
Di perjalanan pulang.
Ariana masih seperti biasa, diam dan hanya menatap ke luar jendela. Sementara Rian fokus mengemudi sesekali melirik Ariana.
''Riana...., apa kau marah pada ku?'' tanya Rian memecah kesendirian.
''Tidak!'' jawab singkat Ariana.
''Boleh aku bertanya lagi?'' Rian.
''Apa?'' Ariana masih tetap tak berpaling menatap keluar jendela.
''Kenapa kau syok saat aku mencium mu?'' Rian.
Cukup lama Ariana terdiam, dan tetap diam.
''Apa kau punya luka masa lalu?'' tanya Rian lagi.
''CK!!! Kenapa kau bertanya yang aneh aneh!'' ucap Ariana setengah berteriak.
''Hey! aku kan hanya bertanya'' elak Rian.
Hening...
Sampai mobil berhenti pun tetap hening...
Ariana turun begitu saja dari mobil, tanpa sepatah kata pun.
***
Ke esok hari nya.
Rian berencana ingin menemui Nina, dia benar benar penasaran tentang masa lalu Ariana.
Rian mengajak Nina makan siang bersama di restoran tempat mereka makan siang pertama kali.
Nina sudah menunggu dan memesan minum lebih dulu sebelum Rian datang.
''Nina, kau sudah lama?'' tanya Rian seraya duduk.
''Tidak Tuan'' jawab Nina sedikit gugup dan terkejut.
''Panggil aku Rian'' ucap Rian.
''Maaf Tuan saya tidak bisa'' Nina menolak.
''Kenapa?'' tanya Rian heran.
__ADS_1
''Karena anda Tunangan Ariana, dan saya hanya sekertaris Tuan Danu'' jelas Nina.
''Tapi, ku lihat kau dekat dengan Ariana?'' tanya Rian memancing.
''Saya teman SMA dan Kuliah Ariana Tuan'' mencoba menjawab sewajarnya.
''Apa kau kenal dengan Robi?'' tanya Rian penasaran.
Nina mengiyakan, dan menceritakan semua yang ia tau. Termasuk tentang perasaan Robi pada Ariana.
Di pikiran Nina, dia hanya perlu menjawab pertanyaan tunangan Ariana, yang juga termasuk atasan nya.
Ternyata benar dugaan ku, laki laki itu menyukai Ariana. Rian.
''Apa kau tau kenapa Ariana mengalami syok?!'' tanya Rian tiba tiba.
Deg!!!
Nina terkejut, tapi dia juga takut.
''Kenapa? coba ceritakan. Lagi pula aku adalah tunangan nya'' ucap Rian meyakin kan.
''Sa-saya tidak berani Tuan'' jawab Nina.
''Kenapa?'' Rian semakin penasaran.
''Jangan takut, percaya pada ku. Aku tidak akan menyulitkan mu''
Nina menatap Rian lalu menundukkan kepalanya kembali.
''Aku janji pada mu'' Rian tetap berusaha.
''Tuan..., apa Tuan benar benar menyukai Ariana?'' tanya Nina.
''Tentu, kenapa?'' jawab Rian mencoba meyakin kan.
Jawaban Rian membuat Nina sedikit tenang, dan mulai bercerita tentang masa lalu Ariana saat kelas 1 SMA, yang pernah mejadi korban penculikan, penyekapan dan tanpa sengaja membunuh sang penculik.
Apa? membunuh? Astaga? apa yang aku dengar ini. Rian.
Nina juga bilang, bahwa Ariana tidak pernah mau menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi.
''Apa Ariana di...''
''Tidak Tuan!'' Nina cepat memotong ucapan Rian.
Akhirnya obrolan panjang itu selesai, Nina memohon untuk merahasiakan nya.
__ADS_1
Rian menjamin nya akan hal itu.
Nina sudah pergi meninggal kan nya, tapi Rian masih memikirkan seberapa besar trauma menakut kan yang di alami Ariana. Dia merasa menyesal pernah mencium paksa Ariana, apalagi ciuman itu pertama bagi Ariana.
Nina juga menceritakan, bahwa tidak ada laki laki yang pernah dekat dengan nya setelah kejadian itu.
Jadi aku laki laki pertama yang dekat dengan nya? Aku sungguh salah besar! ternyata dia merubah diri agar tidak ada yang menyukai nya! Siall!!! pikir Rian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Buat yang sudah support terimakasih banyak ya 🙏😉,
Ini karya perdana aku.
harap di maklum kalau alur nya masih berantakan😅.
Sekali lagi terimakasih yah 🙏
__ADS_1