Ariana

Ariana
Terpukul


__ADS_3

Apa yang aku pikirkan? kenapa aku sampai mencium nya? Brengsek! benar benar brengsek! dasar wanita berandalan! umpat Rian dalam hati.


Rian meninggal kan Ariana, dia benar benar tak peduli lagi. Dia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, gemuruh di dada nya seolah mengutuki perbuatan nya pada Ariana tadi.


***


Sementara Ariana hanya terpaku, menahan gemuruh di dada nya. Dia merasa di leceh kan dan di permalukan.


Berani nya dia mengambil ciuman pertama ku! geram Ariana mengepal kan kedua tangan nya.


Nina mencoba menghampiri nya, setelah membereskan semua paper bag yang di lemparkan Rian tadi.


''Ariana...kau tidak apa apa?'' tanya Nina hati hati.


''Apa kau bawa mobil?'' tanya Ariana dingin.


''Iya aku bawa'' ucap Nina.


''Antar aku pulang'' Ariana berbalik.


Nina yang kesusahan berjalan karena banyak nya bawak an mencoba mengejar Ariana.


***


Di perjalanan.


Rian memberhentikan mobilnya di tepi jalan, keluar dan menutup pintu dengan kasar.


''Aaaggrrrrhhhh....!!!!!'' teriak nya meluapkan emosi nya.


Ada rasa yang sangat bersalah di dada nya, tapi dia juga benar benar kesal atas perbuatan Ariana.


***


Di tempat lain.


Ariana meminta Nina mengantarkan nya pulang.


Sepanjang jalan Ariana hanya diam, seperti memikirkan sesuatu.


Kenapa hati ku sesakit ini?! aku sangat membencinya!!! berani sekali dia mencium ku!! maki Ariana di dalam hati yang gemuruh bedegub kencang.


''Riana... sudah sampai'' ucap Nina menyadarkan Ariana dari lamunan nya.


Ariana segera membuka pintu dan turun.


''Belanjaan mu ?'' tahan Nina.


''Itu semua untuk mu!'' jawab Ariana datar.


Pintu mobil tertutup.

__ADS_1


Nina menatap Ariana yang terus berjalan menjauhi nya.


Aku tau Ariana memang keterlaluan, tapi seharusnya Tuan Rian juga tidak melakukan itu. Aku tau terpukulnya Ariana, dia pasti teringat kejadian itu. Nina menjalan kan mobil nya.


***


Ariana masuk ke dalam rumah, Tuan Heru dan Danu mencoba menghentikan nya.


''Riana, kau sudah pulang?'' tanya Tuan Heru.


Ariana hanya diam dan terus berjalan.


''Riana? kau kenapa?'' tahan Danu meraih bahu Ariana.


Ariana menepisnya dan terus berjalan tanpa kata.


''Ariana!!'' bentak Tuan Heru.


Tapi Ariana tetap jalan menaiki tangga. Hati nya benar benar hancur. Ciuman pertama nya di rebut paksa. Mengingat kan luka lama yang dulu telah terlupakan.


Tuan Heru ingin mengejar nya, tapi Danu dengan cepat menahan nya.


''Biar kan dia Pa'' tenang Danu.


Danu yang menatap bingung pada adik nya Pasti terjadi sesuatu. gumam Danu.


Ariana masuk kedalam kamar, menguncinya, dan masuk ke kamar mandi.


Menghidup kan air kran, dia berdiri mematung seakan membiarkan air mengalir membasahi tubuh nya tanpa celah.


Mengusap kasar bibir nya, seolah ingin sekali di kuliti nya. Ariana menangis dalam pancuran air kran, penglihatannya memudar dan lama lama menjadi gelap.


***


dddrrrttt...ddrrttt...


(Rian, kau di mana nak? kenapa belum pulang?)


(Rian kau tidak bertengkar lagi kan?)


(Kenapa Ariana pulang sendiri?)


(Rian kau di mana nak? Mama khawatir)


(Rian!!!)


pesan masuk ke Hp Rian.


Rian tidak peduli, dia hanya ingin sendiri untuk malam ini.


Dia benar benar merasa kesal dan marah pada diri sendiri juga pada Ariana.

__ADS_1


ddrrtt...ddrrtt...


(Tuan..., cincin nya tertinggal di mobil saya. Besok saya titipkan ke pada Tuan Danu.) pesan masuk dari Nina.


(Jangan!!! Apa Ariana sudah pulang?! ) balas Rian.


(Lalu? Iya Riana sudah ku antar pulang.) Nina.


(Aku akan menemui mu besok! jangan ceritakan pada siapa pun apa yang terjadi! biar aku selesai kan sendiri!!) Tegas Rian, melempar kan Hp nya ke tempat tidur.


Rian memilih tidur di Apartemen nya untuk malam ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Semakin seru ya...


Tolong bantu support ya. ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰


__ADS_2