
Setelah pertemuan nya dengan Laksman dan teman teman yang lain, Rian memutuskan untuk pulang ke apartemen nya.
Yang tanpa sengaja ia melewati tempat tongkrongan Ariana.
Rian memperhatikan Ariana yang sedang asyik mengobrol dengan teman teman nya.
Ariana? wanita berandalan itu sudah bisa kembali ke Genk berandalan! Kenapa dia begitu dekat dengan laki laki yang memukul ku waktu itu? dia kan tunangan ku! tidak kah di bisa jaga jarak?!!
Umpat Rian dalam hati, mata nya terus mengawasi Ariana dari atas sampai bawah, juga menatap lekat Robi, laki laki yang di curigai nya.
***
Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam, tapi Ariana masih asyik berkumpul bersama teman teman nya.
''Rin..., jadi benar pria tampan itu tunangan mu?!'' tanya salah satu teman Ariana.
''Hmz...'' jawab malas Ariana.
''Kapan kalian akan menikah?'' tanya nya lagi.
''Hey kau sibuk sekali mengurusi hidup ku?!!'' kesal Ariana.
''Hahaha.... bagaimana bisa pria tampan itu mau ya?!'' ejek teman nya lagi.
''Kau mau mati!!! hah?!'' ancam Ariana.
Teman teman yang lain hanya terkekeh melihat Ariana, juga sepasang mata yang memandangi nya dari tadi dengan jelas mendengar apa yang mereka bicarakan.
Tapi tidak dengan Robi. Hatinya kecewa, wanita pujaan nya kini sudah bertunangan.
''Rob, kenapa diam?'' tanya Ariana.
''Hahaha, Robi patah hati!'' celetuk salah satu teman yang lain.
''Kenapa?'' tanya Ariana bingung.
''Karena kita sudah resmi bertunangan!'' celetuk Rian yang keluar dari persembunyian.
Robi menatap Rian penuh dengan kebencian, dan Rian hanya membalasnya dengan senyum merendah kan.
Teman teman yang lain juga menatap tersenyum, ada sebagian memandang kagum terutama wanita.
''Kau?!'' kata Ariana terkejut.
Rian masih tetap diam menatap Robi.
''Kami juga akan segera menikah?!'' ucap Rian memancing emosi Robi.
Robi jelas saja terpancing, di merapat kan tubuh nya ke depan tubuh Rian, tangan nya mengepal.
''Apa?!'' tantang Rian menatap Robi.
''Jangan pernah mempermainkan Ariana! atau kau akan menyesal!'' ucap Robi penuh penekanan.
__ADS_1
''Heh...hei...hei...aku dan Ariana sudah bertunangan sadar lah!'' ucap Rian menunjuk nujuk dada Robi membuat nya terdorong mundur.
Ariana menatap bingung, segera melerai mereka.
''Hei apa yang kalian bicarakan!!'' suara Ariana sedikit berteriak, yang tanpa sadar ia memeluk tangan Rian untuk menjauh dari Robi.
Rian semakin tersenyum puas.
''Kau lihat?! dia sedang memeluk ku!'' ucap Rian lagi memancing rasa cemburu dan sakit hati pada Robi.
Ariana tersadar dan melepaskan pelukan nya pada tangan Rian.
''Siapa yang memeluk mu?!'' teriak Ariana.
''Barusan saja kau memeluk ku!'' Rian tersenyum.
''Ayo pulang tunangan ku sayang!'' ucap Rian lagi, tapi mata nya menatap Robi.
Brengsek! laki laki ini benar benar sedang mengejek ku! kalau saja Ariana tidak ada! ku pastikan kau tak kan bisa banyak bicara lagi!!!
Marah Robi dalam hati, menahan gemuruh di dada nya sendiri.
Apa? sayang? kenapa tiba tiba memanggil ku sayang? Ariana.
Apa yang barusan ku katakan? Sayang? aku memanggil nya sayang? Astaga?!! aku pasti sudah gila. Rian.
''Hei! ayo pulang!'' ajak Rian lagi.
''Ini sudah malam!'' Rian
''Terus kenapa?'' Ariana
''Ariana!!!'' Rian
''Jangan berteriak pada nya!'' Robi.
''Kau jangan ikut campur!!! '' tunjuk Rian.
''Sudah hentikan!!!'' bentak Ariana.
Ariana menarik tubuh Rian menjauh dari teman teman nya.
Perdebatan lagi lagi terjadi.
''Kau harus pulang sekarang bersama ku!'' paksa Rian.
''Kenapa?!'' Ariana.
''Berhentilah bertanya! atau aku akan menelpon kak Danu!!'' ancam Rian
''Aku tunangan mu! dan aku sudah berjanji akan menjaga mu!'' lanjut Rian tanpa sadar.
Akhirnya setelah drama perdebatan, Ariana menuruti apa yang di kata kan Rian.
__ADS_1
Ariana menitip kan navy pada teman teman nya, untuk mengantar kan nya kerumah.
Kenapa aku harus berbicara seperti itu! Ahh sial!!! dia pasti berpikir aku benar benar menyukai nya! Sesal Rian.
Bangga sekali dia menjadi tunangan ku! dasar benalu!!! Arian.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa bantu support nya ๐๐
__ADS_1