
Deg!!! kata kata terakhir Ariana seketika membuat Rian teringat akan kejadian di mana dia mempermalukan Ariana di depan umum. Dengan cara mencium paksa nya saat itu. Rian merasa sangat bersalah.
''Maafkan aku...'' dengan cepat Rian meraih tangan Ariana.
''Maafkan aku Riana..., aku sungguh menyesal'' ucap Rian.
Ariana hanya terdiam masih menatap lekat wajah tampan Rian, lama mereka terdiam, berdiri dan mata mereka saling menatap satu sama lain..., ada dorongan yang kuat membuat wajah mereka saling mendekat.
Rian mendekat kan bibir nya ke bibir Ariana. Rian kembali mencium bibir Ariana, tapi tidak dengan paksaan, Ariana memejamkan mata nya dan tanpa sadar membalas ciuman Rian, mereka sangat menikmati ciuman hangat itu.
Tok...tok... ketukan pintu mengagetkan Ariana.
Ariana membuka mata nya, terkejut dan segera menjauhi bibir Rian, ia menyentuh bibir nya sembari menatap Rian.
Apa yang aku lakukan?! Ariana.
Rian juga menatap bingung Ariana, mencoba meraih bahu nya. Tapi dengan cepat di tepis Ariana.
Apa dia akan syok lagi?! tidak, tidak, kali ini dia membalas ciuman ku bukan? aku bisa merasakan nya, Rian.
Ariana, berlari ke luar menuju toilet, ia membasuh wajah nya, menyadarkan nya dari apa yang terjadi.
Ada apa ini, kenapa hati ku tak sesakit dulu. kenapa hati ku berdebar tak menentu? gumam Ariana.
Rian berlari, mencari tau kemana Ariana pergi.
''Apa kau tau, kemana wanita yang ke luar dari ruangan itu?'' tanya Rian pada seorang pelayan menunjuk ruangan tempat ia bersama Ariana tadi.
''Ke toilet Tuan'' ucap pelayan.
Rian dengan cepat berlari ke toilet dan ketika sudah di depan toilet Rian melihat Ariana baru keluar, dengan wajah sedikit pucat.
''Riana, kau tidak apa apa??'' cemas Rian.
Ariana masih diam menatap wajah cemas Rian.
''Riana, kau dengar aku?, kau tidak apa apa kan? apa kau tidak enak badan???'' tanya nya lagi menyentuh bahu Ariana.
Ariana menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Rian reflek memeluk Ariana erat, dia benar benar merasa lega.
''Syukurlah'' ucap nya penuh kelegaan.
Ariana masih terdiam dalam pelukan Rian, dia dapat mendengar detak jantung Rian yang tak beraturan.
Begitu khawatir dia pada ku? pikir Ariana.
''Lepaskan!'' ucap Ariana pelan mencoba mendorong tubuh Rian.
Rian segera sadar dan melepaskan pelukan nya.
''Maaf...maaf kan aku'' ucap nya.
''Aku mau pulang'' ucap Ariana.
''Baik'' jawab Rian.
Mereka berdua berjalan menuju mobil.
Dalam perjalanan, hanya ada kesunyiaan.
Ariana masih seperti biasa menatap keluar jendela, Rian sesekali melirik Ariana.
Ariana masih diam.
''Aku benar benar menyesal, maafkan aku'' ucap Rian lagi.
''Jangan bicara lagi!'' jawab Arian pelan masih tetap menatap keluar jendela.
Hening....
Aku tidak tau, aku marah atau tidak, aku suka atau tidak, yang aku tau aku tak bisa menikah dengan mu, aku takut mengecewakan mu Kata hati Ariana.
Apa yang di pikirkan nya, Ariana kenapa kau begitu dingin begitu sulit di tebak. Apa yang sebenarnya terjadi pada mu saat itu. Rian.
Mobil akhirnya berhenti sempurna...
''Terimakasih'' ucap Ariana sebelum turun.
__ADS_1
Rian masih diam terpaku, ini pertama kalinya Ariana mengucap kan terimakasih.
''Riana...'' panggil Rian
Ariana menoleh.
''Aku sungguh menyukai mu'' ucap Rian sambil tersenyum.
Ariana turun tanpa kata, tanpa menoleh. Dia hanya inging segera masuk ke kamar nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ini bener bener real cerita halu dari otak ku sendiri. Jadi mohon maklum kalau masih berantakan alur nya, tanda baca, dan ketikan nya.
Bantu support ya๐
__ADS_1
Jangan lupa Like, Coment dan Vote. ๐
Terimakasih