
Setelah kepergian Rian dan Danu, Ariana membersihkan diri. Setelah itu ia berdiri menatap pemandangan di luar jendela apartemen nya, dengan hanya menggunakan handuk kimono.
Perasaan nya kacau, ia tidak percaya akan benar benar menikah dengan Rian, ia juga merasa gagal menjadi seorang anak yang tak bisa mengetahui penderitaan Ayah nya, dan membuat begitu banyak masalah.
Nina hanya diam memandangi Ariana, dia sangat mengerti sekacau apa perasaan nya saat ini, apa yang di takut kan Ariana terjadi, ia akan menikah. Sedangkan dia sendiri tau ia belum sembuh dari luka masa lalu itu.
''Nina...,kenapa ini harus terjadi?'' tanya Arian masih tetap memandang keluar jendela.
''Ini takdir Ar...,kau harus bisa menerima nya'' jawab Nina.
''Kenapa harus Rian?'' tanya Ariana lagi.
''Maksud mu?'' Nina.
''Aku tidak tau aku mencintainya atau tidak, tapi kenapa harus dia yang menikahi ku?'' ucap Ariana.
Aku pasti akan mengecewakan nya gumam Ariana dalam hati.
''Apa kau benar benar tidak mencintai nya? apa kau tidak percaya pada nya? apa kau...'' belum sempat melanjut kan kata kata nya.
''Aku tidak percaya itu semua'' potong Ariana.
''Rian tidak seperti yang kau pikirkan Ar'' Nina.
''Tapi bagaimana pun dia seorang laki laki Nin! Aku tidak mau menyakiti hati nya'' ucap Ariana lirih.
''Kenapa kau peduli? biarkan saja dia terluka, bukan kah dia yang memilih untuk bertahan?'' ucap Nina memancing emosi Ariana.
''Kenapa kau begitu egois? sejak kapan kau menjadi egois?'' tanya Ariana menatap kecewa pada Nina.
Nina tersenyum, dan menghampiri Ariana.
''Kau mencintai nya Ar, hanya kau tak menyadari nya, kau begitu takut dia terluka bukan?'' ucap Nina.
Ariana terdiam, kembali memalingkan wajah menatap keluar jendela.
''Kau tau, ketakutan terbesar ku Nina. Bahkan kau sangat tau apa yang akan terjadi jika aku menikah'' kata kata Ariana, terdengar berat dan penuh kekecewaan.
__ADS_1
''Rian pasti bisa mengerti Ar, aku yakin dia tidak akan memaksa kan mu'' jawab Nina menenangkan.
Mengingat betapa trauma dan ketakutan nya Ariana saat Rian mencium paksa bibir nya saat itu.
Ariana tak bergeming pikiran nya melayang ke kenangan pahit di masa lalu.
***
Pagi itu, hari pertandingan bola basket antar sekolah.
Ariana duduk di antara ratusan penonton.
Memberi tepukan dan dukungan untuk tim sekolah nya.
Sorak sorai bersautan, kemeriahan menggema ketika salah satu tim sekolah keluar menjadi pemenang.
Ariana benar benar senang dan bahagia, saat mengetahui tim sekolahnya lah yang menjadi juara. Di tambah lagi sang kapten regu basket sekolah adalah kekasih hati nya, dan cinta pertama nya. Rico.
Pemuda tampan, yang penuh dengan kharisma tersendiri.
Ariana gadis ceria, cantik, lincah serta lugu membuat Rico benar benar jatuh cinta pada nya.
Sebelum Ariana menerima ungkapan cinta dari Rico, Ariana membuat Rico berjanji tidak ada kontak fisik melebihi sebuah pelukan.
Rico menyetujui tanpa berpikir panjang karena dia benar benar ingin menjaga Ariana, dia benar benar merasa sangat mencintai Ariana.
Tapi itu semua berubah, ketika malam perayaan kemenangan pesta di rumah salah satu teman nya.
Ariana berkenalan dengan seorang pria, dan karena karakter Ariana yang memang mudah menarik perhatian, membuat siapa saja yang mendekati nya merasa nyaman.
Ariana mengobrol seperti layak nya seorang teman, bercerita dan tertawa bersama. Benar benar memancarkan kebahagian gadis remaja kelas satu SMA.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa bantu support ๐๐
__ADS_1