru dengan suara serak penuh kesakitan.
Ariana tak menjawab, ia hanya menundukkan kepala, tersenyum tapi air mata tak henti menetes, menciumi tangan orang tua yang telah membesarkan nya....
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Lanjut 😭