
Mobil Rian melaju membela keheningan malam. Ariana masih diam menatap keluar jendela dan tersadar jalan yang di lalui mereka bukan jalan menuju rumah.
''Kau mau bawa aku kemana?'' tanya Ariana.
''Makan'' Rian
''Aku tidak lapar!'' Ariana
''Tapi aku lapar!'' Rian
Hening...
Ariana memilih diam dia sedang malas untuk berdebat.
''Apa kau mau kita menikah?'' tanya Rian tiba tiba.
''Jangan mimpi!'' Ariana.
''Kenapa?, aku serius!'' Rian meyakinkan
''Aneh!?!'' Ariana.
''Kau tidak percaya?!!!'' Rian.
''Tidak?!!'' Ariana.
Hening lagi....
***
Di tempat lain.
Nina tidak bisa melarikan diri dari berbagai pertanyaan teman teman nya.
''Nina, kau paling dekat dengan Ariana bukan?'' tanya Laksman.
''Lalu?'' Nina.
''Ada apa dengan Ariana?'' Robi.
''Maksud mu?'' Nina.
''Kenapa dia pulang?'' Robi.
''Kau masih tidak sadar? kau yang sudah membuatnya marah!'' jawab Nina.
''Hey apa maksud mu?'' Robi.
''Sudah, aku harus pulang. besok aku harus kerja Bye!'' ucap Nina seraya berlalu.
Tidak ada yang sempat mencegahnya, Nina berjalan dengan setengah berlari menuju pintu keluar.
__ADS_1
Syukurlah aku bisa lolos. Nina.
***
Sementara itu
Ariana dan Rian sudah duduk manis di ruangan VVIP restoran yang cukup ternama, hanya ada mereka berdua di ruangan bernuansa romantis itu.
Rian memesan makanan yang ia suka, tanpa bertanya pada Ariana mau atau tidak memakan nya.
''Makan lah'' suruh Rian pada Ariana
''Tidak!'' tegas Ariana
Rian terus menikmati makan malam nya, dan Ariana hanya memperhatikan saja.
Dia makan begitu rakus! Ariana.
Krucuk...krucuk... bunyi perut Ariana.
Rian tersenyum jelas dia tau Ariana sangat lapar, tapi Ariana masih berusaha tidak mau makan.
''Makan lah'' ucap Rian menyodorkan sendok yang berisi pasta.
''Tidak!! Aku bisa sendiri'' Ariana menolak dan berusaha meraih sendok nya.
''Buka mulut mu!'' paksa Rian.
''Bukan kah kita sudah berciuman?!'' tanya Rian menggoda dan tersenyum ''Ayo buka mulut mu!'' suruh nya lagi.
Entah apa yang terjadi seketika Ariana sedikit malu, dada nya berdebar tak karuan, seharusnya Ariana marah atau kesal. Tapi dia malah menuruti Rian untuk memakan makanan yang di suap kan Rian.
''Makan lah, jaga kesehatan mu, aku tidak mau kau sakit'' ucap Rian yang menyodorkan sendok berisi pasta.
''Sini! aku bisa makan sendiri!'' Ariana merebut sendok yang di pegang Rian, dan mulai memakan bagian nya.
''Apa kau tau, Robi menyukai mu?'' tanya Rian.
Ariana masih diam, dia masih sibuk memakan makanan nya dengan lahap.
''Aku ingin kita segera menikah'' ucap Rian
Ariana masih dian, dia tidak ingin berdebat.
''Aku sudah berjanji, untuk menjaga mu'' ucap Rian lagi.
Ariana masih tetap diam.
''Aku mulai menyukai mu, Ariana'' ucap Rian pelan tapi jelas terdengar oleh Ariana.
Ariana meletakan sendok dan garpu yang ia pegang, meneguk minuman nya. Dan menatap lekat laki laki tampan di depan nya.
__ADS_1
''Tapi aku tidak menyukai mu!'' jawab Ariana dingin.
''Aku akan membuat kau menyukai ku'' ucap Rian datar.
''Kenapa?'' Ariana.
''Apa?'' tanya Rian.
''Kenapa kau menyukaiku?'' Ariana.
''Kau tunangan ku'' cuek Rian.
Ariana tersenyum sini, ia meletakan sendok dan garpu yang di pegang nya. Menatap lekat wajah pria tampan di depan nya
''Dalam waktu 1 bulan kau cepat sekali berubah. Aku masih ingat jelas saat kau mengatakan terpaksa bertunangan dengan ku, lagi pula apa yang kau laku kan pada ku itu tidak bisa di sebut ciuman! tapi pelecehan!!'' tegar Ariana panjang lebar, sembari berdiri ingin ke toilet.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Support terus ya 🙏