Ariana

Ariana
Pernikahan itu adalah...


__ADS_3

Kini di ruangan hanya ada sepasang pengantin baru yang hanya saling diam membisu.


Ariana duduk di sofa dan menatap ke arah di mana Tuang Heru tertidur.


Sementara Rian pergi ke kamar mandi, untuk sekedar membasuh wajah dia merasa hari ini benar benar lelah.


Rian keluar dari tempat kamar mandi tanpa sepatah kata pun ia segera duduk di sofa yang bersebelahan dengan Ariana, menyenderkan kepala nya dan memejamkan mata nya.


''Apa kau marah?'' tanya Ariana.


''Tidak'' jawab Rian.


''Apa kau kecewa?'' tanya lagi.


''Ar...,aku tidak tau ada apa dengan masa lalu mu hingga bisa membuat mu berpikir bahwa ikatan sebuah pernikahan bisa jadikan kedok untuk sebuah nafsu belaka!'' ucap Rian.


''Lalu pernikahan itu seperti apa bagi mu?'' tanya Ariana lagi.


''Bagi semua orang pernikahan itu adalah sebuah rumah, yang di dalam nya harus ada pondasi yang terdiri dari, kepercayaan, kesetiaan, saling menerima kekurangan dan kelebihan, dan saling mencintai'' jawab Rian dengan tatapan serius.


Ariana terdiam, dia seakan malu dan menyadari kesalahan nya yang sudah menilai rendah arti sebuah pernikahan.


Rian beranjak dari tempat duduk nya menuju ke arah pintu ke luar.


''Kau mau kemana?'' tanya Ariana.


''Aku ingin mencari udara segar'' jawab Rian membuka pintu dan meninggal kan Ariana sendiri.


Maafkan aku Rian, aku takut untuk memulai hubungan dengan mu. Aku belum mampu melupakan luka itu. Ariana.


Aku akan berusaha agar kau bisa menerima dan memahami cinta yang ku miliki. Rian.


***


Sementara Danu dan Nina sedang berjalan berdua menyusuri gemerlap malam jalanan di singapore.


Nina tak dapat menyembunyikan rasa bahagian nya bisa menikmati waktu bersama orang yang di cintai nya.


Senyum selalu terlukis di wajah imut nya.

__ADS_1


''Kau hari ini begitu senang ya?'' tanya Danu mengagetkan Nina.


''Hahaha... tentu Tuan karena saya bisa berjalan berdua dengan an...da. upst... maksud saya ini kan hari pernikahan Ariana dan Tuan Rian tentu saja saya bahagia. hehehe'' jawab Nina menutupi malu karena hampir keceplosan.


Sepertinya dia keceplosan, tapi aku tidak bisa memberi nya harapan. Karena aku masih memiliki Anisa pikir Danu.


''Oh begitu, baik pilihlah makanan yang kau suka'' suruh Danu.


''Ba...baik Tuan'' jawab Nina.


Sepertinya Tuan Danu tak mendengar kata kata ku tadi, hufs syukurlah pikir Nina.


***


Rian kembali memasuki ruangan, dan melihat Ariana sudah tertidur di sofa.


Padahal sesungguh nya Ariana hanya pura pura memejamkan mata nya.


Rian menghampiri Ariana, menatap lekat wajah wanita yang kini menjadi istri nya.


''Ar..., aku akan berusaha membuat mu mengerti bahwa cinta ku tulus, bagaimanapun juga kita sudah menikah, kau adalah istri ku, aku bahagia meski aku tau mungkin kau hanya terpaksa menikah dengan ku. Aku akan menepati janji ku pada Papa, aku sungguh mencintai mu Ar'' ucap Rian lirih.


''Pa..., jangan khawatirkan Ariana. Aku akan menjaga nya, dan selalu mencintai nya. Aku tidak tau masa lalu apa yang menghantui Ariana, tapi aku akan berusaha untuk membawa nya keluar dari bayang bayang masa lalu itu. Terimakasih Pa.., sudah mempercayai ku'' kata kata Rian bergetar.


Ariana mendengar dengan jelas kata kata yang terucap pelan dari bibir Rian.


Hati nya merasakan kesejukan juga kesedihan yang tak bisa di ucapkan, dia sungguh tidak bisa percaya Orang yang dulu benar benar ia benci, sekarang menjadi suami nya, orang yang akan selalu dekat dengan nya.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih untuk yang sudah support ya๐Ÿ™๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2