Ariana

Ariana
Sedang mengujiku?


__ADS_3

Di dalam pusat perbelanjaan terbesar di Kotanya. Ariana dan Rian menelusuri toko toko perhiasan, walau pun sebenar nya sudah ada toko yang Ariana tempa. Tapi Ariana memang sengaja ingin membuat Rian kesal.


''Riana...? kita sudah mendatangi lima toko!'' ucap Rian yang sudah mulai kesal.


''Terus?'' jawab Ariana tak peduli.


''Sebenarnya apa yang kau rencanakan?'' tuding Rian curiga.


''Rencana apa?'' masih acuh.


''Hei kau!'' mencoba memegang tangan Ariana. Secepat kilat Ariana menepis nya.


''Lepaskan! kau benar benar suka menyakiti wanita ya?!!'' Ariana melotot.


Di tengah perdebatan mereka, ada wanita cantik memandang heran mereka berdua.


''Ariana!!!'' pekik nya memanggil Ariana.


Ariana dan Rian menengok kanan dan kiri mencoba mencari tau asal suara.


''Nina?'' ucap Riana yang melihat Nina melambaikan tangan.


Ariana berlari kecil mendekati Nina, sedangkan Rian mau tak mau mengikutinya.


''Hei, kau sedang apa di sini?'' Nina


''Mengambil cincin pertunangan'' Ariana.


''Hah? bukan nya tokoh nya ada di...hmm...hmm'' Ariana menutup mulut Nina dengan paksa.


Rian menatap mereka curiga.


''Jangan bicara'' bisik Ariana. Nina hanya melirik menganggukan kepala.


''Hai Tuan...'' sapa Nina setelah Ariana menyingkirkan tangan nya.


''Kau bukan nya sekertaris Kak Danu?'' tanya Rian.


''Benar Tuan!'' Nina.


''Hei ayo temani aku jalan jalan'' ajak Ariana pada Nina.


''Hei, bukan kah kita belum mengambil cincin nya?'' celah Rian.


''Nanti saja!'' jawab enteng Riana.


Astaga! apa yang di rencanakan wanita berandalan ini! Rian menggerutu di hati.


Mari kita lihat, seberapa sabar kau menahan emosi mu. Riana tersenyum licik.


Mereka bertiga menyusuri mall yang berlantai lima itu.

__ADS_1


Masuk ke toko dan keluar toko.


Nina sudah paham rencana Ariana, makanya dia hanya mengikuti nya saja.


Sedangkan Rian, jangan di tanya kesalnya seperti apa. Apa lagi di saat Ariana menyuruh nya membawa tas belanjaan.


''Nina..., berat sekali ya belanjaan kita'' Ariana pura pura kelelahan.


''Sini biar ku bantu'' jawab cepat Nina, tapi Ariana menahan belanjaan nya.


''Nina kenapa Papa menjodohkan aku dengan dia, dia saja tidak mau membantu ku?'' tanya Ariana pada Nina, tapi matanya manatap tajam pada Rian.


Rian mengerti, apa yang di maksud Ariana.


''Sini aku bantu!'' jawab Rian enggan.


''Dengan senang hati!'' ucap Ariana senyum kemenangan, meletakan semua paper bag yang dia pegang ke hadapan Rian. Nina hanya menatap menahan senyum.


Dasar Ariana! benar benar sudah tidak waras. Nina.


Hahaha...rasakan ini baru permulaan. Ariana tertawa licik.


Dia benar benar mengerjai ku, awas kau wanita berandalan! Maki Rian dalam hati.


Setelah mereka puas berbelanja, entah apa yang di beli nya, dia hanya ingin Rian membawa paper bag sebanyak mungkin. Tak lupa mereka makan malam bersama dan bermain permainan yang ada. Ariana dan Nina tertawa bahagia. Sedangkan di sudut tempat lain, ada Rian yang benar benar sudah habis kesabaran.


Sial!!! dia benar benar sengaja ternyata! kau berani mengujiku! Geram Rian.


''Apa?'' jawab nya acuh.


''Saat nya pulang!'' Rian penuh penekanan.


''Nanti, baru juga jam 9!'' masih acuh.


Rian menatap tajam pada Nina, berharap Nina paham maksud nya.


''Hahaha.., benar Ariana waktu nya pulang'' Nina mengerti dan menarik tangan Ariana.


Menakutkan sekali Tuan Rian Rinding Nina.


''Oke baik lah!'' jawab Ariana.


Mereka berjalan menuju pintu keluar mall.


''Tunggu cincin pertunangan nya?'' tanya Rian tersadar.


Nina menatap Ariana yang hanya tersenyum licik.


Ariana menepuk kan tangan nya, dan seorang pelayan toko perhiasan di lantai dasar mendekati nya dan menyerahkan paper bag kecil.


''Ini sudah ada di tangan ku'' jawab nya acuh.

__ADS_1


Rian benar benar kesal dan marah, bagaimana tidak, dia benar benar merasa di permainkan, dengan kasar dia melemparkan semua paper bag di tangan nya. Berjalan menghampiri Ariana dengan tatapan marah.


Ariana baru sekali melihat tatapan mata Rian yang seperti ini.


Entah apa yang di pikir kan Rian, dia menarik rambut Ariana hingga membuat Ariana sedikit mendongak.


Rian mencium paksa bibir Ariana cukup lama. Tak ada balasan dari bibir Ariana.


Ariana meronta memukuli dada Rian, hingga


Rian melepaskan ciuman nya, dan berbisik di telinga Ariana yang masih memukuli nya.


''Kau sengaja memancing ku, kau ingin lihat kesabaran ku? maka coba la mempermainkan ku lagi!'' tegas Rian tersenyum licik, menatap mata Ariana yang sudah memerah menahan air mata. Dan pergi meninggal kan Ariana dan Nina sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mohon bantu support ya ๐Ÿ™๐Ÿ˜‰

__ADS_1


__ADS_2