
Di perjalanan Rian sangat gusar, pikiran nya menerka nerka sebenarnya apa yang sedang terjadi.
Bayangan wajah khawatir dan ketakutan Ariana terlintas di pikiran nya. Saat ini dia benar benar sangat mengkhawatirkan Ariana.
Sampai di kantor Rian segera berlari menuju lift, setelah pintu lift di buka ia berlari kecil menuju meja kerja Nina.
''Apa Ariana baik baik saja?'' tanya Rian dengan sangat cemas.
''Iya Tuan, dia ada di dalam'' jawab Nina
''Apa kau sudah memesan tiket?'' tanya Rian lagi.
''Sudah Tuan'' jawab Nina.
''Oke Nina, urus semua yang di perlukan. aku akan masuk dulu ke dalam'' ucap Rian.
''Baik Tuan'' jawab Nina.
***
Di dalam ruangan Ariana hanya duduk di sofa, memandangi makanan yang ada. Tapi pikiran nya entah kemana.
Terlihat wajah gusar dan ke khawatiran pada diri nya.
Cekrek!! pintu terbuka.
Rian berjalan menghampiri Ariana dan duduk di sampingnya, menatap lekat wajah wanita yang kini sangat ia cintai, mencoba menyentuh bahu Ariana.
''Apa yang sebenarnya sedang terjadi?'' tanya Ariana tanpa menoleh, menyadari Rian ada di sampingnya.
''Riana...tidak akan terjadi apa apa. Tenang la'' jawab Rian menenangkan.
''Benarkah?'' tanya Arian menatap Rian.
Menatap mata yang sedang menatap nya dengan begitu khawatir.
Rian membalas menatapnya lembut, dan tersenyum, berusaha agar Ariana tidak begitu merasa khawatir.
Dia tidak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi.
''Jangan terlalu khawatir, semua pasti baik baik saja'' ucap Rian mencoba menenangkan, meraih jari jemari Ariana menggenggam penuh rasa kasih sayang.
Ariana tanpa sadar menyandarkan kepala nya di bahu Rian, memejamkan mata nya menikmati sandaran hangat ini.
__ADS_1
Kenapa aku bisa merasa senyaman ini gumam nya dalam hati.
***
Rico begitu penasaran akan kharisma Rian.
Pengusaha muda tampan dan cukup berprestasi, hingga membuat perusahaan yang sangat berpengaruh seperti DARIAN GROUP mau bekerja sama dengan nya.
Ini langkah awal untuk ku, bisa menjalin kerja sama dengan Darian Group. Aku harus sedikit melalukan usaha pendekatan dengan Tuan Rian, untuk membuka jalan. Pemuda itu sungguh luar biasa. gumam Rian tersenyum licik.
''Cari tau semua tentang Tuan Rian'' ucap Rico pada sekertaris nya
***
Kini Ariana menyandarkan kepala nya di sofa, sedang kan Rian membantu menyelesaikan pekerjaan yang ada.
Ariana masih memejamkan mata nya, berusaha meyakinkan diri nya bahwa semua akan baik baik saja.
Entah kenapa rasa rindu pada Papa nya kini timbul, sedikit membuat nya merasa sesak, Ariana teringat akan masa masa kecil nya yang selalu di manja. Ada Danu yang selalu siap siaga menjaganya, Ayah yang selalu mendampinginya, menemani nya belajar, bermain rumah rumahan, Ayah yang selalu mengikat rambut nya, mencium nya setiap pagi.
''Papa...,apa Papa cangat cayang Aliana?'' ucap bibir mungil Ariana kecil.
''Tentu sayang, kau adalah tuan putri di rumah ini'' jawab Tuan Heru membungkuk kan badan layak nya seorang pelayan yang memberi hormat.
Danu tersenyum dan menghampiri adik nya.
''Hei, adik kecil. Aku siap mejadi kuda mu'' jawab Danu sembari merangkat.
Ariana menaiki tubuh kakak laki laki nya, dia benar benar sangat bahagia.
Tawa kecil nya menghiasi rumah megah yang kini menjadi sepi.
Semakin berjalannya waktu, beberapa tahun berlalu, semakin hari, Papa nya sibuk dengan pekerjaan, Kakak nya juga sibuk dengan pelajaran. Hanya ada Ariana yang di temani para pelayan.
Aku ingin kembali seperti dulu. gumam nya lirih dalam hati.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Terimakasih untuk yang sudah baca.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya ๐๐