
Sementara di kantor Rian.
Setelah Rian mengirimkan pesan pada Nina, terdengar ketokan pintu.
Doni masuk menghadap memberikan hormat.
''Maaf tuan..., tuan Rico sudah menunggu anda'' lapor nya pada Rian.
''Doni, atur jadwal ku kembali. Jangan mengganggu waktu makan siang ku lagi. Kedepannya aku tidak mau ada makan siang atau makan malam bersama klaen! kau mengerti?'' jelas panjang lebar Rian.
''Mengerti Tuan'' jawab Doni.
***
''Hei kenapa kau melamun'' tanya Nina sembari menyiapkan makan siang yang sudah di pesan nya.
Ariana tak bergeming (memang cool banget karakter Ariana π )
''Hei! kau kenapa?'' tanya Nina lagi sedikit berteriak.
''Ck! jangan berteriak!'' balas Ariana.
''Kau tidak dengar dari tadi aku memanggil mu?'' tanya Nina.
''Dengar'' jawab Ariana santai.
''Ini makan lah'' Nina menyodorkan spagety dan es lemon tea, sambil cengengesan.
Ariana menatap heran pada Nina.
''Kau kenapa?'' tanya Ariana.
''Tidak, aku hanya ingat saat kita makan siang bersama pertama kali dengan Tuan Rian. Kalian berdua benar benar terlihat kompak'' ucap Nina dengan mata berbinar.
''Aku tidak menyangka kalau kau akan benar benar mencintainya'' lanjut Nina tanpa sadar.
''Kau jangan sok tau! aku belum mencintai nya!'' jawab Ariana.
''Hahaha, kau sendiri yang bilang, belum mencintai nya, berarti akan mencintai nya hahaha'' jawab Nina tertawa.
''Kau ini!'' umpat Ariana geram.
Kring...kring... bunyi telepon membuat Nina berhenti tertawa.
''Siapa? Tuan Rian?'' tebak Nina.
Ariana menggelengkan kepalanya, ''Kak Danu'' jawab Ariana.
Ariana (halo kak?)
Danu (Riana, apa kabar mu? kau sedang apa?, apa urusan kantor sudah beres?)
__ADS_1
Ariana (aku baik, bagaimana kakak dan papa? kapan kalian pulang? apa aku bisa bicara dengan papa? )
Danu (terdiam tanpa suara)
Ariana (kak! kakak, kau dengar aku tidak?!)
Danu (Apa kau bisa datang ke Singapore?)
Ariana (Kenapa? ada apa kak?)
Danu (Datang lah kemari, ajak la Nina dan Rian. Aku akan menyuruh sekertaris staff untuk menghendel perusahaan)
Ariana (Iya tapi kenapa kak... halo... kak...)
tut...tut... telepon terputus.
Ariana terdiam, perasaan nya gusar, hati nya merasa tidak tenang.
Ada apa ini? kenapa kakak menyuruh ku menyusul ke singapore? pikir Ariana.
''Riana? kau kenapa?'' tegur Nina yang melihat wajah khawatir Ariana.
''Pesan lah tiga tiket ke singapore sore ini'' ucap Ariana.
''Singapore? tiga tiket?'' ucap Nina tak mengerti.
''Ada apa Riana?'' tanya Nina lagi.
''Aku tidak tau'' jawab Ariana lirih.
***
Rian mendapat kan pesan singkat dari Danu
(Tolong temani adik ku, datang ke mari) pesan dari Danu
Apa? maksud nya ke singapore? ada apa? kenapa tiba tiba sekali. pikir Rian.
''Tuan Rian.., anda kenapa?'' tanya Rico
''Ah...,tidak tidak apa apa'' jawab Rian terdiam sesaat ''Apa kita bisa lanjutkan lain waktu? saya harus segera berangkat ke singapore, karena urusan yang mendesak'' ucap Rian lagi.
''Baik lah Tuan, saya bisa mengerti'' jawab Rico.
''Terimakasih'' jawab nya tersenyum, sembari berdiri meninggal kan Rico yang masih menyantap makan siang nya.
''Doni tolong atur semua nya, oya! aku mungkin juga akan pergi ke singapore'' jelas Rian pada Doni seraya berjalan.
''Aku tidak kembali ke kantor, atur la semua nya. Katakan pada Papa aku akan menelepon nya'' ucap Rian lagi, menuju mobil nya.
Doni hanya menganggukan kepala.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih untuk yang udah support ππ