Ariana

Ariana
Pingsan


__ADS_3

Hampir satu jam menghilang, akhirnya Rian keluar dari tempat persembunyian nya.


Rian benar benar tidak sadar kaki nya telah membawa nya masuk ke kamar Ariana.


Yang ada di pikiran nya hanya agar tidak terlihat oleh Anisa.


Sial! aku masuk kamar siapa ini? dan kenapa kamar ini lebih besar dari kamar ku? Apa ini kamar kak Danu. Rian menerka dalam hati.


Cekrek! suara pintu terbuka mengagetkan Rian.


''Kau!!!'' suara Ariana sedikit berteriak.


Rian segera menghampiri nya dan menutup mulut nya paksa.


''Ssstttthhhh!!! 🀫'' Rian


''Hmm...hmm!!!'' Ariana berusaha berteriak.


''Jangan berteriak!'' ucap Rian pelan.


Ariana menganggukan kepala sembari melototi Rian.


''Mau apa kau di kamar ku?!'' bentak Ariana sambil mengelap bibir.


''Jangan berteriak!!'' ucap Rian penuh penekanan, reflek mendorong tubuh Ariana menempel ke dinding.


Ariana menatap takut, dia sedikit gemetar. Ada bayangan menakutkan terlintas di pikiran nya.


Rian teringat ucapan Dokter kemarin, dia segera menjauh kan tubuh nya dari Ariana.


''Maaf, maaf kan aku Ariana...'' mohon Rian sembari menyentuh bahu Ariana.


Ariana masih diam, dia benar benar ketakutan, air matanya mulai berjatuhan.


''Ariana, maaf kan aku. Aku tidak bermaksud menakuti mu, sumpah aku tadi benar benar merasa tidak enak badan. Maaf kan aku'' bujuk Rian yang mulai khawatir.


Baru kali ini dia menatap mata ketakutan pada Ariana.

__ADS_1


''Dengar kan aku, aku Rian tunangan mu, kau dan aku sudah bertunangan. Lihat cincin ini. Ariana, aku tidak mungkin menyakiti mu, tenang lah. Oke''.


Rian terus berusaha meyakinkan Ariana, menunjuk kan cincin di jari manis nya.


Ariana berusaha menyentuh pipi Rian, namun gagal karena Ariana lebih dulu pingsan.


Rian yang panik dan khawati segera menggendong Ariana, membawanya turun ke bawah, masuk ke mobil dan segera menuju rumah sakit.


****


Rumah sakit.


Rian tampak duduk, di depan ruangan menunggu Dokter keluar. Dia benar benar merasa panik dan khawatir.


Sebenarnya apa yang terjadi di masa lalu, sampai bisa membuat wanita berandalan ini begitu syok! pikir Rian


Tuan Heru datang menghampiri Rian bertanya apa yang sebenar nya terjadi.


''Rian, ada apa dengan Ariana?'' tanya Tuan Heru panik.


''Ariana pingsan paman, aku juga tidak tau. Apa yang sebenar nya terjadi?'' kata Rian penasaran.


''Apa maksud paman?'' Rian tidak mengerti.


''Berjanji lah kau akan selalu menjaga putri ku, jangan pernah kau menyakiti nya'' Tuan Heru menggenggam erat bahu Rian penuh harap.


Rian menatap kebingungan, hati nya benar benar dilema. Bagaimana bisa dia berjanji tanpa cinta sama sekali.


Cekrek! pintu terbuka.


''Dokter? bagaimana Ariana?'' tanya Rian dan Tuan Heru.


''Kondisi nya masih stabil, dan hanya kelelahan. Kalian boleh masuk, pasien sudah sadar. Permisi'' ucap Dokter berlalu.


***


Di ruangan kamar.

__ADS_1


Ariana memejamkan mata nya, mengingat ingat apa yang terjadi pada nya.


Rian dan Tuan Heru menatap Ariana yang sedang terpejam.


''Sepertinya Ariana sudah tertidur'' ucap Tuan Heru.


''Iya paman, biar kan dia istirahat. Paman juga pulang lah, aku akan menjaga nya'' ucap Rian meyakinkan.


''Baik lah kalau begitu, tolong jaga putri ku baik baik'' ucap Tuan Heru.


''Selamat istirahat sayang 😘'' Tuan Heru mencium kening putri nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like, Coment dan Vote nya ya πŸ™πŸ˜‰


__ADS_2