
Di tengah asyik bercanda tawa dengan sahabat nya dan teman barunya.
Ariana melihat kedatangan Rico dengan tatapan marah.
Rico yang sedang di landa cemburu buta, segera menarik paksa Ariana.
Nina yang saat itu melihat dari kejauhan merasa panik, dan segera menghubungi Danu.
Rico membawa Ariana ke suatu tempat yang sangat kumuh, sebuah gedung tua.
Rico melemparkan tubuh Ariana yang sedari tadi memberontak paksa.
''Ada apa dengan mu?!'' bentak Ariana menahan kesakitan.
''Kenapa kau begitu akrab dengan laki laki itu??!!!'' bentar Rico.
''Laki laki yang mana?!!'' tanya Ariana tak mengerti.
Rico berjalan mendekati Ariana dan memegang dagu nya.
''Kau masih pura pura tidak tau hah!!!'' bentak nya di depan wajah Ariana.
Ariana benar benar sangat ketakutan.
''Rico, tenang lah aku bisa jelas kan, kau hanya salah paham'' ucap Ariana mencoba menenangkan.
Tapi Rico tak peduli, dia ingin membuat wanita di depan nya hanya di miliki oleh nya saja.
Rico menarik paksa, kancing pakaian Ariana, membuat pakaian itu terbuka memperlihat kan Bra pink yang melindungi gunung kembarnya.
Ariana terkejut, berusaha mendorong tubuh Rico yang sudah di kuasai iblis itu. Tapi tidak berhasil, Rico sudah kesetan an, mendorong tubuh Ariana hingga terjatuh ke lantai.
Dengan cepat Rico menindih tubuh Ariana, dan menahan perlawanan Ariana dengan kekuatan nya, sembari terus mencumbui nya, mengecup paksa dan menyisakan bekas di atas dada kiri nya.
Jeritan dan tangisan Ariana, tak lagi di hirau kan Rico.
Disaat Rico lengah yang mencoba membuka celana nya, hingga iya menahan tubuh Ariana hanya dengan satu tangan saja.
Tentu Ariana tidak menyia nyia kan kesempatan itu, tangan Ariana terus bergerak mencari benda yang mungkin berguna.
Dia meraih sebuah pecahan kaca, menggenggam nya dengan sekuat tenaga dan menancapkan ke bagian perut Rico.
Cceeeepp...cceeepppp....ccceeeepppp....
Tiga tusukan membuat Rico meringis dan tak sadarkan diri, Ariana mendorong tubuh itu, membuat tubuh laki laki itu terjatuh terkapar bersimbah darah.
Darah mengalir membasahi bagian atas tubuh Ariana, dia bangkit dengan gemetar, dia merasa kaki nya tak berpijak di tanah, dengan air mata yang menetes tanpa berhenti, rasa ketakutan itu, mengalahkan rasa sakit pada tangan nya yang menggenggam pecahan kaca yang juga melukai tangan nya.
***
Ppyaarr...
__ADS_1
Suara gelas pecah, di dalam genggaman Ariana.
Bertepatan dengan Danu dan Rian kembali.
''Ariana?!'' pekik Nina panik.
Ariana masih tak bergeming, seolah tak merasakan sakit dan tak terasa darah mengaliri dari tangan nya.
Rian dan Danu tak kalah panik, menghampiri Ariana.
''Riana!'' panggil Danu menyentuh bahu Ariana.
Ariana tersadar dari lamunan.
''Sayang..., tangan mu terluka, ada apa? Nina tolong ambil kan kotak P3K'' ucap Rian.
Nina segera mengambil kotak P3K dan menyerahkan nya pada Rian.
Ariana sudah duduk di sofa, sembari memperhatikan Rian yang dengan hati hati membersihkan dan membalut luka nya.
''Apa kau begitu mencintai ku?'' kata kata terucap pelan dari bibir Ariana.
''Tentu, kenapa kau bertanya seperti itu?'' jawab Rian yang masih sibuk membalut luka nya.
''Apa kau ingin menikah dengan ku, hanya untuk memiliki ku seutuhnya?'' ucapan Ariana.
Nina, Danu dan Rian terkejut dengan kata kata Ariana.
''Bukan kah tujuan menikah memang untuk memiliki seutuhnya? menyentuh dan menikmati sesukanya?!'' suara Ariana.
Rian hanya diam, menahan rasa kecewa nya, kecewa karena cinta nya di anggap begitu rendah.
''Omong kosong apa ini Ar??? Rian sangat mencintai mu?!'' ucap Danu.
Danu mengerti maksud dari ucapan Ariana, sebagai seorang laki laki, jelas kata kata itu menyakitkan.
''Luka mu sudah selesai ku balut, pakailah pakaian mu, makan dan kita akan menemui Paman'' ucap Rian sembari berlalu.
''Apa kau tersinggung dengan ucapan ku?'' tanya Ariana menghentikan langkah Rian.
''Ar! Hentikan!!! ?!'' tegas Danu.
Rian, berbalik mendekati Ariana.
Jelas tatapan mata kecewa dari seorang pria.
''Aku tidak menyangka aku serendah itu di mata mu, aku memang sangat mencintai mu, aku juga bukan pria yang masih perjaka. Tapi aku tidak pernah memaksakan nya pada seseorang yang tidak mencintai ku'' ucap Rian tersenyum kecut.
Rian benar benar terluka, se berengsek nya ia dulu, tidak pernah ada yang merendahkan nya seperti ini.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Dukung terus ya...๐๐